
[Kerajaan Honzu]
Terlihat beberapa orang yang sedang Rapat bersama Raja Eden dengan sangat Serius. Tiba-tiba, mereka kedatangan tamu yang sangat istimewa.
Semua orang memberikan Hormat kepadanya. Pemimpin Pasukan Khusus pelindung istana Louktus Prem. Erwin Rosten.
Erwin Rosten adalah keturunan Bangsawan dari 29 kerajaan Anggota Louktus. Dari semua organisasi Pemerintahan Louktus, yang didirikan langsung oleh Neswara Berjumlah 4 kelompok yang sangat kuat.
Salah satunya adalah Blits Thunder. Yang Rata-rata kekuatannya Sudah mencapai tingkat Aji bintang 7, dan jumlahnya ada ribuan di dalamnya. Bahkan ada ratusan orang dengan Tingkat kekuatan yang sudah Awakening.
Erwin sendiri, sudah mencapai tingkat Gaia Droid. Ia benar-benar sangat kuat, bisa di katakan ia sendiri bisa menghuncur 10 kerajaan di dunia ini dalam waktu semalam saja secara bersamaan.
Mereka semua datang ke Kerajaan Honzu dengan tujuan memberikan dukungan militer untuk penyerangan lansung ke Kerajaan Majaren. Karena itu perintah langsung dari Neswara.
Pemimpin Louktus Prem, Bram Neswara mulai melakukan agresi militernya. Untuk memperluas wilayahnya.
....
[Castle Taman Surga]
Semua orang melakukan pesta besar-besaran didalam Castle Sang Dewi. Leon yang terlihat senang sedang menari bersama prajurit-prajurit Nizo dan Elis.
Dan Rachel yang melihatnya dari atas balkon didalam castle, sedang mengepalkan tangannya. "Dia memang wanita yang cantik, apa aku tidak menarik buatmu Leon.?". Kata Rachel dengan Raut wajah yang sangat Kesal karena Cemburu.
Tiba-tiba Aries datang di sebelah Rachel.
"Sekarang kau tidak akan kesepian lagi Rachel, lihatlah mereka. Dengan wajah yang bahagia melakukan pesta pertama kalinya di dalam Castle ini. Semua ini karena satu orang". Kata Aries sambil melihat ke arah Leon.
"Kau benar Aries, aku benar-benar tidak menyangka akan seperti ini. Aku sudah menunggu ribuan tahun lamanya untuk melihat kebahagiaan Leon. Tapi bukan dengan Putri Raja itu.?". Kata Rachel dengan sangat kesal.
"Bahkan kau sendiri terlihat sangat bahagia Rachel. Terakhir kali aku lihat, kau benar-benar sangat murung seperti biasanya. Apa kerinduanmu sudah tercurahkan padanya.?" Tanya Aries pada Rachel.
"Ini benar-benar keajaiban yang datang dari langit, aku tidak menyangka Ia masih hidup dan aku bertemu dengannya disini." Kata Kibo yang tiba-tiba datang.
"Huh, aku sangat bersyukur Leon masih hidup, aku benar-benar tidak menyangka saat pertama kali bertemu dengannya selama ribuan tahun ini. Bahkan aku sempat tidak percaya kalau itu adalah Leon. Aku benar-benar sangat bahagia" Kata Rachel dengan sangat bahagia.
"Kau sekarang sudah berubah Rachel, kau berubah menjadi dirimu sendiri yang sudah terpendam selama ribuan tahun" kata Aries sambil mengelus-ngelus punggung Rachel.
"Terimakasih Aries, Kibo. Kalian berdua sudah membantuku selama ini, selama ribuan tahun lamanya. Dan sekarang aku sudah menemukan tujuanku. Aku tidak akan pernah memaafkan orang yang sudah menyakiti Leon. Bahkan Neswara sekalipun". Kata Rachel dengan sangat marah.
"Itu sudah tugas kami Rachel, melindungi apa yang seharusnya kami jaga. Sesuatu yang paling berharga bagi Leon yang di tinggalkan di dunia ini adalah kau seorang". Kata Aries.
"Aku sangat ingin berbicara dengan Leon, aku sudah tidak sabar" Kata kibo sangat senang dan penuh semangat.
....
Tak terasa waktu begitu cepat. Saat tengah Malam. Suasana sudah mulai tenang, pesta di dalam castle sudah selesai. Beberapa orang tergeletak di lantai-lantai Castle karena mabuk.
Dan beberapa orang sedang membersihkan Castle. Terlihat Raja James, Rewin, Elis dan para pentinggi lainnya, sudah tertidur di dalam kamar masing-masing.
Diatas Castle, tepatnya di luar. Terlihat Leon yang sedang berbaring di atas atap sendirian, sambil menyilangkan tangannya di bawah kepala. Dan merasakan hembusan angin malam sambil memejamkan mata.
__ADS_1
Ia sedang melamun dan mengingat masa kecilnya dulu.
.....
[Flash Back masa kecil Leon]
Terlihat sekumpulan anak-anak sedang bermain di sebuah desa terpencil wilayah Barat Benua Wisdom.
Dan penduduknya sangat ramah-tamah. Mata pencaharian Penduduk disana adalah bertani. Dan ibu Leon, sedang menjemur pakaian di belakang rumah. Ayahnya sedang menjemur jagung hasil panen di sawah mereka.
Leon mempunyai adik laki-laki bernama Jeff Tiko. Adiknya berumur 4 tahun, dan Leon berumur 7 tahun. Nama mereka tidak mempunyai nama keluarga bangsawan. Karena mereka hidup sebagai orang desa biasa.
Leon suka sekali membantu para penduduk disana. Dan sekarang ia sedang membantu kakek-kakek mengangkat air dari sungai kerumah kakek itu mengunakan tong dari kayu.
Teman-teman Leon yang melihatnya langsung membantunya, dan setelah mereka selesai mengangkat air, mereka pun bermain bersama.
Leon dan teman-temannya itu sedang bermain pedang di bawah pohon yang besar di pinggir desa.
Sampai salah satu temannya terkena pukulan pedang dari Leon, tepat dikepalanya, hingga kepalanya mengeluarkan darah.
Ia pun meminta maaf dan bergegas mengendongnya sampai ke rumah temannya itu. saat sampai di rumah temannya, ia di marahi habis-habisan oleh orang tua temannya itu.
Dan ia pun pulang dengan wajah yang murung, sampai ia lupa kalau pedang kayunya ketinggalan di bawah pohon besar.
Saat malam hari, Leon yang kehilangan pedangnya, bergegas mencarinya hingga ia pun sampai di sebuah pohon besar tempat ia bermain. Dan pedangnya pun ada di sana.
Saat leon akan pulang. Tiba-tiba mendung dan awan-awan berkumpul di atas langit.
Dalam sekejap, ada seseorang dari desa yang melihatnya. orang itu pun berteriak sambil berlari.
Leon yang ada di bawah pohon pun menoleh kearah langit, dan ia terdiam tak bergerak sama sekali.
Teriakan dari orang itu sampai terdengar dimana-mana, membuat semua orang yang tertidur pulas Keluar rumah. Seekor Naga yang sangat besar berwarna hitam gelap turun dari portal itu.
Semua warga disana bergegas keluar rumah dan berlari menjauhi desa. Orang-orang disana berteriak dengan kencang, dan berhampuran kemana-kemana.
Teriakan-teriakan dari penduduk desa membuat perhatian Sang Naga.
Naga itu pun menghembuskan nafas dari mulutnya, dan keluar Api berwarna biru yang sangat panas. Dalam sekejap seluruh desa pun terbakar.
Naga itu menyerang kesegala arah, bahkan sawah-sawah yang jauh dari desa itu pun, ikut terkena seranganya.
Setelah Sang Naga puas dengan amarahnya. Naga itu pun pergi dengan santainya begitu saja.
Leon yang selamat dari kebakaran itu bangun setelah beberapa jam ia pinsan, seluruh tubunya penuh dengan luka bakar sampai kulitnya lecet dan berdarah. Ia selamat karena ia berlindung di bawah pohon besar.
Dan di bawah pohon itu ada selogan air. Ia berlindung tepat disana.
Pohon yang besar itu mulai runtuh ke arah Leon. Ia pun segera menghindar dan meloncat dari sana. Rasa sakit di sekujur tubuhnya membuat ia susah untuk berdiri.
Tapi ia harus pulang kerumah untuk melihat keadaan keluarganya.
__ADS_1
Luka bakar yang serius membuat Leon berjalan sempoyongan, bahkan ia sampai terjatuh berkali-kali.
Leon benar-benar terkejut melihat semua orang yang ada di desa. Mereka semua sudah tak bernyawa, mayat-mayat berserakan di tanah, kobaran api masih terlihat dimana-mana, dan bau darah yang menyengat.
Leon sangat tercengang melihatnya, lalu Ia pun berusaha lari ke rumahnya untuk melihat keadaan orang tua dan adiknya.
Dan setelah ia sampai di rumahnya, Leon sangat terkejut melihat rumahnya habis terbakar.
Leon pun berteriak sekencang-kencangnya, ia menangis sambil memanggil nama ibunya. Tidak ada yang tersisa dari rumahnya itu. Bahkan Leon melihat mayat keluarganya hangus terbakar.
Leon menangis dengan sangat kencang. Iya terus-menerus memanggil nama keluarganya satu persatu. Mental Leon benar-benar terguncang di sana. Anak berumur 7 tahun melihat semua orang di desa mati mengenaskan.
....
Leon terus-menerus mengangis. Bahkan sudah 3 hari Leon dirumahnya, tanpa makan dan minum. Sampai ia pun tak punya tenaga lagi untuk menangis.
Tiba-tiba ada cahaya putih turun dari atas langit menuju bukit di belakang Desa.
Leon hanya bisa melirik kearah cahaya itu. Sampai cahaya itu menghilang.
Tapi Ia sangat penasaran dengan cahaya yang turun itu, seperti ia sedang di panggil untuk pergi kesana.
Anak berumur 7 tahun itu menguatkan diri untuk berjalan dan pergi keatas bukit. Iya juga tidak perduli cahaya apa itu. Karena jiwa Leon terpanggil untuk pergi kesana.
Dia sadar, dia harus hidup, dia tidak bisa berdiam diri dirumahnya selamanya. ia berjalan sempoyongan dengan raut wajah yang sangat pucat.
Sampai dia terjatuh dan tidak bisa berdiri lagi. Namun, beberapa menit kemudian, dia mencoba menarik tubuhnya itu dengan tangannya.
Keinginan Leon untuk hidup saat itu, sangatlah kuat dan perlahan rasa itu tertanam pada dirinya.
Perjalananya ke atas bukit adalah tantangan yang paling besar bagi Leon. Iya berkali-kali terjatuh, dan berkali-kali menarik tubuhnya dengan tanganya.
Ia juga sempat pinsan dan tertidur. Sampai luka-luka di sekujur tubuhnya tidak bisa dirasakan lagi.
2 hari lamanya ia berjalan dan merangkak ke atas bukit itu, tanpa makan dan minum, tubuhnya menjadi kering dan kurus, bahkan tulang-tulangnya sampai terlihat.
Saat setelah ia sampai di atas bukit, Leon pun sempat pinsan beberapa jam. Dan saat ia terbangun, ia mencoba mengerakkan kepalanya, dan mencoba untuk menarik tubuhnya lagi.
Dalam hatinya ia berteriak "Aku tidak boleh mati, aku harus hidup, aku tidak boleh mati, aku harus hidup." Keinginan yang sangat kuat, membuat Leon bertahan 2 hari lamanya dengan merangkat ke atas bukit. Dan dalam waktu 5 hari itu paskah tragedi Sang Naga, tidak ada hujan yang turun.
Sampai akhirnya pada malam hari, ia melihat Cahaya yang sangat terang di atas bukit. Ada sebuat lubang yang besar, seperti tanah yang di hantam meteor.
Sesuatu yang tertancap di tengahnya adalah sebuah pedang yang lengkap dengan sarungnya. Leon pun merangkak dan terjatuh kebawah lubang besar itu. Lalu, ia menoleh dan melihat kedepannya.
Dalam hatinya dia berbicara."Pedang.? Aku tidak bisa hidup hanya dengan sebuah pedang." Namun, leon tetap merangkak menghampiri pedang itu. Meskipun ia sudah tau, ia akan mati setelah ini.
Tapi dia tidak menyesalinya, karena itu adalah keputusannya, menaiki bukit tanpa makan dan minum, dan akhirnya ia memegang pedang itu dengan tersenyum.
Dalam hatinya ia berteriak"Aku Berhasil, Aku Berhasil". Tidak lama kemudian ia tak sadarkan diri.
.
__ADS_1
.