
Hari ini tepat dua bulan usia kandungan Siska. Dan sikap nya padaku semakin seenak nya, bahkan hampir setiap hari aku mendapatkan perlakuan buruk dari mas Fatih karena hasutan dari Siska. Aku benar-benar sudah tidak kuat menjalani ini semua. Aku harus bicara dengan mas Fatih tentang siapa Siska dan siapa anak yang ada di dalam kandungan nya sekarang. Hampir dua bulan ini aku di perlakukan sangat kejam, aku sudah tidak sanggup lagi ya Allah. Aisyah sudah benar-benar sangat lelah.
Aku menghampiri mas Fatih yang sedang duduk di teras belakang, di kursi gantung favoritku. Mumpung sedang tidak ada Siska. Mungkin ini waktu yang tepat untuk bicara dengan mas Fatih mengenai kejadian yang sebenarnya.
"Mas?, apa mas Fatih sedang sibuk sekarang?,". Tanyaku hati-hati.
"Engga, ada apa dik?,".
"Mas sebelumnya, Aisyah minta maaf kalau belum jadi istri yang baik. Aisyah ingin bicara masalah penting mas,". Suaraku parau dan serasa tercekat.
"Masalah?, masalah tentang apa?,".
"Tentang Siska mas,". Jawabku lirih. Aku sebenarnya benar-benar sangat takut untuk jujur dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Ada apa dengan Siska?!, bayi nya dan Siska baik-baik saja kan?!, kamu sudah menjaga nya dengan baik-baik kan?!,". Nada suara mas Fatih tinggi, sepertinya mas Fatih sangat takut kehilangan Siska dan bayi nya.
"Siska dan bayinya baik-baik saja mas. Dan.... dan Aisyah sudah berusaha semampu Aisyah untuk menjaga Siska dan bayinya seperti yang mas inginkan,". Aku mencoba menahan air mataku.
Seandainya kamu tahu mas, bagaimana istri muda mu itu memperlakukan aku seperti binatang, sangat kejam dan tidak punya perasaan. Hanya karena rasa bahagia mu akan mendapatkan seorang bayi, hatimu sampai tertutup, matamu buta tidak melihat beberapa bekas pukulan dan lebam di tubuhku karena pukulan bertubi-tubi dari Siska. Dan Aisyah hanya bisa menangis karena sesuai permintaan kamu mas, Siska dan bayi nya harus baik-baik saja.
"Syukur lah, lalu tentang apa?, tentang siska apa yang ingin kamu bicarakan denganku Aisyah?,".
"Mas, Aisyah ingin menceritakan hal yang sebenarnya terjadi mas, tolong mas dengarkan baik-baik,".
"Yasudah cepat, jangan bikin mas penasaran,".
"Jadi begini mas, dua bulan yang lalu, saat mas Fatih keluar kota untuk urusan kantor, Aisyah tanpa sengaja mendengar percakapan telepon antara Siska dengan seorang laki-laki. Itu laki-laki yang sama ketika pertama kali Aisyah bertemu Siska saat akan mempertemukan kalian berdua mas. Singkat cerita, Aisyah mendengar percakapan mesra dari pesawat telepon itu, layaknya seorang kekasih mas. Dan setelah 1 bulan setelah Siska pergi ke villa, Siska selama tiga hari sering mual-mual dan muntah-muntah mas, makanya Aisyah menyuruh mas Fatih untuk membujuk Siska ke dokter, dan saat sorenya Aisyah tanpa sengaja menemukan bungkus alat test pack kehamilan, Aisyah sudah menanyakan pada three Bi mereka juga tidak ada yang tahu, dan beberapa hari setelah Aisyah menemukan itu, Aisyah pulang dari belanja bulanan tanpa sengaja mendengar pertengkaran antara Siska dan laki-laki itu dirumah, Siska menangis meminta pertanggungjawaban dari janin yang sekarang ada di rahim nya mas...,".
"Stop!!!. Kamu memang jahat Aisyah!!. Tega-teganya kau memfitnah dan mengarang cerita sekeji itu untuk Siska!!. Mas Fatih bangkit dari kursi gantung itu dan kemudian menariku.
__ADS_1
"Mas... Aisyah menceritakan yang sebenernya, kalau janin di dalam rahim Siska bukan hasil pernikahan dari mas Fatih?!, tapi hasil dari hubungan nya dengan selingkuhannya Siska mas?!,".
Mas Fatih menamparku hingga aku terjatuh di lantai. Benar-benar sangat menyakitkan tamparan itu. Rahangku seperti akan patah. Perih sekali.
"Aisyah!!!!, mas tau!!. Kau menghasut mas agar menjauhi Siska kan??!!!. Hah!, jawab...!. Mulut kamu benar-benar sangat hina Aisyah!!!, tega sekali kamu memfitnah adik madu kamu sendiri sekejam itu!!!!,". Aku di paksa bangun oleh mas Fatih dan kemudian di tampar untuk kedua kalinya, aku menangis aku teriak.
"Mas, percaya sama Aisyah mas, Aisyah tidak berbohong!, mas telah di tipu oleh Siska mas!. Hiks... hiks... hiks...,".
"Dasar perempuan jahat!!!, perempuan hina!, perempuan tukang selingkuh!!, perempuan nggak tahu di untung!!!. Dengar Aisyah!!!. Kamu yang menyuruhku untuk menikah lagi dengan Siska!!, bahkan dulu aku menolak dan tidak pernah mau memilik istri selain kamu!!!, tapi kamu memaksaku!!. Dan sekarang apa..!, hah!!. Sekarang kamu juga ingin menghancurkanku lagi dengan memfitnah Siska hamil dengan laki-laki lain!!, jawab....!!,". Kali ini mas Fatih menendang keras kursi, hingga kursi itu tanpa sengaja mengenai tubuhku. Aku menjerit kesakitan.
"Mas Fatih!, Aisyah tidak pernah selingkuh mas!, tidak pernah sekalipun!. Bahkan selingkuhan Siska hampir berbuat jahat pada Aisyah mas!!. Hiks... hiks.. hiks.. Tolong percaya mas,". Aku benar-benar sudah tak berdaya, tamparan dua kali mas Fatih sudah sangat menyakitkan, dan terlebih tubuhku yang terkena benturan kursi sangat keras, benar-benar sangat perih dan menyakitkan.
"Apa!!!, tidak selingkuh!!!, kamu setia Aisyah!!!, mana ada perempuan hina sepertimu ini bisa setia!!, hah!!. Sekarang aku tanya....!!,".
"Ta... tanya apa mas?. Hiks.. hiks.. hiks..,". Aku masih menangis menahan sakit.
Aku tidak mungkin menjelaskan apa alasan aku mengganti password handphoneku. Aku tidak mungkin jujur pada mas Fatih bahwa yang menyuruhku untuk menikahkan dia dengan Siska adalah Bunda mertuaku, ibu kandung nya sendiri. Baru aku bicara jujur tentang istri muda nya, aku sudah di perlakukan seperti ini, apalagi jika aku buka mulut mengenai masalah Bunda pada mas Fatih. Tidak aku tetap harus diam.
"Mas, Aisyah tidak pernah selingkuh!!,".
"Jawab!!, kamu tidak tuli kan!!!. Kenapa diam!!, hah?!!. Kasih alasan kenapa kamu mengganti password handphone mu diam-diam tanpa memberi tahuku bahkan sampai detik ini!. Laki-laki mana yang sudah meniduri mu Aisyah!!!,". Ucapan mas Fatih menghancurkan ku, lebih menyakitkan dari pada pukulan-pukulan fisik yang aku terima darinya.
"Mas... Hiks... hiks... hiks..,".
"Perempuan hina!!!, perempuan kotor!!!, perempuan yang selingkuh dibelakang suaminya!!, ingat Aisyah!. Jangan pernah lagi kamu memfitnah Sisk!!!, ini semua salah mu!!. Kenapa kamu menyuruhku untuk menikahi Siska, jika akhirnya kau menginginkan hancurnya hubunganku dengan Siska!!!. d
Dengar!!, pertama kali aku bertemu Siska!!, aku kira dia perempuan tidak baik karena pakaian nya seksi!!!. Tapi ternyata aku salah!!. Ternyata cover tidak bisa menjadi jaminan!!!,".
"Istighfar mas?!!. Aisyah tidak seburuk itu mas Fatih, Aisyah tidak pernah selingkuh dibelakang kamu mas. Tidak pernah!!,". Aku masih terus menangis, kini mas Fatih memegang lenganku dengan sangat kuat.
__ADS_1
"Dan kamu ingat...!!, kamu bahkan dengan kejam memaksaku untuk tetap menikahi Siska!!!. Aku tidak diberikan hak sedikitpun untuk memilih istri muda yang ingin aku nikahi!!!. Kamu perempuan tidak punya hati Aisyah!, kamu benar-benar lebih jahat dari pada binatang!!!, sekarang apa??!!!!. Kamu iri karena aku sekarang lebih mencintai Siska dari pada kamu, iya?!!!. Kamu iri karena sekarang aku lebih memilih Siska dari pada kamu iya?!!. Hah...!!!, Jawab.!!!,".
"Mas Fatih, apa salah Aisyah mas. Kenapa mas Fatih selalu menomor duakan Aisyah mas, kenapa mas Fatih pilih kasih dan tidak adil pada Aisyah?, kenapa mas??!. Hiks... hiks.. hiks... Kenapa mas Fatih mengabaikan Aisyah mas?, kenapa....,". Belum sempat aku mengadukan semua perasaanku, mas Fatih tiba-tiba membangunkan tubuhku lagi dengan kasar.
Kepalaku di tarik kebelakang, hingga jilbab dan rambutku tertarik. Sangat sakit rasanya. Benar-benar aku sudah tidak berdaya, aku benar-benar sudah lemah, fisikku seperti akan mati.
"Dengar wanita kotor!!, banyak sekali alasan kenapa aku lebih memilih Siska!!. Dengar baik-baik.... dan jangan pura-pura tuli Aisyah!!!. Pertama, kamu sudah menghancurkanku sejak pertama kamu menyuruhku untuk menikah dengan Siska!!. Kedua, kamu sudah selingkuh dibelakang ku!!. Ketiga, kamu mandul Aisyah!, kamu mandul!. Kamu tidak bisa memberikan keturunan untukku!. Dan sekarang Siska lah istri mudaku yang memberikan keturunan untukku, tapi perempuan jahat seperti mu malah memfitnah dengan keji!!!,".
Hatiku hancur, aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi, fisikku sudah tidak kuat, hatiku benar-benar sudah hancur. Aku bukan wanita mandul seperti yang mas Fatih bilang, aku sudah cek ke dokter bahwa aku dalam kondisi baik, rahimku tidak ada masalah. Ini hanya masalah waktu, Allah belum memberikan rezeki seorang anak padaku. Aku tidak mandul mas Fatih... Aku wanita normal.
"Astaghfirullah mas Fatih!!. Istighfar mas... jangan berkata seperti itu. Aisyah tidak mandul mas. Aisyah normal...?!!. Hiks.. hiks... hiks... hiks... Mas, bukankah kita sudah membuat kesepakatan bahwa akan memiliki keturunan setelah dua tahun menikah?,". Aku mencoba mengingatkan mas Fatih kembali mengenai planning kita sewaktu masih pengantin baru.
"Hahahaha!!!!. Planning sialan!!!, sekarang sudah berapa tahun Aisyah, hahh!!!. Sudah lebih dari dua tahun, sudah dua tahun lebih tiga bulan!!, kamu belum juga hamil, kamu mandul!!,".
Mas Fatih menjatuhkan tubuhku. Aku seperti orang yang sudah mati rasa.
Aku hancur, benar-benar sangat hancur. Kenapa Allah tidak sekalian mencabut nyawaku. Aisyah sudah tidak kuat lagi ya Rabb, Aisyah perempuan biasa yang rela diperlakukan sekasar ini hanya karena ingin mendapatkan surga-Mu lewat taatku pada suami Aisyah ya Allah.
"Mas... cukup, Aisyah sudah tidak berdaya. Jangan mas... Hiks... hiks.. hiks..,". Aku menahan mas Fatih yang ingin menamparku untuk yang ketiga kalinya.
"Dasar perempuan pembawa sial!!!. Aku menyesal pernah sangat mencintaimu Aisyah!!!. Siska jauh lebih baik dari pada kamu!!!. Dia tidak mandul seperti mu!!. Dia setia!!,". Mas Fatih masih sangat emosi, keringat nya mengalir, matanya merah.
Bagiku hari ini adalah hari dimana aku memang sudah benar-benar merasakan mati, mati jiwaku, mati hatiku. Aku sudah tidak kuat.
"Mas Fatih... mas bisa tanyakan semua apa yang Aisyah ceritakan pada three Bi!!!. mereka saksi mas, mereka yang setiap detik dirumah!. Mereka tahu segalanya!!,". Ucapku dengan masih menangis.
"Halahhhhh!!!, sekarang kamu mau bawa-bawa mereka yang tidak tahu apa-apa!!, dasar perempuan hina!!. Bisanya menyusahkan banyak orang, bahkan sampai asisten rumah tangga pun kamu bawa-bawa!!,". Mas Fatih pergi meninggalkanku begitu saja. Aku terkulai lemas tak berdaya, semua sel dan sendi di tubuhku seperti telah mati.
Aku masih menangis sampai akhirnya tak sadarkan diri.
__ADS_1