
[Wilayah Utara Majaren]
Terlihat Tsunami sedang menerjang daratan utara Majaren. Ombak laut itu juga membawa puluhan kapal perang milik Louktus dan mayat-mayat yang tengelam.
Prajurit Gionova yang masih selamat terbang di atasnya, dan orang-orang yang pinsan di terbangkan oleh Kibo. Lalu, tiba-tiba Leon datang di depan Rachel yang diterbangkan dalam kondisi pinsan.
"Racheel. Racheel. Hikss." Kata Leon sambil memeluk Rachel yang pinsan.
Kibo hanya terdiam melihat Leon yang menangis sambil memeluk Rachel. Ia pun meneteskan air mata.
"Hiks." Suara Kibo yang terharu sambil mengelap air matanya.
Beberapa jam pun berlalu, mereka semua pun sedang menunggu air laut surut di atas udara. Lalu, tiba-tiba Aries terbangun dari pinsanya.
"HAAAAAAA." Teriak Aries.
"Kenapa aku di terbangkan." Kata Aries. Lalu, ia melihat sekelilingnya, seluruh bibir pantai di penuhi puluhan kapal yang terdampar. Dan ratusan ribu mayat tergeletak di sana.
"Apa yang sudah terjadi sini. Apa aku sudah mati.?" Kata Aries tercengang.
"Aries. Kau sudah sadar. Hiks." Kata Kibo sambil meneteskan air mata.
"Kiboo.?" Kata Aries terkejut. "HAAA, aku masih hidup." Kata Aries.
"Kau pinsan cukup lama Aries." Kata Kibo.
"Apa yang sudah terjadi Kibo.?" Tanya Aries kebingungan.
"Kau sudah di ambang kematian. Dan Rachel hampir mati. Tangannya terpotong dan dia tertusuk dua tombak di perutnya." Kata Kibo dengan sedih.
"Apaaa.?" Kata Aries tercengang. Lalu ia meneteskan air mata.
"Dimana Rachel Kibo. Dimana dia sekarang.?" Tanya Aries dengan lemah sambil menangis.
"Dia disana sekarang." Jawab Kibo sambil menunjuk Leon yang sedang mengendong Rachel.
"Leoon.?" Kata Aries terkejut.
"Dia datang kesini dan melihat tubuh Rachel yang hampir mati. Leon menyembuhkannya dengan menangis. Lalu aku datang padanya dan di sembuhkan olehnya. Termasuk kau Aries. Leon memberikan energinya padamu juga." Kata Kibo.
"Leon. Glegg. Lalu, apa yang terjadi dengan semua ini Kibo.?" Tanya Aries sambil menunjuk kearah pantai.
"Ah, tentu saja dia mengamuk disini. Dia datang kesini dengan membawa tubuh Varel dan Nicol yang pinsan. Lalu Leon mengahajar Abraham dan Dona sampai di ambang kematian. Leon sangat marah Aries, aku sendiri tidak bisa apa-apa. Dia mengeluarkan jutaan tombak di langit dan menengelamkan ratusan kapal Louktus." Kata Kibo.
"Glegg. Aaaah. Aku tidak percaya. Bahkan Abraham dan Dona di hajar habis-habisan." Kata Aries tercengang.
"Sudah pasti dia melakukannya Aries. Tubuhnya gemetar dan kaku saat melihat Rachel bersandar dengan luka yang sangat parah." Kata Kibo sambil melihat Leon yang masih menangis.
"Leoon. Aaah. Lalu, bagaimana dengan Rachel sekarang.?" Tanya Aries.
"Kau bisa melihatnya sendiri. Dia masih pinsan di pelukan Leon. Sepertinya ia sangat terpukul." Kata Kibo dengan sedih.
....
Diudara. Leon masih menangis dengan melihat wajah Rachel. Bahkan air matanya terus menetes ke tubuh Rachel.
"Hiks. Racheel." Kata Leon sesengukan
Lalu, Aries menghampirinya bersama Kibo.
"Leoon." Kata Aries yang memangil. Leon pun menoleh kearah Aries.
"Hiks. Aries kah. Syukurlah kau sudah siuman. Hiks." Kata Leon yang masih sesengukkan
"Bagaimana keadaan Rachel.? Aku sangat khawatir dengannya." Kata Aries dengan sedih.
__ADS_1
"Ah. Dia sudah baikan sekarang. Tapi dia masih pinsan." Kata Leon dengan seseungukkan
"Em, Syukurlah. Lalu bagaimana dengan tangannya.?" Tanya Aries.
"Tangannya masih dalam proses pemulihan. Ini membutuhkan beberapa bulan sampai tersambung dengan sempurna. Dia sangat kesakitan. Hiks. Racheel." Kata Leon menangis.
"Kau tidak perlu khawatir Leon. Dia pasti akan tersadar setelah ini." Kata Aries dengan sedih.
"Hiks. Aku harap begitu." Kata Leon.
....
Lalu, air laut pun sudah surut. Dan terlihat ratusan bangkai kapal terdampar, dan ratusan ribu mayat tergeletak.
Pasukan Gionova yang tersisa membangun tenda cadangan. Beberpaa orang yang pinsan, termasuk Vera, di baringkan dibawah tanah.
Leon pun menyembuhkan semua pasukannya itu. Ada yang langsung tersadar, ada juga yang masih pinsan.
"Panglima. Hiks. Kau sudah sadar sekarang.?" Kata Juroo yang menangis di depan Vera.
"Apa semuanya sudah berakhir.?" Tanya Vera dengan lemah.
"Semuanya sudah berakhir Panglima. Pasukan Louktus di tengelamkan, dan semua Panglimanya sudah di kalahkan." Jawan Juroo.
"APAAAA.?" Teriak Vera terkejut.
"Panglima. Tuan Leon yang menghabisi mereka sendirian. Bahkan Paradicone sudah di ambang kematian." Kata Juroo.
"Aku tidak percaya. Glegg. Sekuat itu kah orang itu. Bahkan mengalahkan Panglima Louktus sendirian." Kata Vera tercengang sambil terbaring.
Lalu, Leon memerintahkan pasukan yang tersisa, untuk menguburkan mayat-mayat yang tergelak disana. Lalu, setelah mereka melakukan tugas itu, semua pakusan di liburkan, sampai perintah selanjutnya di turunkan.
.....
[Castle Taman Surga]
"Kau seperti Rachel Leon. Selalu menangis saat melihat pasangannya terbaring tak sadarkan diri." Kata Aries yang melihat Leon sedang duduk di sebelah tempat tidur Rachel.
"Aries. Kau bilang Rachel akan bangun setelah ini." Kata Leon menangis.
"Haah(mengehela nafas). Sebaiknya kau istirahat Leon. Aku akan menjagannya untukmu." Kata Aries.
"Tapi aku tidak ingin pergi dari sini." Kata Leon menangis.
"Kau bisa mengunjunginya setiap hari disini." Kata Aries.
"Aku tau itu, tapi... hiks." Kata Leon.
"hem. Sudahlah biarkan dia istirahat disana Leon." Kata Aries yang menarik Leon dari tempat duduknya.
"Racheel." Kata Leon menangis dengan tangannya ditarik Aries.
.....
Tiga hari berlalu.
Rachel masih tidak sadarkan diri. Dan Aries merawat Rachel setiap hari.
"Hem, semoga kau cepat sadar Rachel. Aku kerepotan mengurus dua laki-laki di Castle ini." Kata Aries sambil menyuapinya bubur.
.....
Diruang keluarga. Leon sedang bersantai bersama Kibo.
"Apa rencanamu selanjutnya Leon.?" Tanya Kibo.
__ADS_1
"Ah, aku sudah memberikan Deklarasi perang kepada Louktus. Mungkin saatnya kita melawan mereka Kibo. Kita tidak bisa bertahan seperti ini terus terusan." Kata Leon serius.
"Pasukan Gionova sedang menunggu perintah Leon." Kata Kibo.
"Aku tau Kibo. Aku sedang memikirkan sesuatu. Aku juga ingin perang ini cepat selesai. Tapi apa keputusanku setelah ini sudah benar." Kata Leon yang gelisah.
"Apapun itu akan aku lakukan Leon." Kata Kibo.
"Ah, aku akan memikirkannya dengan matang." Kata Leon dengan gelisah.
.....
7 hari berlalu. Pada malam hari.
Rachel masih terbaring di tempat tidurnya. Dan Aries selalu merawatnya dengan baik.
Lalu, Leon tiba-tiba datang mengunjungi Rachel. "Apa dia sudah baikan, Aries.?" Tanya Leon dengan tatapan sedih.
"Sepertinya darahnya sudah mulai stabil. Sistem regenerasi yang ada di tubuhnya tidak hancur sepertimu. Mungkin dia butuh istirahat sebentar. Apalagi tangannya masih dalam proses pemulihan." Kata Aries.
"Em. Aku harap begitu." Kata Leon dengan gelisah.
"Kau kenapa Leon, aku lihat akhir-akhir ini kau terus murung. Kau tidak perlu khawatir dengan kondisi Rachel." Kata Aries.
"Aku sudah tenang dengan kondisi Rachel saat ini. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu." Kata Leon gelisah.
"Apa yang kau pikirkan.?" Tanya Aries.
"Pikiranku sangat kacau saat ini. Kebencian itu masih terasa didalam hatiku. Sepertinya aku akan pergi berperang." Kata Leon gelisah.
"APAAAA.?" Teriak Aries terkejut.
"Apa kau tidak tau Leon. Lihatlah Rachel disini. Apa kau akan meninggalkannya lagi.? Kenapa kau tidak mengirimkan pasukan kesana.?" Kata Aries penuh emosi.
"Apa kau akan membiarkan para Panglima Louktus itu.? Apa jadinya jika mereka ikut berperang.? APA KAU TAU ARIES.?" Kata Leon dengan meneteskan air mata.
"Haa." Suara Aries terkejut.
"Aku akan pergi berperang. Tolong jaga Rachel untukku. Aku sudah membuat sihir pelindung yang sangat kuat di Castle ini. Hanya pasukan dengan identitas Gionova yang bisa masuk kesini." Kata Leon dengan sedih.
"Aku masih tidak ingin kau pergi meninggalkannya." Kata Aries dengan emosi.
"Aku sudah tidak punya pilihan lain. Aku sendiri sebenarnya tidak ingin meninggalkan Rachel." Kata Leon.
"Haaah.(mengehela nafas). Apa jadinya jika Rachel terbangun tidak melihatmu.? Apa kau sudah memikirkan itu.?" Kata Aries.
"Aries, jangan biarkan dia menyusulku. Aku akan berhenti berperang jika bertemu dengannya. Jadi tolong, tahan Rachel disini, jangan sampai dia menemuiku, sampai seluruh wilayah Paradicone diambil. Aku akan kembali kesini." Kata Leon serius.
"Apaaaa.? Apa kau tau, berapa lama kau akan pergi, jika kau mengambil seluruh wilayah Paradicone.?" Kata Aries emosi.
"Tolong mengertilah Aries, dan berikan aku waktu denganya." Kata Leon.
"Haaah. (mengehala nafas)." Suara Aries sambil berdiri dari tempat duduknya. Dan ia pun berjalan keluar kamar.
"Dia sudah menderita Leon. Rachel sengaja tidak mengirimkan laporan padamu. Dia tidak ingin merepotkanmu saat bertarung dengan Abraham." Kata Aries. Dan ia pun menutup pintu kamar dari luar.
"Haa." Suara Leon terkejut.
("Aku ingin bersamamu Leon."Leon. Terimakasih." Jangan tinggalkan aku sendirian didunia ini lagi." Jika kau mati, bawalah aku bersamamu." Selamat pagi Leon." Leon ini makananmu, silahkan dimakan." Hahahaha mereka lucu sekali Leon" Aku mencintaimu Leon. Sangat cinta") Suara Rachel yang diingat Leon.
"Hiks. Hikss." Tangisan Leon sambil berdiri melihat Rachel.
Leon pun menghampiri Rachel yang terbaring. "Rachel. Aku pergi dulu, jagalah dirimu baik-baik. Aku akan segera kembali padamu." Kata Leon dengan sedih. Lalu ia mencium kening Rachel.
Leon pun pergi keluar kamar. Dan terlihat, Rachel meneteskan air matanya.
__ADS_1
.
.