
Mecha backk jgn lupa vote komen dn like nya kakakk ><
***
"Prang!" Sella terduduk dengan pandangan kosong perlahan rasa sakit menyerang punggung dan perutnya sakit itu semakin menjadi saat darah mulai mengalir dari sana.
Nafas Agas memburu ia tak sengaja, penyakitnya kambuh. Agas tak bisa menahan emosinya, pria itu dengan gemetar mengangkat tubuh lemas Sella bahkan tangannya bisa merasakan hal basah disana.
"Sella... " bisik Agas.
Agas meneriaki siapapun yang menghalangi jalannya. Ia menyetir dalam keadaan kacau air matanya terus mengalir melihat bekas darah di jemarinya. Kondisi Sella semakin melemah wanita itu sesekali meringis mengusap perutnya yang mengencang.
"Baby Mo tolong bertahan dan Mimo juga harus bertahan," isak Agas meletakkan Sella diatas brankar.
Tubuh Agas luruh ia masih terisak saat Sella sudah di masukan ke UGD. Ia tak bisa mengontrol emosinya hingga mencelakai istri dan baby Mo. Dengan masih terisak Agas menelpon Mama Diana mengatakan kondisi Sella yang buruk.
"Bug!" Agas mendongak menatap Geon yang memukulnya. Emosi menguasai keduanya tak kalah Agas memukul pria yang ia duga selingkuhan istrinya itu.
__ADS_1
"Mati kau sialan!" teriak Agas berbalik menyerang Geon.
Geon menggeram marah. "Dengar pria busuk! aku yang kau kira selingkuhan Sella adalah kakak kandungnya."
Ia yang melihat Agas terdiam tersenyum sinis. "Jika terjadi sesuatu dengan adikku. Jangan harap kau melihatnya," tekan Geon emosi.
Geon yakin Sella belum mengatakan kalau bosnya itu kakanya sendiri ia bisa melihat dari reaksi Agas. Dan Geon tak seratus persen menyalahkan Agas ia pun kalau menjadi Agas akan membabi buta pria yang di tuduh. Yang membuatnya kecewa suami adiknya ini bermain tangan hingga menyebabkan Sella terluka.
Keduanya lantas berdiri saat dokter keluar ada beberapa juga anak koas di sana.
"Kami selaku tim medis turut berduka karena kandungan pasien tidak dapat kami selamatkan meskipun kandungan sudah matang tak memungkinkan untuk bertahan karena kondisi yang melemah dan benturan keras. Faktor terlalu lama dibawa ke sini juga bisa hingga bayi meninggal didalam kandungan."
"Kau benar benar pembunuh Agas," lirih Geon, ia sudah lelah memberi pukulan pada pria yang tengah terisak ini. Biarkan Sella sendiri yang membalasnya.
Agas hanya mendiamkan perkataan Geon ia ingin menemui Sella dengan langkah gontai sebelum memakamkan baby Mo.
"Sayang... " panggil Agas terisak mengusap wajah pucat istrinya.
__ADS_1
"Maafkan Mas, karena Mas kita kehilangan baby Mo..." Agas tak kuasa anggaplah ia cengeng karena memang begitu kenyataannya.
"Plak!" Mama Diana dengan mata berkaca-kaca menampar kuat Agas. Wanita paruh baya itu sangat kecewa baru ia bahagia akan memiliki cucu kini harus pergi karena ulah anaknya sendiri.
"Kamu keterlaluan Agas! apa kata Ayah Sella kalau dia tau putrinya disakiti?!" pekik Mama Diana.
Agas kembali meringis merasakan pukulan berkali-kali dari ayah mertuanya. Ternyata Mama Diana kemari bersama Ayah Sella. Ia hanya bisa pasrah menerima pukulan dan bentakan dua orang penting ini.
"Ayah kecewa dengan kelakuan mu Agas, jika kamu bosan dengan Sella kembalikan dia pada Ayah," ucap Ayah Sella tegas dengan sorot kekecewaan.
Agas mendongak. "Agas nggak akan membiarkan Sella pergi."
"Semua tergantung Sella, kamu pikir Sella akan tetap bertahan dengan orang yang membunuh anaknya?" cibir Geon.
"Itu anakku juga! Agas juga merasakan sedih disini. Kalian pikir Agas mau dengan kondisi nggak normal gini?! Enggak, Agas nggak mau tapi Agas selalu berusaha mengendalikan emosi Agas!!" teriak Agas, ia tak masalah dimaki sana sini tapi apa tidak lebih baik untuk diam dulu, keadaan hatinya sedang kacau. Takut, kehilangan, semuanya jadi satu.
***
__ADS_1
Mecha backk jgn lupa like komen vote byee