Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Sudah Dimulai.


__ADS_3

[Kerajaan Porsa]


Kelompok yang di bangun Louktus Prem, Blitz Thunder adalah salah satu organisasi pelindung terkuat didunia.


Namun, mereka akan di gerakkan untuk melakukan peyerangan ke wilayah Paradicone. Pemimpim Louktus menjawab atas kekalahan panglimanya.


"Selamat atas kerja kerasnya Raja Norman." Kata Erwin Rosnten pemimpin Blitz Thunder.


"Ha, Hamba sangat terbantu Tuan." Kata Raja Norman dari Kerajaan Porsa.


"Sekarang saatnya kita akan menyerang wilayah Majaren lagi. Hahaha." Kata Erwin dengan semangat.


.....


[Benteng Perbatasan, Camp Pasukan Xerone]


Jendral Xerone bersama tiga komandannya, masih melalukan rapat untuk membahas masalah pasokan makanan.


"Aku akan menghubungi kerajaan pusat. Kita tidak bisa hanya diam saja disini." Kata Xerone di ruang rapat militer.


"Apa itu bisa di terima oleh Yang Mulia Ratu Jendral.?" Tanya Komandan Cena.


"Aku sendiri tidak tau, aku akan menjelaskan semuanya nanti. Sebaiknya kita lakukan tugas ini sebaik mungkin." Kata Xerone kepada Cena dengan raut wajah yang gelisah.


....


[Castle Taman Surga]


Leon dan lainnya masih membicarakan masalah kondisi dunia, termasuk peperangan yang terjadi saat ini.


"Ah, Kibo, berikan aku laporan suplay makanan dari kerajaan Pantiko." Kata Leon kepada Kibo.


"Sebentar Leon." Kata Kibo. Lalu, dokumen laporan keluar dari udara.


"Ha, Ini Leon." Kata Kibo sambil memberikan laporan. Leon pun membacanya dengan teliti.


"Kibo, sisahkan pasok makanan yang kau kirim ke beberapa desa. Lalu, kirimkan pasukanmu ke medan perang melalui jalur darat. Gerakkan pasukanmu ke wilayah perbatasan barat." Perintah Leon.


"Ha, aku akan melakukannya sekarang." Kata Kibo dengan tegas, dan ia pun menghilang.


"Aries, aku tidak tau situasinya. Tapi, bagaimana dengan pasukanmu diperbatasan selatan.?" Tanya Leon kepada Aries.


"Ah, mereka sudah terlatih Leon, mereka pasti menemukan cara mereka sendiri." Kata Aries dengan santai.


"Aku harap mereka baik-baik saja. Tapi aku akan mengirimkan bantuan makanan kesana." Kata Leon dengan serius.


"Em, baiklah." Kata Aries dengan santai.


"Rachel, berikan perintah ini kepada Lucas." Kata Leon sambil memberikan dokumen perintah.

__ADS_1


"Haaaiik." Kata Rachel dengan tersenyum sambil mengirim dokumen perintah itu kepada Lucas.


"Apa yang kau pikirkan Leon.?" Tanya Aries kepada Leon.


"Kita harus memikirkan cara lain. Perang ini tidak hanya memikirkan kekuatan saja. Tapi masih banyak faktor yang harus di perhatikan. Hanya saja, tiga panglima perang Louktus, yang aku kalahkan beberapa bulan yang lalu, membuatku berfikir keras." Kata Leon sambil berfikir.


"Lihat ini. Wilayah selatan, adalah Kerajaan Porsa, mereka adalah anggota kerajaan Louktus. Sudah pasti mereka akan membantu di saat-saat seperti ini. Sepertinya mereka tau, kalau Majaren ada pembangunan besar-besaran. Dan itu adalah kesempatan mereka untuk menyerang." Kata Leon yang menjelaskan sambil melampirkan peta kerajaan.


"Haaa, apa mereka akan bergerak Leon.?" Tanya Rachel yang terkejut.


"Aku tidak tau Rachel, tapi sepertinya itu akan terjadi." Kata Leon sambil berfikir.


"Berapa banyak pasukan yang kau kirim ke perbatasan selatan Aries.?" Tanya Leon dengan serius.


"Ah, hanya satu batalion saja Leon. Dan itu di bagi menjadi dua pasukan. Pasukan pertama ada di wilayah barat. Lalu pasukan kedua yang di pimpin Jendral Xerone ada di wilayah Selatan. Aku tau itu perbatasan masih berstatus perang, aku mengirimkan Xerone untuk mempertahankan wilayah itu." Kata Aries dengan serius


"Aah, pikiranku kacau. ini sangat aneh, aku merasa ini sangat aneh." Kata Leon dalam hati sambil menghentakkan kakinya terus menerus.


"Apa pasukanmu yang lain masih ada di kerajaan Honzu.? Lalu, bagaimana dengan jalur lautnya?" Tanya Leon kepada Aries.


"Mereka masih disana menunggu perintah. Dan jalur laut masih aman, tidak ada tanda-tanda pergerakan perompak maupun Louktus." Kata Aries dengan serius.


Leon hanya diam setelah mendengarkan laporan itu. Ia sepertinya berfikir keras.


"Berfikirlah Leon, ini sangat aneh. Ada sesuatu yang menghambat pikiranku." Kata Leon dalam hati sampil berfikir keras.


"Leon, Kibo memberitahuku saat di akademi, Louktus sedang menyiapkan sesuatu untuk menargetkanmu." Kata Rachel dengan serius.


"Haa," Suara Leon yang terkejut dalam hatinya.


"Ini, tidak mungkin (panik). Kenapa aku begitu bodoh, aku terlalu buru-buru mengambil keputusan ini. Aku membuka penjagaan mereka." Kata Leon dalam hati dengan sangat panik sambil mengigit jarinya.


"Leoon.?" Kata Rachel yang khawatir melihat Leon panik.


Leon hanya terdiam begitu panik, hingga air keringatnya keluar. "Loktus, kalian benar-benar sangat pintar dalam strategi militer. Tidak aku sangka. Kepalaku mau pecah. Ayolah Leon, berfikirlah, siapa, dan dimana." Kata Leon dalam hati.


"HAAAAHHH. KEPALAKU MAU PECAH." Teriak Leon yang sangat panik sambil memegang kepalanya.


"Leoon, ada apa.?" Kata Rachel yang terkejut.


"Ini gawat, ini gawat Rachel. Sangat gawat." Kata Leon yang sangat panik.


"Ada apa Leon, bicaralah. Kau membuatku panik." Kata Aries dengan panik.


"Haah, Haaah, haah." Suara Terengah-engah Leon.


"Rachel, beri tau aku, ada berapa kerajaan yang di kuasai Louktus di Benua Trolin.?" Tanya Leon dengan panik.


"Benua Trolin sekarang ada 22 Kerajaan, hanya ada 2 kerajaan yang tidak dikuasai Louktus. Majaren dan Honzu baru-baru ini." Kata Rachel dengan serius.

__ADS_1


"Haaa. Seperti dugaanku." Kata Leon dengan serius.


"Ada apa Leon.? Beritahu kami." Kata Rachel dengan serius.


"Yang menjadi incaran saat ini, adalah 2 kerajaan sekaligus. Majaren dan Honzu. Mereka akan menyerang secara bersamaan." Kata Leon dengan serius sambil menghentakkan kakinya terus menerus.


"HAAAAA." Suara terkejut Rachel dan Aries secara bersamaan.


"Bukan hanya itu, Kerajaan Properose dan Kerajaan Pantiko juga sedang terancam. Semua benua wilayah Paradicone sedang di incar oleh mereka sekarang. Jalur laut suplay makanan pasti akan di blokade pengirimannya. Ini benar-benar perang besar yang berkepanjangan." Kata Leon dengan serius.


"APAAAA.?" Kata Rachel dan Aries yang sangat terkejut.


"Aa, aaa, aah, Sepertinya aku akan pinsan." Kata Rachel yang sangat terkejut.


"Oe, oe, Leooon, dari mana kau beramsusi seperti itu.? Beri tau aku buktinya, apa alasan mereka menyerang dengan kekuatan besar saat ini.?" Kata Aries dengan tegas.


"Apa kau ingat Rachel, kau pernah bercerita padaku, mereka sudah bergerak mengambil wilayah Paradicone secara perlahan, dan itu sudah dilakukan selama ribuan tahun. Sudah pasti mereka ingin menguasai dunia, termasuk menguasai kalian Paradicone." Kata Leon dengan serius.


"Kenapa mereka menyerang sekarang Leon.?" Tanya Rachel dengan panik.


"Bukankah tadi kau bilang, status kalian masih berperang." Kata Leon dengan tegas.


"Ah, ituu. Ini terlalu mendadak." Kata Rachel dengan gelisah.


"Apa kalian pernah mengikuti pergerakan Louktus. Politik mereka berjalan dengan cepat. Benua Trolin hanya tinggal 1 kerajaan. Mereka tidak menyerang karena ada kamu Rachel. Mereka hanya mencoba mengambil sedikit demi sedikit." Kata Leon dengan serius.


"Alasan itu masih belum cukup Leon." Kata Aries yang ragu.


"Hah, Saat aku kembali, aku sudah terlibat dalam peperangan mereka, aku mengalahkan kerajaan Honzu seorang diri. Lalu, pertempuran kedua, aku mengalahkan tiga panglima Louktus, kemudian, kalian mengambil alih kerajaan Honzu. Dan yang ketiga, aku memerintahkan pasukan kalian untuk pergi ke Majaren, bahkan aku meminta kalian mengirimkan pasokan makanan kesini. Apa itu bukan alasan bagi mereka Aries.?" Kata Leon dengan serius.


"Ah, aku mengerti yang kau maksud Leon. Kita sendirilah yang memulai, mungkin mereka beranggapan kita sudah mulai bergerak. 3 benua mengirimkan pasukan kesini beserta pasok makanan. Dan pembangunan besar-besaran di kerajaan ini. Mereka akan terancam jika pembangunan disini selesai." Kata Rachel sambil berfikir.


"Kau pintar Rachel. Ini semua karena keputusanku. Aaaah, sepertinya aku harus hati-hati setelah ini." Kata Leon dengan gelisah.


"Jadii, jadi karena alasan itu. Ini masuk akal jika mereka bergerak sekarang." Kata Aries yang panik.


Tiba-tiba Kibo datang membawa laporan kepada Leon.


"Leon, aku membawa laporan dari Wenda, menteri kerajaan Pantiko." Kata Kibo sambil menyerahkan laporannya.


"Berikan padaku Kibo." Kata Leon dengan serius.


Lalu, Leon sangat terkejut setelah membaca laporan itu. Ia benar-benar berfikir keras. Keringatnya mulai keluar begitu banyak.


"Leon, apa kau baik-baik saja. Kau terlihat sangat ketakutan." Kata Kibo yang melihat Leon panik.


"Kibo, tiga kapal yang membawa pasok makanan kemari, sudah di tengelamkan di laut. Lalu, pasukan Properose yang menjaga jalur laut, sedang bertempur sekarang." Kata Leon dengan panik.


"HAAAAAA." suara mereka bertiga yang terkejut.

__ADS_1


.


.


__ADS_2