Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Jiwa Orang Yang Sudah Mati


__ADS_3

[Castle Taman Surga]


3 hari berlalu saat Leon dan pasukannya pergi dari Castle Taman Surga. Dan Rachel masih terbaring di tempat tidurnya selama 10 hari.


Dan, terlihat, jari kanan Rachel mulai bergerak. Ia perlahan-lahan membuka matanya.


"Aku dimana sekarang.?" Kata Rachel yang sudah sadar.


"AAAAAaaah. Tanganku, sakit sekali." Kata Rachel yang merasakan kesakitan di tangan kirinya.


"Tabung apa ini.? Kenapa menempel disini.?" Tanya Rachel dalam hati sambil menoleh ke kiri.


"Ah, waktu itu ya. hem, pertarungan itu membuat tanganku terpotong." Kata Rachel sambil memejamkan mata.


"Haa. Leon." Kata Rachel terkejut sambil membuka matanya lagi.


"Leon, Leon, Leoooon." Kata Rachel memangil Leon. Ia pun berusaha duduk di tempatnya.


"Apa dia sedang di luar sekarang. Haah, sudah berapa hari aku pinsan.?" Tanya Rachel dalam hati sambil melihat keluar jendela.


Lalu beberapa menit setelahnya, Aries datang masuk ke dalam kamar Rachel.


"Rachel, ini buburmu." Kata Aries yang belum menyadari kalau Rachel sudah bangun.


"Ah, Aries." Kata Rachel sambil menoleh ke Aries.


"HAAAAAAAA." Teriak Aries terkejut. Sampai bubur yang dibawanya tumpah ke lantai.


"Heeee. Ada apa Aries.?" Tanya Rachel.


"Haah, haah, kau membuatku terkejut Rachel." Kata Aries sambil menghampiri Rachel.


"Emm.?" Suara Rachel kebingungan.


"Syukurlah kau sudah sadar. Bagaimana perasaanmu.?" Tanya Aries sambil mengelus kepala Rachel.


"Ah, aku merasa sudah baikan Aries. Tapi aku masih merasakan sakit di tangan kiriku." Jawab Rachel.


"Kau harus banyak beristirahat Rachel. Itu masih butuh beberapa bulan sampai tersambung sempurnya." Kata Aries yang duduk di sebelahnya.


"Em. Aku masih merasakan sakit di otakku Aries. Tapi luka fisikku sudah sembuh semua. Bahkan aku merasakan sihirku masih penuh didalam sini." Kata Rachel.


"Kau di berikan energi sihir milik Leon Rachel. Luka fisikmu juga disembuhkan olehnya. Hanya tinggal tanganmu saja. Kau harus istirahat yang banyak." Kata Aries sambil mengelus kepala Rachel.

__ADS_1


"Dimana Leon.? Apa dia sedang ada di ruang kerjanya. Aku mau kesana Aries. Bisakah kau membantuku.?" Kata Rachel.


"Leon sedang diluar Castle Rachel. Ada sesuatu yang harus dikerjakan. Tunggulah disini." Kata Aries dengan raut wajah sedih.


"Eemm. Baiklah. Aku akan menunggunya. Mungkin sebentar lagi dia datang kesini." Kata Rachel dengan tersenyum.


Aries hanya menatapnya dengan kesedihan. Dia sebenarnya bingung untuk menjelaskannya pada Rachel.


.....


[Dihutan Perjalanan ke kerajaan Forlsa]


Leon masih menjelaskan kepada Kibo. Dan menunjukkan kekuatan yang sesungguhnya dari senjata suci.


"Lihat ini Kibo. Aku akan memakai energi dari senjata sucimu." Kata Leon sambil mengarahkan senjata suci ke depan.


Senjata suci itu bersinar, dan mengeluarkan petir berwarna biru yang melesat dengan cepat menuju kearah lembah gunung.


BREDOOOM. Suara ledakan dari petir yang keluar dari senjata suci milik Kibo. Bahkan hutan disekitarnya ikut terbakar.


"Waaaah. Itu hebat sekali Leon. Aku baru tau, kalau senjata suci bisa mengeluarkan petir seperti itu." Kata Kibo tercengang melihat ke lembah gunung.


"Sifat alamiah dari senjata sucimu ini adalah petir. Jadi kau harus mengisinya dengan energi yang sifatnya sama." Kata Leon.


"Bagaimana caranya Leon.?" Tanya Kibo.


"Heem. Aku masih belum paham Leon. Ada berapa banyak jenis energi alam di dunia ini.?" Tanya Kibo penasaran.


"Aku merasakan ada 7 macam energi alam didunia ini, bahkan di alam semesta. Energi ini memiliki warna yang berbeda-beda, dan sifatnya alami. 7 macam ini adalah, Api, Air, Tanah, Udara, Petir, Cahaya, Dan Kegelapan." Kata Leon menjelaskan.


"Glegg. Apa kau bisa merasakan semuanya Leon.?" Tanya Kibo.


"Ah. Aku bisa merasakan semuanya. Senjata suci milik Nine Core, berbeda dengan pedang milikku. Kalian hanya bisa mengunakan satu energi alam, dan aku bisa mengunakan semuanya. Senjatamu ini memiliki energi petir, lalu milik Aries adalah kegelapan, dan milik Rachel adalah Cahaya. Kalian tidak bisa mengunakan energi lain selain itu." Kata Leon.


"Glegg. Pantas saja kau bisa mengeluarkan beberapa aura sekaligus Leon. Aku benar-benar sangat terkejut melihatnya. Aku sudah sedikit paham dengan penjelasanmu ini." Kata Kibo tersenyum.


"Em. Saat aku melihat anak-anak di Akademi. Mereka di paksa untuk mengeluarkan api dari tangannya. Padahal, sifat energi mereka berbeda-beda. Ada yang Api, ada juga yang petir. Jika dari mereka memiliki energi petir, sampai kapanpun tidak bisa mengeluarkan api. Apa kau paham Kibo.? Sepertinya aku sudah bisa menjelaskan dengan bahaya kalian." Kata Leon.


"Aaah. Aku paham sekarang Leon. Tapi bagaimana dengan Dona.? Dia seperti memiliki energi Cahaya, tapi juga seperti tanah." Tanya Kibo.


"Dona memiliki energi udara. Dia membentuk energi itu menjadi sebuah jarung yang bersinar. Bahkan dia lebih pintar dari semua Nine Core yang pernah aku temui. Hanya dia yang bisa menyadari kekuatanya." Kata Leon.


"Hoo. Lalu, bagaimana dengan Rachel.? Dia bahkan bisa membuat ruang dimensi dan portal teleportasi.?" Tanya Kibo penasaran.

__ADS_1


"Seperti yang kau katakan Kibo. Mungkin Dona adalah orang pintar, tapi Rachel adalah orang cerdas. Rachel memang tidak tau sifat energinya seperti apa. Tapi dia mampu mengembangkannya. Jika dia tau dengan kekuatannya, mungkin Rachel bisa melawan 3 Nine Core sekaligus dengan mudah." Kata Leon.


"Em, pantas saja dia sangat kuat Leon. Dia bertarung melawan 4 orang Nine Core sendirian waktu itu, termasuk Neswara." Kata Kibo.


"Itu dulu Kibo, kalian masih belum tau apa-apa tentang energi alam ini. Bahkan sekarang kalian di hajar habis-habisan oleh mereka. Haah, andai saja aku bisa menjelaskan seperti ini lebih awal. Mungkin kalian bisa mengahajar mereka sendirian." Kata Leon merenung.


"Baiklah Leon, akan aku coba memahami energi petir dari dalam jantungku." Kata Kibo sambil duduk bersilah. Ia mulai berkonsentrasi merasakan energi yang ada di dalam tubuhnya.


Leon hanya melihatnya. "Hem, semoga kau bisa mengerti energi alam ini Kibo. Mereka sangat banyak sekali disini. Bahkan energi ini tidak akan pernah habis." Kata Leon dalam hati.


Lalu tiba-tiba. "Uhuook." Suara Kibo memuntahkan darah.


"Heee. Kau kenapa Kibo.?" Tanya Leon.


"Leon. Ini sakit sekali. Aku bisa merasakan energi alam dari dalam tubuhku, tapi aku juga mendengar jeritan orang-orang yang sudah aku bunuh. Bahkan energi ini mulai membrontak, dan menyerang tubuhku." Kata Kibo kesakitan.


"Hoo. Jadi seperti itu. Aku paham sekarang. Kau memberikanku pentunjuk baru Kibo." Kata Leon.


"Uhoouk. Hah, hah. Ini sakit sekali Leon. Apa yang terjadi padaku. Uuh, HAAAAAAA." Kata Kibo, lalu ia berteriak kesakitan.


"Kau harus menekan perasaan itu Kibo. Jika kau tidak menekannya, kau tidak bisa mengendalikan energi itu. Dia akan terus memberontak didalam sana." Kata Leon.


"Baimana caranya Leon. Uhoouk. Ini sangat sakit, sakit sekali." Kata Kibo dengan kesakitan. Bahkan ia memuntahkan darah berkali-kali. Lalu, ia meneteskan air mata.


"Kau harus tenang Kibo. Kau harus menerima itu semua. Rasakan lalu tekan perasaan itu. Kuatkan jiwamu Kibo............" Kata Leon yang terdengar oleh Kibo. Lalu, suara itu perlahan hilang dari terlingga Kibo.


"Apa ini, dimana aku.?" Kata Kibo tercengang, ia masuk kedalam alam bawah sadarnya.


"Bajingaaan." AAAAAH." Uhuk. "Maafkan aku." Tolooong." Ampun." Arrg." HAAAA." ma, maafkan aku kaisar naga." AAAAAArgh." Suara dari orang-orang yang pernah dibunuh Kibo.


"Haa. Apa ini. Ini sakit sekali. Uhuuuk. Haaah. HAAAAAAAAA." Teriak Kibo kesakitan.


"Tenanglah Kibo." Kata Leon yang tiba-tiba masuk kedalam alam bawah sadarnya Kibo.


"Leon, Tolong aku. Tolong aku. Hiks. Ini sakit sekali. Aku tidak kuat Leon. Hiks. Tolong aku." Kata Kibo yang sudah mulai gila sambil memegang kepalanya dengan kedua tanganya. Bahkan ia sampai bersujud menahan rasa sakit itu. Dan air matanya keluar terus menerus.


"Haaah,(mengehla nafas). Sepertinya dia tidak bisa menekannya." Kata Leon melihat Kibo mulai gila.


Lalu, kepala Kibo di sentuh oleh Leon. Dan keluar cahaya yang sangat terang dari tangannya itu. Lalu, Kibo pun pinsan. Leon pun keluar dari alam bawah sadarnya Kibo.


....


"Heem. Sepertinya dia ketakutan. Aku jadi mengerti sekarang. Seseorang yang bisa merasakan energi alam ini, mereka juga mendengarkan jiwa orang-orang yang sudah mati." Kata Leon dalam hati sambil membaringkan Kibo di tanah.

__ADS_1


.


.


__ADS_2