Madu

Madu
Episode 64


__ADS_3

"Siska sayang, hari ini mas mau ke luar kota lagi. Maaf yah, saat kamu sedang hamil mas jadi sering ninggalin kamu sendirian dirumah karena kerjaan kantor,". Aku membelai rambut Siska. Sekaligus berpamitan padanya. Karena memang menjadi pemimpin perusahaan sering harus kesana kemari mengurus semua keperluan dan berkas-berkas penting yang tidak bisa diwakilkan oleh orang lain.


"Berapa lama mas?,".


"Sebentar kok, hanya 1 Minggu di Bandung,".


"Yah lama dong mas. Kalau sudah selesai urusan segera pulang ya mas. Nanti Siska rindu,". Nampaknya Siska tidak mau berjauhan denganku. Ah.. aku sangat bahagia.


"Iya sayang, janji. Setelah tepat tujuh hari dan urusan sudah selesai. Mas segera pulang. Mas juga tidak kuat berjauhan denganmu dan anak kita,". Ucapku.


Aku berangkat dari rumah sekitar jam delapan pagi. Setelah berpamitan dengan Siska dan calon anakku, aku bergegas mengemudikan mobilku untuk meluncur menuju ke Bandung. Aku sengaja berangkat lebih awal karena memang agar sampai Bandung tidak terlalu kemalaman. Jadi aku bisa istirahat lebih lama.


Aku menggunakan jalan provinsi, sebelum akhirnya akan menggunakan jalan tol untuk alternatif agar terbebas dari kemacetan. Aku memarkirkan mobilku di salah satu pom bensin. Aku ingin buang air kecil sekaligus mengisi bahan bakar untuk mobilku. Setelah buang air kecil, aku kemudian mengecek kembali dokumen-dokumen yang akan aku butuhkan untuk Presentasi di depan para pemilik saham. Dan Sial!, ada satu berkas yang tidak terbawa. Dan itu berkas yang memang akan aku paparkan di depan para pemilik saham. Aku mengingat-ingat dimana terakhir kali aku meletakkan dokumen itu. Ah ya!, sekarang aku ingat. Aku meletakkan berkas itu di kursi sova kamar, sebelum tadi berpamitan dengan Siska.


Aku memilih untuk balik lagi kerumah dan mengambil berkas yang tertinggal itu. Setelah sampai depan pintu, Siska tiba-tiba menyodorkan berkas yang sangat aku butuhkan.


"Lain kali di cek dulu ya sayang,". Ucapnya dengan sangat lembut.


"Terimakasih sayang,". Ucapku sambil mengecup kening Siska dan langsung pergi lagi menggunakan mobil.


Aku bahagia, Siska sangat pengertian. Bahkan dia sudah menungguku di depan pintu untuk memberikan berkas yang tertinggal. Aku makin merasa yakin kalau Aisyah memang memfitnah kamu Siska. Kamu perempuan baik-baik yang sebenarnya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Cuaca sangat terik. Macet dimana-mana. Termasuk saat ini aku sedang terjebak macet yang sangat panjang. Ah.. benar-benar sangat menyebalkan. Jika begini caranya, akan sampai kapan aku ke Bandung nya.

__ADS_1


"Tuuut.... tuuttt... tuuutt,". Handphoneku berdering. Ternyata ada panggilan masuk dari salah satu staf administrasi di kantorku.


"Haloo selamat siang pak Fatih, mohon maaf menganggu waktunya sebentar, tadi kami mendapat informasi bahwa rapat yang akan diadakan di Bandung untuk sementara harus di pending dulu pak, itu di karenakan ada beberapa penanaman saham dan tamu undangan lain yang berhalangan hadir,". Ucap salah seorang staf administrasi kantorku lewat pesawat telepon.


"Baik, terimakasih informasinya,".


Aku benar-benar sangat geram. Arghh... kenapa tiba-tiba rapat di cancel. Kenapa tidak dari tadi sebelum aku balik mengambil berkas yang tertinggal. Benar-benar ingin marah rasanya. Apalagi sampai terjebak macet dan sangat panas seperti ini. Aku harus segera putar balik dan pulang kerumah. Mungkin ini memang takdir nya aku tidak boleh berjauhan dengan Siska dan calon anakku itu.


Aku mengemudikan mobilku untuk berbalik arah dan kembali menuju ke arah rumah. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu Siska. Mumpung three Bi juga mereka sedang ijin untuk tidak masuk kerja untuk tiga hari. Jadi aku bisa berduaan dengan Siska tanpa ada urusan kantor dan lain sebagainya. Aku sengaja memarkirkan mobilku tidak masuk dalam area rumah. Karena aku ingin memberikan kejutan untuk Siska. Aku mengendap-endap masuk kedalam rumah yang ternyata tidak dikunci kemudian membuka pintu kamar.


"Siskaaaaaaaaaaaa!!!!,". Suaraku menggelegar. Aku benar-benar tidak percaya. Aku melihat Siska sedang melakukan hubungan suami istri dengan laki-laki yang dia bilang saudaranya sendiri.


Hidupku hancur, hatiku sangat sakit. Ternyata semua yang di ucapkan oleh Aisyah dan three Bi itu benar. Siska memang pengkhianat, dan bayi yang di kandung nya itu bukanlah darah dagingku.


Aku menghampiri Siska yang telah menggunakan bajunya. Aku menamparnya berkali-kali. Aku sudah tidak tahan lagi, aku benar-benar sudah di bohongi oleh perempuan ini. Hatiku hancur, hidupku hancur. Benar-benar sudah seperti kiamat. Aku memukul keras kaca di meja rias, hingga semua kaca berserakan kemana-mana.


"Siska!!!!, tega-teganya kamu membohongi ku!!!. Aarrggghhhh!!!, bangun kau perempuan kotor!!!!. Ternyata benar apa yang di ucapkan oleh Aisyah kamu tidak pernah mencintaiku!!!!. Kamu hamil tidak dengan ku!!,". Aku benar-benar sudah tidak tahan.


Tamparan keras bertubi-tubi menghampiri Siska. Aku sudah tidak perduli lagi bahkan jika perempuan ini mati didepanku.


"Mas.... Tunggu!!, aku bisa menjelaskan segalanya!!. Jangan siksa aku mas!!, aku sedang hamil anak kamu!!!,".


"Perempuan hina!, aku tidak pernah sudi memiliki darah daging darimu!!!!. Janin itu bukan dariku!!, tapi dari laki-laki tadi yang sudah meniduri mu!!!!. Aaarrghhh..!!, gara-gara perempuan seperti mu, aku kehilangan Aisyah?!!!. Aku menyia-nyiakan Aisyahku!!!. Hah!!,".

__ADS_1


"Mas... percayalah padaku. Tadi aku hanya khilaf mas!!,".


"Detik ini juga, aku mentalak tiga dirimu perempuan kotor!!. Jangan pernah sekali-kali kamu memunculkan diri dihadapanku lagi!!. Aku benar-benar muak!!, rasanya aku ingin membunuhmu hari ini juga siskaaaa!!!,".


"Mas tolong... jangan mas!?, aku tidak mau pisah dari mu?!!, siapa yang akan bertanggung jawab untuk anak kita?!,".


"Jangan pernah menyebut janin itu adalah anakku!!!!. Aku tidak pernah Sudi!!!. Mintalah tanggung jawab dari laki-laki selingkuhan mu itu perempuan kotor!!!,".


"Hiks... hiks.. hiks... Aku janji mas. Aku tidak akan mengulangi lagi. Aku akan jadi istri mu yang baik seperti Aisyah!!!?,".


"Dengaaaarrrr!!, perempuan seperti dirimu tidak akan pernah bisa menjadi berlian seperti Aisyah!!!!. Tidak akan pernah!!!!!, tidaaakkk akaaannn perrnaaahhhh!!!. Argghhhh!!. Pergi dari sini!!, sekarang !!!!,".


Aku sudah tidak tahan melihat wajah Siska lagi. Aku menarik dan menyeret dengan keras Siska agar dia pergi dari rumah ini. Aku benar-benar sudah muak. Aku tidak pernah ingin melihatnya lagi walau hanya sedikit kuku nya. Aku benar-benar tidak bisa kontrol diri. Aku benar-benar sudah hancur. Aku sudah bodoh.!!, aku bodoh!!.


"Mas Fatih.... tolong Siska mas!!!, maafkan mas!!!, kasihani janin ini!!,".


"Pergiiiii!!!!!, jangan pernah sedikitpun kulit mu menyentuh rumah ini lagi!!!!, pergi!!!,".


Aku terduduk tak berdaya, aku membentur kan tanganku berkali-kali ke tembok. Aku menangis, aku menjerit, aku teriak sekeras-kerasnya. Dimana aisyahku sekarang?!!!. Dimana Aisyah!!!, Aisyah maafkan aku!!!, kamu dimana Aisyah!!!. Maafkan aku Aisyah!!!!. Aisyaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh!!!!!,".


Aku berteriak-teriak memanggil Aisyah, hingga jatuh tak sadarkan diri.


COBA TEBAK GIMANA ENDING NYA. HEHEHE 😂🙏🤗. JANGAN LUPA YA, SETELAH NOVEL INI TAMAT, AUTHOR AKAN MOVE DAN FOKUS UP DI JUDUL NOVEL "BERTEMU, BERTAMU, BERSATU". ❤️

__ADS_1


HAPPY READING SAHABAT. 💞😘


__ADS_2