
[Di Dalam Hutan]
Malam dengan hujan deras.
Leon menemukan Castle yang sangat besar di dalam hutan. Ia melihat papan kayu yang terpasang di atas gerbang bertuliskan Taman Surga.
Leon pun melangkah mundur dan terjatuh. Ia melihat gerbang itu dengan sangat terkejut. Sampai-sampai dia tidak bisa berkata-kata.
Taman Surga, tempat terlarang di Benua Trolin. Tempat tinggal Sang Dewi perang. Salah satu anggota Paradicone yang sudah berumur ribuan tahun.
Ekspresi Leon benar-benar terkejut, tak terasa sudah 10 menit berlalu, ia mematung memandangi gerbang itu.
Petir yang besar, keluar dari langit. Dan kilatan cahayanya memperjelas tulisan itu.
"haaa. Tulisan itu, aku bisa membacanya. Dimana aku ini. Apa aku masih hidup." Kata Leon dalam hati sambil menelan ludah.
Sebenarnya, Leon tidak takut dengan tempat terlarang itu. Namun ia terkejut hanya karena dia bisa membaca tulisan di papan kayu.
"Siapa pemilik castle ini, seorang dewi kah, atau orang yang aku kenal.?". Tanya Leon dalam hati.
Saat Leon di temukan oleh pasukan Nizo di pantai Ame, dia sebenarnya manusia yang turun dari langit, yang di anggap meteor oleh pasukan Hanzo atau pasukan Nizo.
Saat ia tersadar di tenda emergency, Leon beberapa kali melihat tulisan-tulisan di sekelilingnya, seperti papan tulis yang digunakan Elis untuk merencanakan strategi.
Tulisan yang ada di lambung kapal perang, tulisan yang ada di pelabuhan Ame, dan tulisan selamat datang di kota Ame.
Leon benar-benar tidak bisa membaca tulisan-tulisan itu.
Lalu. Saking terkejutnya, ia pun berlari dari tempat terlarang itu dengan sekencang-kencangnya. Ia berlari sambil menangis dan memegang kepalanya.
"DIMANA AKU INIIIIII" Teriak Leon sekencang-kencangnya sambil berlari, Hingga ia pun terpeleset dan terjatuh, kepalanya terbentur batu besar yang ada di bawahnya dan ia pun pingsan di atas air hujan.
....
[Istana Kerajaan Majaren]
Besoknya, pada siang hari. Di Istana Raja Majaren, tiba-tiba awan berkumpul di atas istana. Dan petir berwarna putih terus-menerus menyambar.
Sang Raja Majaren. Raja James Nicolas Ke 12 (XIl). Keluar istana dan melihat awan-awan yang berkumpul di atasnya. Angin-angin mulai berhembus dengan sangat kencang. Tanda sang Dewi perang akan datang.
"Cepat kalian semua keluar dari ruangan ini" Teriak sang Raja kepada semua orang yang ada di dalam ruangan utama istana Majaren.
Semua orang pun bergegas keluar dari ruangan itu. Perdana menteri yang ada disana sangat terkejut dengan datangnya sang dewi. Padahal belum waktunya sang Dewi berkunjung kesana.
Sang Raja yang ada di luar pun, bergegas masuk kedalam ruangan. "Apa ada masalah yang besar, kenapa sang dewi datang kesini sekarang.?" Kata Raja dalam hati sambil berlari.
Sang dewi pun muncul di dalam ruangan Istana. Raja James langsung bersujud dan menundukkan kepalanya. Cahaya yang sangat terang dari tubuh sang Dewi, membuat sang Raja memejamkan mata.
Ketika sang dewi muncul di istana, siapun di larang melihatnya, dan semua orang harus keluar dari ruangan itu.
Aura yang sangat kuat, membuat Raja kesakitan. Tubuh Dewi melayang di depan kursi singgahsana. Dan Sang Dewi hanya diam di hadapan Raja. Cahaya yang muncul dari tubuhnya, mulai meredup.
Dan perlahan-lahan Raja melihat wajah sang dewi. Memang kecantikan yang luar biasa. Wanita tercantik di dunia itu berada tepat di depannya. Ini kali kedua Raja James melihat wajah cantik sang dewi.
__ADS_1
Namun, Dewi hanya memandang ke arah jendela, yang ada di belakang Raja dan tiba-tiba Dia meneteskan air mata.
Raja yang melihatnya pun sangat kebinggungan. "Raja Majaren James Nicolas ke 12 , Menghadap sang Dewi" Kata Raja kepada sang dewi.
"Leon, dimana kamu.? Aku bisa merasakan kehadiranmu sekarang". Kata sang dewi sambil meneteskan air mata.
Raja pun jadi semakin binggung. Apa maksud dari perkataan itu. "Siapa itu Dewi.?" Tanya Raja kepada Dewi.
"Mungkin dia berada disini, di wilayah kerajaan Majaren, aku harus menemukanya". Kata Sang Dewi kepada Raja.
Awan mendung yang menyelimuti langit perlahan-lahan menghilang, dan angin kencang mulai tenang kembali.
Dalam sekedip mata saja, sang dewi pun menghilang. Raja James langsung membuka pintu utama istana. Ia langsung memanggil para Menterinya.
"Rapat darurat akan segera kita mulai". Kata Raja kepada Menterinya.
Burung elang pengantar surat pun di terbangkan ke seluruh penjuruh Kerajaan. Yang di kirimkan ke 8 Jendralnya. Dan 1 surat di kirimkan kepada Direktur Akademi Rousen.
....
[Di tempat Akademi Rousen]
Direktur Rewin sedang memeriksa berkas-berkas kurikulum sihir di ruangannya. Tiba-tiba burung elang dari jendela masuk ke ruangan Sang Direktur.
"Ah, surat dari Raja. Sepertinya ia ingin memasukkan murid lain kesini". Kata Rewin
Rewin pun mengambil surat itu, dan membukanya. Baru beberapa detik saja. Tatapannya berubah menjadi sangat serius.
"Apa ini. Aku harus segera ke istana sekarang Juga". Kata Rewin tergesa-gesa.
....
[Di kota Ame]
Jendral David sedang berbicara dengan Elis. Dan menceritakan kejadian yang sebenarnya di pelabuhan Ame.
Begitu terkejutnya David, mendengar cerita Elis. Bagaimana mungkin. Armada Honzu yang di pimpin seorang jendral dengan 3 komandan terkuatnya, di kalahkan oleh Leon seorang diri.
Bahkan Elis bercerita, kalau dirinya pada saat itu, sudah di ambang kematian. Dan Leon lah yang menyembuhkannya. Bukan hanya dirinya saja. Tapi semua pasukan Nizo disembuhkan olehya.
Bahkan dengan datangnya Jendral David ke pelabuhan Ame pada saat kejadian. Mungkin hanya bisa bertarung seimbang dengan para komandanya.
David adalah seorang prajurit dengan Kekuatan AJI bintang 7. Meskipun tingkatan kekuatanya sama dengan Seril, namun jiwanya mungkin berbeda. Karena kekuatan sihir tidak bisa di ukur hanya dengan Kekuatan AJI saja.
Namun kekuatan sihir yang tidak setara, justru membuat lawan benar-benar tidak seimbang. Hanya perbandingan 1 tingkat sihir saja, kekuatannya setara 100 kali lipatnya.
Dan David mulai iri dengan Leon. Iri dengan kekuatanya, Dan cemburu karena mengambil hati Elis.
Tiba-tiba burung elang pengirim surat masuk ke ruangan mereka. David pun mengambil surat itu. Dan ia langsung terkejut hanya melihat segelnya saja.
Surat dengan segel Emas, adalah perintah darurat dari Sang Raja. David pun membukanya. Seperti ekspresi Direktur Rewin. Hanya beberapa detik saja tatapannya berubah jadi serius.
"Apa isi surat itu.?" Tanya Elis kepada David.
__ADS_1
"Sang Dewi datang ke istana. Surat perintah di keluarkan dengan sangat darurat. Semua Jendral di perintahkan untuk kembali ke istana secepatnya." Kata david sambil membaca surat itu.
"Apaaa." Kata Elis yang kaget.
"Kenapa tiba-tiba sang dewi datang, ini masih belum saatnya bagi Dewi datang berkunjung. Sesuatu yang sangat besar pasti telah terjadi." Kata David dengan serius.
Tanpa berlama-lama, pasukan David berangkat menuju istana. Dan pasukan Nizo masih tinggal di kota Ame
"Leon, dimana kamu sekarang.?" Kata Elis sambil memandangi langit.
....
[Di dalam hutan.]
Leon yang masih tertidur hingga sore hari, di datangi sesosok rubah putih berekor 3.
Rubah itu Menjilat-jilat wajah Leon hingga Leon terbangun. "dimana ini. sudah berapa lama aku tertidur.?"
Ia pun memandangi daun-daun dan ranting yang bergerak di atasnya, angin sore yang berhembusan sepoy-sepoy membuat Leon tidak ingin bangun dari tidurnya.
Perasaan yang sangat sedih, membuat Leon ingin mati. Ia hidup sendirian sekarang. Tidak ada orang yang dia kenal. Dan dia tidak diterima di kota. Yang paling menyedihkan lagi, ia tersesat di dalam hutan selama 6 hari.
Perut Leon mulai berbunyi. Ia sangat lapar, sudah 3 hari lamanya dia tidak makan. Leon pun tidak bisa mengunakan kekuatanya dengan sembarangan. Karena dunia ini masih asing baginya.
"Kenapa tidak ada hewan seekor pun disini, aku sangat lapar". Kata Leon dengan sedih.
Iya pun berusaha bangkit dan duduk. Tidak di sadari, di depannya ada seekor Rubah putih yang lucu membawakan buah apel kepadanya.
Rubah itu mendekat dan tidur di pangkuannya sambil mengelus-eluskan kepalanya. "Huh, baru saja aku bicarakan, ada hewan tepat di gengamanku. Dia terlihat sangat enak.?" kata Leon dalam hati sambil memandangi Rubah itu.
"Ah, tidak-tidak, aku tidak tega memakannya". Kata Leon dalam hati dengan perut yang berbunyi. Dan ia melihat apel yang ada di depannya.
"Apel.? Apa kau yang membawanya"? Tanya Leon kepada rubah itu. Iuuuk iuuuk, balas rubah itu.
"Aah, kau menyelamatkanku Riuu." kata Leon dengan memberikan nama rubah itu. Leon pun memakan apel itu sampai habis.
"Aku terselamatkan. Apel itu Rasanya sangat enak". Kata Leon.
Tidak berlangsung lama. Suara kaki terdengar dari arah belakang. Dengan spontan, Leon pun langsung bersembunyi di balik pohon dengan membawa Riuu.
Ia pun mengintip dengan hati-hati. Terlihat seorang wanita berpakaian gaun yang indah, seperti putri dari kayangan. Dan rambutnya berwarna pirang yang cantik. Wajahnya yang putih bersinar.
"Ini Aneh, Wanita cantik sendirian di dalam hutan. Sedang apa dia disini,?" kata Leon dalam hati.
Dan ranting pohon didekatnya, menutupi pandangan Leon, ia tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Tiba-tiba rubah itu mengeluarkan suara. Iuuu iuuuuu sambil meloncat dari pelukan Leon dan menghampiri wanita itu.
Wanita itu pun menghampiri Riuu. "Riuu, Kamu disini ternyata, Aku tidak boleh keluar dari castle, kenapa kamu disini?". Kata wanita itu.
"Riuu.? Kenapa dia memanggil nama rubah itu dengan nama yang aku berikan?." Kata Leon dalam hati.
Wanita itu pun menunduk mengambil Riuu. Pada saat itu lah wajah cantik itu terlihat oleh mata Leon.
Leon pun terkejut saat melihat wajah wanita itu, bahkan iya sampai melotot melihatnya.
__ADS_1
....