Madu

Madu
27 | ba


__ADS_3

Sebulan berlalu kesedihan itu perlahan sirna digantikan rasa ikhlas, semua itu berkat Agas yang selalu memberi dirinya motivasi, semangat, dan kasih sayang. Contohnya saat ini dimana Sella meminta pada Agas nasi uduk lengkap dengan lauk pauknya.


"Sayang, seperti ini bukan?" tanya Agas menunjukkan ayam dengan kulit hitamnya.


Sella tertawa melihat ayam goreng yang gosong itu. "Gosong sayang, sini aku aja yang goreng. Kamu bikin orek tempe."


Pria itu menggaruk dahinya tak gatal, ia baru tau kalau menggoreng gunakan api kecil agar matang sampai dalam. Akhirnya Agas memotong tempe dadu setelah di contohkan oleh Sella.


"Aku yang potong bawang merah, Mas. Nanti kamu perih matanya," ucap Sella mencunci tangannya.


"Nggak usah sayang, kamu duduk aja. Mas mau bikinin buat kamu," tolak Agas lembut.


"Yakin?"


"Yakin, sayang."


Sella mengangguk ia kembali ke meja makan menumpu dagunya sesekali tersenyum melihat Agas yang berbalik kesana kemari.


"Bisa, Mas?" tanyanya.


Agas sedikit menoleh. "Bisa buat kamu keenakan?"


"Ish, mesum," kekeh Sella.

__ADS_1


"Mas juga serius sayang," jawab Agas berbalik menatap Sella yang kini sedang tersenyum malu.


tok tok tok


"Mas yang buka, kamu di sini aja," ucap Agas melepas apron nya.


Sella mengangguk ia mendekati dapur, tawanya pecah seketika melihat potongan bawang yang cukup besar itu. Segera ia kembali memotong dengan ukuran yang lebih kecil dan tipis.


Di liriknya ruang keluarga tidak ada Agas dan tamu disana. Sella mencuci tangannya berniat menghampiri Agas.


"Mas... "


Agas menoleh melihat Sella yang tertegun segera melepaskan pelukan Laras. "Sayang... dia memelukku dengan paksa."


"Jangan cari masalah, Ras. Kita sudah selesai lama," desis Agas menghindar dan memilih memeluk pinggang Sella.


"Aku nggak cari masalah, Mas. Mau nawarkan diri menjadi istri kedua kamu. Lagi pula Sella belum kasih kamu anak kan?" ucap Laras mengulas senyuman.


Sella tetap bergeming dengan mata berkaca-kaca. "Aku memang belum bisa memberikan Mas Agas anak untuk saat ini."


"Kamu bodoh banget, Sel. Kamu lupa anak kamu dibunuh sama siapa?" ucap Laras semakin membuat runyam.


"Tidak ada, karena anak kami meninggal karena kesalahan kami berdua. Kalau Mbak Laras ingin mengambil Mas Agas dengan membuat kami bertengkar itu nggak akan terjadi," ucap Sella tegas menguatkan hatinya.

__ADS_1


Agas mengusap bahu Sella. "Pergi, Ras. Jangan buat masalah lagi atau aku akan membeberkan kelakuanmu."


"Buka mata kamu Mas! kamu belum punya anak lho. Apa kamu nggak mau punya anak?" ucap Laras.


"Ingin, tapi hanya dari rahim Sella. Jika Tuhan tidak mengizinkan pun aku tak masalah karena aku menikahinya karena aku mencintainya, persoalan anak itu menjadi bonus untukku," ucap Agas mengenggam jemari Sella menunjukkan bagaimanapun keadaannya dia akan tetap mencintai sang Istri.


Laras menggeram kesal. "Kamu apakan Mas Agas hingga dia berubah seperti ini?" sinisnya pada Sella.


"Sudahlah Laras, dari awal kita menikah aku memang tidak mencintaimu. Aku hanya mencintai Istriku Sella tak ada yang lain selain dirinya."


"Langsung saja, apa kemauanmu?"


Laras tersenyum. "Kembalikan Mas Agas untukku."


"Silahkan," ucap Sella menganggukkan kepala.


"Sayang... "


"Silahkan ambil jika Mas Agas mau, jangan jangan kamu memang pikun. Mas Agas tidak pernah mencintaimu jadi bagaimana kamu meminta dia untuk kembali," lanjut Sella tersenyum mengejek.


***


Mecha back jngan lupa sesajen nya.

__ADS_1


Cek juga crita Heaven yaa ><


__ADS_2