Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Frustasi


__ADS_3

[Akademi Rousen, Ruang kesehatan]


"Apa Lisa ada disini Rewin.? Aku ada perlu dengannya." Kata Leon kepada Rewin.


"Dia ada di sebelah sana Tuan." Kata Rewin sambil menunjuk kearah ruangan yang tertutup.


"Baiklah, kau tunggu disini sebentar Rewin. Aku akan menemuinya dulu." Kata Leon sambil berdiri.


"Ah, Baik Tuan." Kata Rewin.


Lalu, Leon pun berjalan ke arah ruangan Lisa. Dan terlihat, Lisa sedang sangat gelisah sambil terengah-engah.


"Aaaaah, Tuan Leon. Huh, huh, huh. Aku sudah tidak tahan." Kata Lisa dengan penuh gairah sambil bergoyang-goyang.


Tiba-tiba, Leon datang membuka pintu yang di tunjukkan Rewin.


"Haii, Nona." Kata Leon dengan tersenyum.


Lisa yang melihatnya masuk, sangat terkejut dengan kedatangan Leon yang tiba-tiba.


"AAAHHHaaiiiii." Suara Lisa yang terkejut.


"HAAAAA." Suara Leon yang kaget. "Huh, kenapa orang ini, membuatku kaget saja." Kata Leon sambil berjalan ke arah Lisa.


"Aaah, Gawaaat, ternyata Tuan Leon ke sini. Jangan menatapnya Lisa, tetaplah berbaring." Kata Lisa dalam hati dengan memejamkan matanya, namun, tubuhnya masih bergoyang-goyang.


"Kenapa wanita ini, ia tidur sambil terengah-engah. Apa dia menahan sesuatu lagi. Apa disini tidak ada toilet.?" Kata Leon sambil melihat Lisa yang bergoyang-goyang.


"Hemmm. Apa aku harus menyapa lagi.?" Kata Leon dalam hati sambil duduk di kursi depan ranjang Lisa.


"Aaah, gawat, dia disini sendirian. Apa artinya di ruangan ini hanya berdua.? Aaaaah, Heh, heh, heh. Aku sudah tak tahan, aku ingin melepaskan baju, sangat panas sekali." Kata Lisa dalam hati.


"Ah, Nona, apa bisa bicara sebentar.?" Kata Leon dengan sopan.


"Tidaaak, aku tidak bisa. Aku benar-benar sudah tak tahan. Aku tidak bisa menahannya. Heh, heh, heh." Kata Lisa dalam hati sambil mengoyangkan pinggulnya.


"Haah. Kenapa dengan wanita ini, membuatku kesal saja." Kata Leon sambil berdiri, dan ia berjalan ke ranjang Lisa yang terengah-engah.


Lalu, Leon memukul tubuhnya Lisa, ia bermaksud memanggilnya.


Plook. "Nona, apa kau bisa bangun sebentar." Kata Leon kepada Lisa sambil memukul pahanya.


"Hiiiiiiih." Suara Lisa yang merinding. Lalu, ia pun membuka matanya, dan ia melihat Leon ada di depannya.


"AAAAAAAAAHHHHHHaaaiiiii" Suara Lisa penuh gairah. "HEEEEEE". Suara Leon yang kaget. Leon pun menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Bisa gawat kalau ada orang yang tau. Untung saja aku merusak layar sihir Aries, jika tidak, ada perang besar di Castle Taman Surga." Kata Leon sangat ketakutan.

__ADS_1


"Ma, maa, maafkan aku Tuan. Aku sudah mengeluarkannya. Ini sangat enak sekali." Kata Lisa kepada Leon penuh gairah.


"Haaa, Dia mengompol lagi. Sepertinya aku harus pergi dari sini. Orang ini sudah tidak normal." Kata Leon yang sangat terkejut.


"heh, heh, Aku harus membuka baju, aku merasa panas, gairahku keluar lagi, heh heh." Kata Lisa dalam hati sambil duduk. Lalu, ia mulai membuka bajunya di depan Leon.


"Aa, aa, APA YANG KAU LAKUKAAAN". Teriak Leon sambil berlari keluar ruangan itu.


"Dia sudah sakit jiwa. Dia sudah tidak Normal. AAAAAAHHH, Akademi sialan." Kata Leon yang berlari ke ruang tertutup.


....


Di ruang tertutup.


BRUUAKK. Suara pintu yang di buka Leon dengan tiba-tiba di ruang tertutup.


"HEe". Suara Rachel yang kaget.


"Leon, kau mengagetkanku." Kata Rachel dengan berdiri sambil melihat Leon yang terlihat frustasi.


"Kau kenapa Leon, ada apa.?" Kata Rachel sambil berjalan ke arah Leon.


"Leon ada apa.?" Tanya Aries yang terkejut.


"Apa kau di serang Leon.? Kata Kibo sambil berdiri.


"Heh, heh, heh, KITA PERGI DARI SINI. RACHEEEEEEL." Teriak Leon yang ketakutan.


"Heh, heh, Kita ke istana Rachel. Aku ada perlu disana." Kata Leon yang terengah-engah.


"Ah, tapi. Kau kenapa Leon. Kau terlihat sangat takut. Apa yang kau takutkan." Kata Rachel yang khawatir.


"Apa Louktus sudah bergerak di sini.?" Kata Kibo sangat terkejut.


"Sepertinya begitu Kibo, kita harus bersiap-siap." Kata Aries yang mengeluarkan senjata sucinya.


"HAAAAA." Teriak Leon yang terkejut. "Kenapa semua orang disini tidak ada yang normal. Apa aku sudah gila. Heh, heh, heh.?" Kata Leon yang frustasi. Lalu, ia pun tak sadarkan diri dan terjatuh ke lantai.


"Aah, Leooon." Kata Rachel yang panik. ia pun langsung membawanya ke Castle Taman Surga.


"Kibo, tetap waspada disini." Kata Aries yang masih ada di Akademi.


....


[Castle Taman Surga]


"Leoon, bangunlah, kenapa kau pinsan lagi, kau bilang kau sudah baikan, Hiks." Kata Rachel dengan sedih sambil menangis.

__ADS_1


Lalu, Leon pun terbangun. "Ah, Rachel ya. Sepertinya hanya dia yang normal." Kata Leon dalam hati.


"Aaaah." Suara Leon sambil duduk. "Leeooon. Kau membuatku panik." Kata Rachel yang memeluk Leon sambil menangis.


"Huh, sepertinya aku sudah pergi dari Akademi sialan itu." Kata Leon dengan cemberut.


"Kau kenapa Leon, ceritakan padaku." Kata Rachel yang menangis di pelukkan Leon.


"Ah, Rachel, kau jangan menangis. Aku hanya frustasi saja. Aku tidak apa-apa." Kata Leon yang menenangkan Rachel.


"Lalu kenapa kau pinsan.?" Tanya Rachel dengan sedih.


"Ituu, karena orang-orang di Akademi tidak ada yang normal. Mereka membuatku frustasi. Masak, Nona yang di bawa Rewin itu, dia kencing dua kali di depanku, dan yang terakhir itu, dia ingin membuka bajunya di depanku. Aaaah, dia benar-benar sudah gila." Kata Leon dengan penuh Emosi.


"APAAAAAA." Teriak Rachel yang marah sampai berapi-api.


Tiba-tiba Aries dan Kibi datang ke tempat mereka.


"Heh, tenanglah Rachel. DAN KAU LEOON, Kau membuat kami khawatir." Kata Aries yang tiba-tiba datang.


"Heeee. Aries." Kata Leon dengan bingung.


"Kami kira kau di serang oleh Louktus. Tapi nyatanya tidak ada mereka disana. Huuh, kau membuatku frustasi Leon." Kata Aries yang kesal.


"HAAAAAAAA. Aku tidak akan memaafkanmu." Kata Rachel yang sangat marah.


"Heh, dia kenapa tiba-tiba marah.?" Tanya Aries kepada Leon.


"Wanita bernama Lisa itu tidak normal Aries." Kata Leon yang masih frustasi.


"Hufh, kalian ini. Rachel hentikan amarahmu." Kata Aries yang emosi. "Heh, heh, heh," suara Rachel terengah-engah dengan menahan emosinya.


"Leon, dia itu bergairah melihatmu, dia jatuh cinta. Dan dia bernafsu padamu." Kata Aries dengan serius.


"HEEE." Suara Leon yang terkejut.


"Kau yang tidak mengerti Leon, dia sangat tergairah, sampai mengeluarkan airnya dari sana. Itu memang tidak normal, tapi dia sudah terpesona dengamu." Kata Aries dengan serius.


"Hmm, sudahlah, yang penting aku sudah disini. Aku tidak mau bertemu mereka lagi. Lalu, Aries, tolong katakan kepada Lisa, untuk melatih anak-anak yang sudah aku bangkitkan disana." Kata Leon dengan serius.


"HAAAAAAAA". Teriak mereka bertiga. Bahkan Kibo sampai bertekuk lutut mendengarnya.


"KALI INI KAU YANG TIDAK NORMAL LEOOON". Teriakan Aries dan Rachel secara Kompak.


"Hahahahaha." Suara tertawa Kibo.


"Apa, ada apa, KENAPA KALIAAAAAAN.?" Teriakan Leon yang frustasi.

__ADS_1


.


.


__ADS_2