Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Kau Adalah Bintang


__ADS_3

[Ibu Kota, Caffee]


Leon dan Rachel masih menunggu datangnya bintang yang jatuh dari langit di sebuah Caffe Ibu kota.


"Apa kita tidak pulang saja Rachel.?" Kata Leon yang masih mengantuk.


"Ini aneh leoon, kenapa bintangnya belum jatuh.?" Kata Rachel yang gelisah.


"Mungkin bukan sekarang, bisa jadi besok malam, atau besoknya lagi." Kata Leon yang menebak-nebak.


"Ini tidak pernah terjadi selama 2.134 tahun Leon, bahkan sekarang sudah tahun 2.135. Bintang itu selalu terjatuh selama itu. Cuma hari ini, bintang itu tidak jatuh." Kata Rachel dengan serius.


"Haa. Apa itu benar Rachel.?" Kata Leon yang mulai berfikir.


"Itu benar. Bahkan Aries dan Kibo mungkin sedang menunggunya di Castle." Kata Rachel dengan serius.


"Mungkin dugaanku benar. Jika selama ribuan tahun selalu terlihat bintang jatuh." Kata Leon yang berfikir.


"Apa yang kau pikirkan Leon.?" Tanya Rachel dengan penasaran.


"Ah, Rachel. Apa kau tidak curiga dengan bintang itu, kau tadi bilang, kalau itu terjadi setelah aku menghilang, dan itu terus terlihat setiap tahunnya. Lalu.." Kata Leon yang berhenti bicara. Sambil berfikir.


"Haa, lalu apa Leon. Aku sangat penasaran." Kata Rachel dengan serius sambil melihat wajah Leon.


"Lalu, saat aku sudah kembali, bintangnya menghilang." Kata Leon dengan nada rendah.


"HAAAAA." Teriak Rachel yang terkejut. "Pelankan suaramu Rachel." Kata Leon yang menutup mulut Rachel sambil berjalan menjauh dari tempat itu.


"Aku sangat terkejut. Jadi selama ini...?" Kata Rachel berhenti bicara sambil melihat Leon dengan mata berkaca-kaca.


"Apa kau merasa itu aneh Rachel.? Kita kembali dulu ke Castle, besok kita lanjut kencan lagi." Kata Leon yang tergesa-gesa sambil mengandeng tangan Rachel pergi ke Castle Taman Surga.


Dan Rachel terlihat sangat sedih, ia pun sampai meneteskan air mata sambil melihat Leon yang mengandengnya.


...


[Castle Taman Surga]


"Hoo, kalian sudah kembali.?" Kata Aries kepada Leon dan Rachel.


"Ahaha, Aries aku akan mengantarkan Rachel ke kamarnya." Kata Leon yang tergesa-gesa sambil mengandeng tangan Rachel ke kamarnya.


"Ada apa Leon, kau terlihat ketakutan." Kata Aries sangat curiga.


"Mungkin mereka sedang bertengkar." Kata Kibo yang datang disebelah Aries.


...


Kamar Rachel. Setelah Leon dan Rachel masuk ke dalam kamar, Rachel pun langsung menangis di pelukkan Leon.


"Huaaaaaah". Suara tangisan Rachel.

__ADS_1


"Ah, aku tau." Kata Leon sambil mengelus-elus kepala Rachel.


"Jadi selama ini, aku tidak menghilang. Aku di terbangkan ke langit sampai ribuan tahun. meteor yang jatuh itu. Ternyata itu adalah aku." Kata Leon dalam hati dengan terkejut.


"Kau pasti terkejut Rachel." Kata Leon kepada Rachel yang menangis.


"Leeoon. Hiks hiks. Jika aku tau dari awal, kalau bintang itu adalah kamu, aku pasti sudah mengambilnya dari dulu." Kata Rachel yang menangis. Ia menyalahkan dirinya sendiri, kenapa dari awal dia tidak sadar tentang itu.


"Tenanglah Rachel." Kata Leon yang mencoba menenangkan Rachel.


"Tapi aku sekarang, sudah menangkap bintang itu Leon." Kata Rachel yang mulai berhenti menangis.


"Ah, kau menangkapnya dengan erat." Kata Leon yang sedih dan meneteskan air mata.


....


"Apa kau tidak bosan memelukku Rachel. ini sudah lebih dari 1 jam." Kata Leon kepada Rachel.


"Aku tidak akan pernah bosan memelukmu Leon. Aku sedang menangkap bintang, aku tidak mau bintang itu kembali ke langit." Kata Rachel yang menikmati pelukkannya dengan tersenyum.


"Haaa, aku sudah ngantuk Rachel, apa kau tidak ngantuk.?" Kata Leon dengan menahan ngantuknya.


"Baiklah, kau tidurlah disini bersamaku Leon." Kata Rachel yang merayu.


"HAAAAA." Suara Leon terkejut. "Kenapa ini tiba-tiba. Lalu, apa yang terjadi jika aku menolak.?" Kata Leon dalam hati dengan terkejut.


"hah, Rachel sebaiknya kau istirahat. Kau belum tidur sama sekali. Aku akan menemanimu." Kata Leon yang sebenarnya menolak.


"Aaah, Apa kau akan menungguku sampai tidur.?" Tanya Rachel yang manja.


Dan Leon pun menunggu Rachel tertidur di tempat tidurnya sambil duduk si kursi dengan wajahnya yang sudah mengkerut.


....


Besoknya di dapur, pada pagi hari. Terlihat Rachel sedang sibuk memasak untuk Leon, dan Aries menyiapkan makanan sisa parsel untuk mereka semua.


"HOOOAAAAM." Suara Leon baru bangun. "Ah, aku bangun kesiangan, menunggu Rachel tidur semalam benar-benar membosankan. Untung aku tidak ketiduran disana." Kata Leon sambil berdiri. Ia pun pergi ke kamar mandi.


...


Di dapur.


"Apa semalam kalian bertengkar.?" Tanya Aries kepada Rachel.


"Ah, tidak Aries, kami hanya menemukan fakta yang sebenarnya. Mungkin kau akan terkejut mendengarnya. Leon hanya menenangkanku semalam. Tapi aku benar-benar senang. Sedikit demi sedikit semua pasti terbongkar Aries." Kata Rachel dengan tersenyum sambil memasak untuk Leon.


"Pagi semua, maaf aku baru bangun." Kata Leon yang berjalan ke dapur.


"Ah, Leoon, makananmu hampir jadi." Kata Rachel kepada Leon.


"Aaah, baunya sangat enak Rachel." Kata Leon yang melihat Rachel memasak sambil memegang pundaknya.

__ADS_1


"Tunggulah sebentar, aku akan menyiapkannya untukmu." Kata Rachel sambil memasak. "Baiklah." Kata Leon sambil duduk


"Bisa kau jelaskan, fakta apa yang kau temukan semalam.?" Tanya Aries kepada Leon.


"Aah, apa kau tau kalau semalam ada acara festival bintang jatuh.?" Tanya Leon kepada Aries.


"Aku tau itu Leon. Lalu apa masalahnya." Kata Aries


"Bintang itu tidak jatuh Aries." Kata Kibo yang tiba-tiba datang.


"Nah, kau benar Kibo. Faktanya, selama ribuan tahun, bintang itu pasti jatuh di waktu yang sama. Tapi semalam, bintang itu tidak jatuh. Aku begadang dengan Rachel hanya untuk menunggunya." Kata Leon kepada Aries.


"Apa kau tau Aries, bintang itu muncul saat Leon menghilang, dan semalam, bintang itu menghilang saat Leon sudah kembali." Kata Rachel yang menyiapkan makanan untuk Leon di mejanya.


"HAAAAAAA." Teriak Aries sangat terkejut.


"Jadiii, Selama ini kau...?" Kata Aries yang bengong melihat Leon. Kibo pun hanya terdiam karena terkejut.


"Iya itu benar. Aku sendiri tidak tau, kenapa aku di terbangkan di langit. Itu semacam hukuman bagiku. Dan tidak ada orang yang sadar tentang itu." Kata Leon sambil mengambil makanan.


"Jadi selama ini kau tidak menghilang Leon.?" Kata Aries yang masih terkejut.


"Iya, benar Aries. kalau aku tau dari dulu, pasti aku akan mengambilnya." Kata Rachel yang masih menyiapkan beberapa makanan untuk Leon.


"Tapi itu tidak perlu di permasalahkan, faktanya sekarang aku masih hidup. Kebenaran akhirnya sedikit terbongkar, aku selalu bertanya-tanya, kemana selama ini aku menghilang. Mungkin aku ditarik oleh energi alam semesta, dan energi Gaia yang ada di bumi, menarikku juga. Aku sendiri masih belum tau alasannya kenapa." Kata Leon sambil makan.


"Ah, Rachel, ini sangat enak. Terimakasih Rachel." Kata Leon sambil makan.


"Sama-sama Leon. Yang special buat orang yang sangat special." Kata Rachel dengan tersenyum sambil melihat Leon.


"Kau benar Leon, untuk sekarang, aku bersyukur kau masih bisa makan bersama kami. Itu sudah membuat kami sangat senang." Kata Aries kepada Leon.


"Hahaha. Makanlah yang banyak Leon." Kata Kibo dengan senang.


...


Di ruang keluarga, pada siang hari. Leon sedang santai sambil minum segelas kopi bersama Kibo.


"Apa kau tidak kembali ke Benua Wisdom Kibo.? Kau adalah Raja, tidak seharusnya kau disini." Kata Leon kepada Kibo.


"Ah, lebih baik aku disini denganmu Leon. Kerajaan Pantiko sangat membosankan, aku menyerahkan tugasku kepada menteriku, jika tidak ada hal yang sangat penting, mereka tidak akan menyuruhku kembali." Kata Kibo kepada Leon.


"Apa tempat kubangan air itu, kau yang menjaganya selama ini Kibo.?" Tanya Leon penasaran.


"Tentu saja, aku sudah menjaganya ribuan tahun ini Leon, dan selama itu, hanya Rachel yang beredam disana. Bahkan aku dan Aries tidak berani menyentuhya. Tempat apa itu Leon, sudah ribuan tahun aku menjaganya, tapi aku tidak tau, tempat itu untuk apa.?" Kata Kibo yang sangat penasaran.


Tiba-tiba Rachel dan Aries datang membawa cemilan untuk mereka.


"Aku juga penasaran, Rachel tidak pernah cerita tentang itu." Kata Aries sambil duduk.


"Ah, maaf Aries, aku sebenarnya juga tidak tau tempat itu. Aku hanya sesekali di ajak oleh Leon kesana. Tapi kalian tau kan, kalau tempat itu penuh dengan energi sihir. Seharusnya yang bisa menjelaskan ini adalah kamu Leon." Kata Rachel sambil melihat Leon.

__ADS_1


.


.


__ADS_2