
[Diatas Bukit].
Pedang yang di pegang oleh Leon, mengeluarkan Cahaya yang sangat terang. Dan cahaya itu masuk kedalam urat nadi Leon yang bercampur dengan darahnya.
Jantungnya pun berubah menjadi warna putih terang. Seluruh tubuhnya diselimuti dengan Aura kekuatan sang Dewa.
Dan hujan pun tiba-tiba turun dengan sangat deras. Membuat lubang itu di genangi air.
Namun, tubuh Leon justru mengambang mengikuti genangan air. Sampai Leon terangkat ke atas. Dan jatuh dari bukit.
Esok harinya. Leon pun terbangun. Ia terbangun dengan mengengam sebuah pedang di bawah pohon.
Luka-luka leon perlahan-lahan sembuh dengan sendirinya. Tapi tubuh Leon masih sangat kurus. Ia merasakan tenaga yang besar di dalam tubuhnya. Dia bisa berdiri tanpa kesulitan, bahkan ia bisa berlari.
Setelah kejadian itu, Leon pun menghabiskan waktunya bertahan hidup dengan berburu. Sampai 3 tahun lamanya.
Ia hidup di sebuah desa kecil sendirian. Mayat-mayat penduduk yang ada disana sudah terkubur dengan rapi.
Leon juga mendirikan sebuah gubuk kecil untuk tempat tinggalnya. dan setiap pagi hari, dia pergi ke hutan untuk mencari makanan.
Pada saat ia pergi ke atas bukit. Leon melihat dari kejauhan, ada asap tebal dari balik bukit. Dan Leon pun pergi mengikuti asap itu.
Saat Leon berlari mengikuti asap itu. Terlihat Kobaran api yang sangat besar. Ia mengira, itu adalah serangan dari Naga.
Leon pun menunggu dari kejauhan, sampai apinya mulai padam. Dan iya melanjutkan perjalananya sampai ia melihat sebuah desa yang sudah hangus terbakar.
Keadaan di desa itu sama persir dengan desanya, tidak ada yang hidup disana, hanya ada Mayat-mayat yang bergeletakkan. Leon pun berlari pergi dari sana melewati desa itu.
Lalu tiba-tiba, ia berhenti seketika, ada sesuatu yang tak terduga, ia melihat Gadis kecil berusia sekitar 7 tahun tergeletak di pingiran desa.
Gadis itu penuh dengan luka bakar dan berlumuran darah. Ia adalah Rachel Lawren.
....
Kembali ke saat ini.
[Castle Taman Surga]
Leon yang berada di atap castle perlahan membuka matanya. dan memandangi bintang-bintang di langit sambil tersenyum.
"Malam yang indah" Kata Rachel tersenyum sambil memandangi langit.
Leon pun sangat kaget melihat kehadiran Rachel yang tiba-tiba ada di sampingnya.
"Rachel. Sejak kapan kamu disini, kau membuatku terkejut". Kata leon.
__ADS_1
"Aku ada disini sejak tadi Leon. Dan kau tertidur dengan sangat pulas disitu." Kata Rachel.
"Apa kau tidak bisa tidur Rachel, Kenapa kau kemari.?" Kata Leon sambil memejamkan matanya.
"Aku kesini karena kamu disini. Aku hanya ingin didekatmu lebih lama, mungkin nantinya kau akan pergi dari castle ini. Jadi ini kesempatanku untuk melihatmu." Kata Rachel yang sedih.
"Apa maksudmu.?"Tanya Leon.
"Kau benar-benar sangat menikmati pesta itu dengan salah satu Putri Raja. Aku mengira kau akan menikahinya nanti, jadi kau akan tinggal di tempat lain." Ucap Rachel yang sebenarnya bercanda. Rachel hanya ingin melihat ekspresi Leon dari perkataannya itu.
"Aah, mungkin itu benar" Jawab Leon dengan santai.
"APAAAAA, Jadi itu benar. kau akan menikahinya.?". Teriak Rachel yang sangat terkejut.
"Apa kau marah Rachel.?" Kata Leon sambil tersenyum.
"Tentu saja aku akan marah. Jika itu benar terjadi, aku akan menghancurkan seluruh kerajaan". Kata Rachel yang sangat marah.
"Hahahaha, apa itu benar.?" tanya Leon sambil tertawa. Dan Rachel hanya menghela nafas sambil menyilangkan tangannya.
"Kau ingat Rachel, saat aku menemukanmu di sebuah desa. Itu adalah harta karun yang aku temukan. Kau sangat berharga buatku Rachel, aku sudah hidup 3 tahun seorang diri di sebuah reruntuhan desa kecil. Tanpa ada siapapun, dan tidak ada orang yang berkunjung kesana. Aku sangat kesepian saat itu, bahkan aku mengambar wajah orang-orang di beberapa pohon. Dan aku mengajaknya berbicara. Namun itu membuatku sangat sedih, dan aku sering sekali menangis sendirian disana." Kata Leon Yang bercerita. Dan Rachel yang duduk disebelahnya, hanya terdiam sambil mendengarkannya.
"Namun, saat aku melihat asap dari kejauhan, aku bergegas kesana, aku harap ada orang yang hidup disana. Tapi aku hanya melihat sebuah desa yang sudah hangus terbakar. Perasaanku sangat kacau waktu itu, aku berlari melewati desa itu sambil menangis. Dan akhirnya, aku melihatmu terbaring lemas di tanah, saat itu juga, aku berhenti menangis. Kau bagaikan malaikat penyelamatku Rachel. Dan saat aku membawamu pergi dari sana, aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku akan melindungimu dan aku akan menjagamu sampai kapanpun. Aku tidak ingin kau hidup sendirian seperti aku dulu. Itu sangat menyakitkan." Kata Leon yang bercerita pada Rachel.
"Dan saat aku mengetahui kebenaran saat ini, yang aku takutkan pun terjadi, kau hidup sendirian selama ribuan tahun. Aku tau bagaimana rasanya, meskipun ada Aries dan Kibo disisimu, tapi hatimu sangat kesepian." Kata Leon yang bercerita kepada Rachel.
Rachel pun meneteskan air matanya dan menangis. "Aku benar-benar sangat menderita Leon. Aku tidak tau harus bagaimana." Kata Rachel sambil menangis.
"Aku tau perasaanmu Rachel, itu sangat menyakitkan." Kata Leon sambil memandangi langit.
"Leeeoooonn" Kata Rachel yang menangis sambil memeluk Leon.
"Aah, Rachel, jangan disini, kita akan jatuh." Kata Leon yang menolak pelukan Rachel.
Leon pun mengendong Rachel kekamarnya, Dia sedang tertidur sambil sesengukkan. Dan saat Rachel sudah tertidur di ranjangnya, Leon pun menyelimutinya.
Ia pun duduk disamping Rachel dan memandangi wajah Rachel sambil mengelus-ngelus rambutnya. "Leon jangan pergi" Kata Rachel yang mengigau.
"Hah, sudah tidur masih aja bicara" Kata Leon yang tersenyum.
"Aku akan menyelesaikan semuanya. Ini semua terjadi karena ulahku. Jadi tunggulah sebentar." Kata Leon kepada Rachel yang sudah tertidur sambil memandang keluar jendela.
...
Besok paginya. Di kamar Rachel. Dalam keadaan tertidur ia mengerakkan tangannya, ia sedang mencari sesuatu.
__ADS_1
"Leooon." Kata Rachel sambil terbangun dari tidurnya. "Huh dia tidak ada disini". Kata Rachel yang menghela Nafas.
....
Di ruangan utama Castle. Terlihat sang Raja beserta rombongannya bersiap-siap pergi dari Castle Taman Surga menuju ibu kota.
Aries dan Kibo mengantarkan rombongan itu keluar castle. Terlihat ribuan pasukan berbaris dan bersujud di depan castle. Mereka memberikan hormat kepada Aries dan Kibo.
"Hormat kami sang Paradicone." Kata semua orang kepada Aries dan Kibo.
"Ah, aku lupa. Jangan sebarkan berita-berita yang kalian lihat dan yang kalian dengar selama di Castle ini, jika aku mendengar rumor bahwa Maharaja sudah kembali, aku akan membunuh semua orang yang mengetahuinya." Kata Aries tersenyum penuh ancaman kepada Raja dan lainnya.
"Kami tidak akan berani menyebarkan Rumor itu Yang Mulia". Jawab Raja James. Lalu Rombongan Raja itu pun pergi meninggalkan Castle.
Dan puluhan ribu pasukan yang menunggu di dalam hutan menyambut kedatangan Raja. Mereka semua pun pergi dari wilayah Taman Surga.
....
Rachel yang masih ada di kamar tidurnya, memandang keluar jendela, berharap Leon datang menjemputnya keluar kamar.
Dan Leon yang sedang makan di dapur, di datangi Aries dan Kibo. "Apa mereka semua sudah pergi.?" Tanya Leon.
"Ya mereka sudah pergi dengan perasaan yang tenang." Jawab Aries.
"Ngomong-ngomong dimana Rachel, aku masih belum melihatnya dari tadi.?" Tanya Leon.
"Dia masih di kamar tidurnya Leon. Sepertinya ia sedang marah denganmu. Ia jadi murung sekarang. Maukah kau membujuknya". Jawab Aries.
"Huh, kenapa lagi dia itu," Kata leon sambil berdiri dan menuju kekamar Rachel.
"Hoeee Racheeeel. RACHEEEEEL" Teriak Leon sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Rachel.
Rachel pun kaget dan berpura-pura tidur. Leon pun membuka pintu dan masuk ke kamarnya.
"Apa kau akan tidur puluhan tahun lagi,? Jika itu terjadi, mungkin aku akan menikahi Putri Raja." Kata Leon yang sedang bercanda.
Sontak, Rachel pun langsung terbangun dari tidurnya. "AKU SUDAH BANGUN TUAN LEON" Teriak Rachel.
"Apa kau masih ingin menikahi putri Raja.?" Kata Rachel penuh ancaman.
"Ha ha. Sepertinya itu tidak mungkin". Kata Leon yang mulai ketakutan.
.
.
__ADS_1