
[Castle Taman Surga]
Leon masih menunggu masakan yang diingkannya, dan Rachel memasak dengan panik.
"Ah, Rachel, kamu kenapa. Aku lihat kau sedang gelisah." Kata Leon yang melihat Rachel terdiam dengan panik.
"Aaah, Haha. Aku sedang fokus memasak Leon. Tunggulah sebentar. ehehe." Kata Rachel yang mencoba tersenyum karena panik.
"Emm, benarkah.? Kau pasti menyembunyikan sesuatu Rachel." Kata Leon yang mulai curiga.
"Ahaha, aku tidak pernah menyembunyikan sesuatu padamu Leon. Ehehe." Kata Rachel yang semakin panik, bahkan ia membolak balik masakannya dengan cepat.
Leon pun berdiri menghampiri Rachel yang panik, dan melihat masakannya.
"Sepertinya itu sudah mulai gosong Rachel." Kata Leon yang tiba-tiba datang di samping Rachel.
"HAAAA. Kau membuatku terkejut Leon." Kata Rachel yang sangat terkejut.
"Hmm, kau sangat mencurigakan Rachel. Emm." Kata Leon sambil menatap wajah Rachel dengan serius.
"Ahahahaha" Suara Rachel yang tertawa dengan panik sambil melirik wajah Leon.
"Hmmmmmm." Suara Leon yang menatap Rachel dengan tajam.
"BERHENTILAH MENATAPKU." Teriak Rachel dengan kesal sambil memukul kepala Leon dengan spatula.
"Ittteehh." Suara Leon yang kesakitan.
"Haah, haaah, haah, Duduklah disitu. Aku akan menyiapkan makananmu." Kata Rachel yang terengah-engah dengan kesal.
"Ah, sudahlah. Mungkin hanya perasaanku saja." Kata Leon dengan santai sambil duduk ke kursinya dengan kepala yang bengkak.
....
Lalu, Aries dan Kibo datang ke dapur menemui Leon dan Rachel.
"Hoo, kalian sudah kembali." Kata Leon dengan santai kepada Aries dan Kibo.
"Ahaha. Aku sudah menyelesaikannya dengan cepat Leon." Kata Aries yang gelisah.
"Aku juga sudah menyelesaikannya dengan Cepat." Kata Kibo yang gugup.
"Bagaimana keadaanya disana." Tanya Leon dengan serius.
"Ah, kami sudah mengusir mereka dari perbatasan. Hanya sekelompok prajurit Porsa. Aku sudah memberikan ancaman kepada mereka." Kata Aries dengan gugup sambil duduk.
"Lalu, bagaimana denganmu Kibo.?" Tanya Leon dengan serius.
Aries dan Rachel pun melirik ke arah Kibo. "Jangan bilang yang sebenarnya Kibo." Kata Aries dalam hati dengan panik.
"Kau harus memberikan alasan lain Kiboo." Kata Rachel dalam hati dengan panik sambil melirik Kibo.
"Hmmm?" Suara Leon yang melihat Aries. "Hmm." Suara Leon yang menoleh ke arah Rachel yang sedang melirik Kibo.
"Aaah. Apa yang kalian sembunyikan.? Jelaskan padaku Kibo." Tanya Leon dengan serius.
__ADS_1
"Bagaimana ini, aku sangat gugup. tubuhku mulai gemetar." Kata Kibo dalam hati dengan gugup.
....
"Cepat katakan yang sebenarnya Kibo." Kata Leon dengan tatapan yang tajam.
"Ah, hehe. disana masih aman Leon, pasukanku sudah datang menemui pasukan Properose yang menjaga disana. Masih belum ada tanda-tanda pergerakan dari musuh." Kata Kibo dengan gugup.
"Haaaaaaah." Suara Lega Aries dan Rachel.
"Hoo, aku tidak mungkin salah, pasukan Louktus pasti sudah menyerang disana. Mungkin itu sudah terjadi di perbatasan selatan. Jika itu tidak di bereskan, pasukan Louktus pasti menyerang ke ibu kota. Apa kau sudah membereskannya Aries.?" Kata Leon dengan santai.
"Haa, Tentu saja aku sudah membunuh mereka semua. HAHAHAHA." Kata Aries yang lupa dengan pembunuhan itu.
"HHAhaha. Eeh." Suara Aries yang baru menyadarinya.
"AAAAAAAA." Suara teriakan Rachel dan Kibo.
Tatapan Leon mulai serius. Aura kegelapan muncul di matanya. Meja makan mulai bergetar cukup kencang.
"Gawat, ini gawat. Aku lupa. Aaah, aku akan mati." Kata Aries yang ketakutan.
"Dia pasti mati disini. Aaah." Kata Rachel dengan takut sampai ia berhenti memasak.
"Apa aku juga akan mati. Aaah." Kata Kibo dengan ketakutan melihat Leon.
.....
Leon mulai mengeluarkan auranya dari tubuhnya. Ia hanya terdiam tak bergerak sedikit pun. Bahkan Castle Taman Surga mulai bergetar.
"Ah, aku sudah memutuskannya. Memang seperti inilah perang, pasti ada yang mati. Aku hanya membereskan dampaknya saja." Kata Leon dalam hati.
Namun, ia masih terdiam disana dengan aura yang keluar dari tubuhnya. Paradicone yang melihatnya tidak bisa berbicara apapun. Bahkan masakan Rachel sudah gosong di pancinya.
Lalu, Leon masih berfikir keras sambil mengeluarkan auranya. "Aku tau, mereka melakukannya sebaik mungkin, dan pilihan terbaik adalah mengurangi pasukan musuh. Kita akan mengambil wilayah Louktus di benua Trolin secara perlahan. Mereka sendirilah yang mengirimkan pasukan kesini. Jadi aku harus tenang sekarang. Memang harus seperti itu, aku sudah memutuskannya, pembunuhan itu tidak bisa di hindari." Kata Leon dalam hati.
Lalu, aura Leon perlahan menghilang, getaran Castle mulai berhenti, dan meja makan yang ada di depan Leon, seketika berhenti.
"Aa, aah. Maafkan aku Leon. Aku hanya melakukan yang terbaik untuk menjaga pasukanku dan wilayah ini." Kata Aries dengan gugup.
"Emm. Kerja bagus Aries. Aku tau, pembunuhan itu pasti terjadi, apa lagi dalam peperangan." Kata Leon dengan santai.
"HAAAAAAAAA." Suara Terkejut Paradicone. Mereka benar-benar tidak menyangka kalau Leon bisa memaafkan Aries. Bahkan Rachel sampai terjatuh ke lantai.
"Eeeh. Rachel, kau kenapa.?" Kata Leon yang panik. Sambil menghampiri Rachel.
"Hikss, em. Leon kau membuatku ketakutan." Kata Rachel yang manja.
"Heeeh." Suara Leon yang terkejut. "Heeeh." Suara Leon yang menoleh ke Aries dan Kibo.
Aries dan Kibo pun meneteskan air mata. Karena nyawa mereka terselamatkan.
"Aaaaah. Kalian. kita sedang dalam situasi perang. Sudah pasti aku tau, kalian pasti membunuh mereka. Jadi tenanglah, aku tidak akan marah. Hmm." Kata Leon dengan kesal sambil mengangkat Rachel yang terjatuh ke lantai.
"Apa kau tidak marah Leon.?" Tanya Kibo dengan gugup.
__ADS_1
"Haah, aku bukan anak kecil yang tidak tau apapun tentang perang Kibo. Apa kalian pernah melihat, dalam peperangan tidak ada yang terbunuh.? Bahkan aku sendiri (Mengepalkan tangan). Aku sendiri sudah membunuh jutaan orang." Kata Leon dengan kesal kepada dirinya sendiri.
"Leoon." Kata Rachel sambil melihat Leon yang sedih dengan tubuhnya yang dipegang oleh Leon.
"Kalian semua tidak perlu khawatir tentang itu, lakukan tugas kalian, dan aku akan membereskan dampaknya bersama Rachel." Kata Leon dengan serius.
"Apa itu benar Leon.?" Kata Aries sambil tersenyum senang.
"Jika kita tidak melawan mereka. Apa yang akan terjadi.? Meskipun peperangan sudah tidak ada. Tapi pemberontakan pasti ada. Kekuasaan mereka akan merajalela, lalu menindas orang-orang yang lemah." Kata Leon dengan serius sambil memegang tubuh Rachel.
"Baiklah, aku semakin bersemangat Leoon. HAAAA." Kata Aries dengan tersenyum, lalu ia berteriak dengan semangat.
"Aku akan melakukannya dengan baik Leon. Hahaha." Kata Kibo dengan senang.
"Haah, haah, Aaah, Leooon. Aaaah." Suara Rachel dengan terengah-engah dan wajahnya memerah sangat senang. Sepertinya ia menikmati sesuatu.
"Heee, Rachel. Kau kenapa." Kata Leon sambil melihat wajah Rachel yang memerah sambil terengah-engah.
"Haaaa." Suara terkejut Aries dan Kibo dalam hati.
"Sebaiknya kau membalikkan badan Kibo." Kata Aries dengan malu.
"Aku sudah melakukannya dari tadi Aries." Kata Kibo yang malu.
"HAAAAAAA." Teriak Leon yang baru menyadari. Ia memegang dada Rachel, bahkan ia meremasnya terus menerus.
Leon memegangnya cukup lama karena terkejut. Namun tanganya masih bergerak meremasnya. Dan Rachel sangat menikmatinya.
BRUOOKSSS. Sampai terdengar suara panci yang meledak karena kepanasan.
"AAAAAAAAAHH." Teriakan Leon yang sangat terkejut, sambil melepaskan tangannya dari Rachel, dan Rachel jatuh ke lantai tak berdaya.
"Aa, Aa, Apa yang aku lakukan.?" Kata Leon dalam hati dengan tercengang. Ia benar-benar sangat terkejut. Dan melirik ke arah Rachel.
"Leoon." Kata Rachel dengan nada manja. Sambil duduk di lantai dan menundukkan kepalanya.
"Aa, aaku minta maaf Rachel. Aku tidak sadar dengan itu. Maafkan aku. Maafkan aku." Kata Leon yang menyesal sambil duduk dan membungkukkan badannya berkali-kali.
"Hehe." Suara Rachel tersenyum penuh gairah.
"Aa, ada apa dengan senyuman itu.?" Kata Leon yang tercengang melihat wajah Rachel.
Lalu, Rachel pun melompat menumpangi tubuh Leon sampai terbaring di lantai.
"AAAAAAHHH HENTIKAN RACHEEEEEL." Teriakan Leon yang terkejut sambil terbaring dengan tubuhnya yang ditumpangi Rachel
.....
"Belum saatnya kita membalikkan badan Kibo. Hehe." Kata Aries yang berbisik kepada Kibo.
"Ah, aku tau." Kata Kibo sambil menelan ludah, bahkan keringatnya mulai keluar.
.
.
__ADS_1