
Hari ini aku akan menceritakan segalanya pada suamiku mas Fahmi. Aku ingin berbagi beban yang selama ini mengganggu hati dan pikiranku. Sudah cukup, kemarin aku dan suami terjadi kesalahpahaman.
"Mas, apa mas Fahmi sedang sibuk?,". Aku menghampiri suamiku yang sedang duduk di kursi teras depan rumah.
"Tidak dik. Ada apa?,".
"Mas, maukah mas Fahmi mendengar semua cerita yang akan Aisyah bagi dengan mas?,". Tanyaku sembari duduk dikursi samping mas Fahmi yang kosong.
"Cerita?, cerita tentang apa dik?,". Tanya suamiku padaku.
"Sejujurnya Aisyah juga bingung mas. Harus memulai cerita ini darimana. Rasanya akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk membagi semuanya padamu mas,".
"Mas siap mendengarkan semua hal yang ingin kamu ceritakan pada mas dik. Tidak usah terburu-buru. Curhat lah dan berbagi pada mas pelan-pelan. Senyamannya kamu saja,".
"Baiklah mas. Aisyah ingin menceritakan beberapa hal yang selama ini membuat beban dipikirkan Aisyah. Aisyah ingin membagikan ini pada mas. Agar tidak ada lagi kesalahpahaman diantara kita, seperti dua hari yang lalu dirumah Umi mas,". Aku menghela nafas panjang, dan kemudian melanjutkan ucapanku.
"Mas, kamu masih ingat?. Kejadian aku yang tidak sadarkan diri ketika sesaat setelah proses akad pernikahan kita berlangsung?. Bahkan mantan Bunda mertuaku juga ikut terjatuh tak sadarkan diri. Mas Fahmi ingat?, kala itu Umi dan Abi meminta maaf dan memohon pengertian pada kedua orang tua mas dan kepada mas?, untuk meminta waktu berdiskusi dengan mantan suamiku bersama Bundanya?. Aisyah sangat yakin, mas Fahmi pasti ingat kejadian itu. Dan jujur saja, Aisyah juga tidak tahu, apa yang ada dalam pikiran mas dan kedua orang tua mas saat itu,".
"Mas ingat dik. Bahkan sampah detik ini mas menatap wajahmu. Mas masih ingat tragedi itu. Jujur saja, selama ini mas juga bingung. Apa yang sebenarnya terjadi?, tapi mas tidak berani bertanya padamu. Mas hanya ingin menjaga perasaan istri mas. Hingga akhirnya mas menelan segala rasa penasaran mas dik. Lalu sebenarnya kenapa dik?, kenapa kamu dan Bunda mantan mertuamu hingga tak sadarkan diri?, dan apa yang dibicarakan antara keluarga mantan suamimu dengan keluargamu dik?,". Mas Fahmi akhirnya pun mengungkapkan apa yang ada di hatinya selama ini. Lebih tepatnya rasa penasaran yang tak kunjung mendapatkan jawaban.
"Hmmm, mas. Kita tidak pernah tahu, apa rencana Allah untuk hidupkita. Dan bagaimana takdir yang harus kita jalani. Saat itu, pernikahanku dengan mas Fatih mantan suami Aisyah baik-baik saja dan bahagia mas. Sampai pada akhirnya Bunda dari mas Fatih memberikan sebuah pesan melalui aplikasi WhatsApp pada Aisyah. Pesan itu sangat mengerikan dan benar-benar membuat hancur segalanya mas. Intinya, dalam pesan itu, Aisyah dipaksa untuk membagi mas Fatih dengan perempuan lain yang sudah dipilihkan oleh Bunda. Bahkan Bunda mas Fatih, mengancam Aisyah bahwa Aisyah akan menjadi seorang janda. Jika tidak berhasil memaksa Mas Fatih untuk menikah lagi. Wanita mana mas?, yang hatinya tidak hancur?, yang dunianya tidak runtuh ketika mendapatkan takdir demikian dalam hidupnya?. Dengan sangat terpaksa, Aisyah terus memaksa mas Fatih untuk menikah lagi dengan pilihan Bundanya. Saat itu, bahkan Aisyah sampai berantem hebat karena mas Fatih menolak permintaan Aisyah. Mas Fatih tidak ingin membagi cintanya untuk Aisyah dulu dengan orang lain. Namun akhirnya, mas Fatih mengalah dan mengikuti permintaan Aisyah saat itu. Tibalah saat itu Aisyah menjalani hari-hari Aisyah menjadi kakak madu. Tinggal satu rumah dengan istri baru suami Aisyah dulu, istri muda mas Fatih dulu, sangat bertolak belakang dengan Aisyah. Dia bahkan tidak shalat dan tidak menutup aurat. Hati-hati berat dan menyakitkan Aisyah hadapi dengan rasa sabar, meskipun terkadang air mata tidak pernah berhenti menetes. Mas Fatih terpengaruh dengan hasutan dan segala tipu daya istri mudanya. Saat itu, istri muda mas Fatih hamil, tapi tidak dengan mas Fatih. Melainkan dengan pacarnya,".
"Jadi?,". Tanya mas Fahmi penasaran.
"Jadi ya, ternyata adik madu Aisyah telah memiliki seorang pacar jauh sebelum akhirnya menjadi istri kedua mas Fatih saat itu. Mas Fatih gelap mata, dia begitu menjaga istri mudanya yang sedang hamil anak laki-laki lain, dan mengabaikan Aisyah begitu kejamnya. Aisyah sering diperlakukan kasar, dibentak, dihina, bahkan diberikan pukulan fisik oleh mas Fatih. Aisyah dulu sempat tidak sadarkan diri, setelah tubuh Aisyah dihajar oleh mas Fatih. Saat itu, niat Aisyah hanya ingin memberitahu pada mas Fatih, siapa sebenarnya istri muda mas Fatih itu, dan Aisyah hanya ingin mas Fatih tahu, kalau janin yang ada di rahim istri mudanya itu, bukanlah darah dagingnya. Aisyah akhirnya kabur ke Cirebon dirumah salah satu sahabat dekat Aisyah waktu Aisyah masih kuliah di Solo. Setelah itu, Aisyah pulang kerumah dan menceritakan segalanya pada Umi dan Abi. Sampai pada titiknya, Aisyah resmi bercerai dengan mas Fatih, dan menghabiskan masa Iddah Aisyah. Saat itu, mas Fatih sama sekali tidak ada kabar. Dan akhirnya Allah mempertemukan Aisyah dengan laki-laki yang sangat baik yang berada didepan Aisyah saat ini,". Aku menyeka air mataku.
Innalilahi wa innailaihi rojiun, sungguh berat sekali ujian hidup yang dijalani oleh Aisyah istriku. Pantas saja, dia sering kupergoki sedang menangis dan melamun. Aku bahkan tidak tega dan menyakitkan sekali mendengar semua cerita Aisyah dengan Fatih mantan suaminya dulu. Bagaimana bisa, seorang laki-laki berbuat kasar pada seorang perempuan?. Bahkan hingga bermain fisik. Aku Seiji sangat emosi, mendengar semua cerita istriku. Perempuan sebaik dan secantik Aisyah sangat tidak pantas mendapatkan perlakuan sekejam itu. Aku dengar, mantan suami istriku adalah seseorang lulusan Madinah. Tapi kenapa?, dia bisa sekasar itu dengan gelas-gelas kaca. Bukankah dia tahu, bagaimana Rasulullah bersabda dalam salah satu hadistnya yang artinya “Berbuat baiklah pada para wanita. Karena wanita diciptakan dari tulang rusuk. Yang namanya tulang rusuk, bagian atasnya itu bengkok. Jika engkau mencoba untuk meluruskannya (dengan kasar), engkau akan mematahkannya. Jika engkau membiarkannya, tetap saja tulang tersebut bengkok. Berbuat baiklah pada para wanita.” (HR. Bukhari, no. 3331 dan Muslim, no. 1468). Dan Rasulullah juga mewasiatkan untuk berbuat baik pada gelas-gelas kaca “Lembutlah kepada gelas-gelas kaca (maksudnya para wanita).” (HR. Bukhari, no. 5856; Muslim, no. 2323).
"Sayang?, sini bangun,". Ucapku yang kini dalam posisi berdiri dan membuka lebar-lebar kedua tanganku. Aku tidak tega melihat istriku menangis karena mengingat masa lalunya yang begitu pahit dan mampu mebuatku yang seorang laki-laki juga merasakan luka yang sangat dalam. Setidaknya, sebuah pelukan bisa menenangkan hati yang sedang tidak karuan.
__ADS_1
"Hiks... hiiikss... hiks... Aisyah sangat tersiksa dulu mas. Aisyah bahkan merasa, bahwa Aisyah telah selesai,". Aisyah sesenggukan menangis dipelukanku. Aku berkali-kali mencium kepala Aisyah. Aku terus memeluk istriku dan menenangkannya.
"Aisyah, kamu tahu sayang?. Mas sangat beruntung dan bersyukur memiliki istri sekuat kamu dik,". Aku menyeka air mataku.
"Mas?, ceritanya belum selesai. Kita duduk lagi ya. Nanti kalo Aisyah nangis, peluk lagi ya mas,". Ucap Aisyah padaku. Aku bahagia melihatnya manja padaku. Ini pertama kalinya Aisyah merajuk seperti ini padaku.
"Oh iya sayang. Ayok kita duduk,". Aku tersenyum dan kemudian duduk kembali dikursi yang sama,".
"Mas, Aisyah ingin jujur satu hal lagi sama mas Fahmi. Tapi Aisyah mohon, jangan marah ya mas,". Aku khawatir mas Fahmi akan kecewa dan marah besar padaku, setelah mengetahui bahwa aku pernah hamil meskipun Allah menakdirkannya lain.
"Jujur saja dik. Mas sudah menyiapkan hati dan segalanya untuk mendengarkan semua cerita kamu pada mas. Jangan sungkan-sungkan sayang. Tak apa,". Aku meyakinkan istriku.
"Mas, jujur ketika Aisyah memilih kabur ke rumah Azizah sahabat Aisyah yang di Cirebon. Beberapa hari setelahnya Aisyah mual-mual dan wajah sangat pucat sekali. Azizah membawa Aisyah ke salah satu dokter dan akhirnya dirujuk kesalah satu rumah sakit yang ada di Cirebon. Aisyah tidak sadarkan diri saat itu. Dan ternyata, sebenarnya Aisyah saat itu sedang hamil muda mas. Tapi Allah menakdirkan lain. Aisyah kehilangan calon anak Aisyah, Aisyah keguguran karena stress yang berlebihan. Saat itu, Aisyah semkain hancur mas. Aisyah bahkan tidak tahu lagi bagaimana caranya agar tetap bisa bertahan untuk hidup setelah kehilangan calon janin Aisyah. Hiks.... hiks.... hiks.. Saat itu, Aisyah hanya mampu menangis dipelukan Azizah. Aisyah sudah pernah hamil mas, karena itulah hingga detik ini, Aisyah masih trauma karena pernah merasakan yang namanya keguguran dan kehilangan janin yang ada di kandungan Aisyah. Maafkan Aisyah mas, Aisyah baru sanggup dan baru bisa jujur pada mas Fahmi,". Aku tertunduk dihadapan suamiku. Entahlah, aku tidak tahu. Saat ini seperti apa perasaan mas Fahmi. Dan apa yang saat ini ada didalam pikirannya.
"Dik,". Suamiku memanggilku, dan kemudian menggenggam erat tanganku.
"Maafkan Aisyah mas. Aisyah seorang janda dan pernah hamil, Maafkan Aisyah,". Aku sesenggukan menangis didepan mas Fahmi.
"Apa mas tidak marah?, jujur saat mas Fahmi berkata, bahwa itu adalah hal yang lumrah untuk seorang wanita yang belum pernah hamil. Disitu Aisyah merasa berdosa, karena belum bisa menceritakan segalanya pada mas Fahmi. Aisyah sedih dan sangat terpukul,".
"Maafkan mas dik. Sungguh, mas benar-benar tidak tahu. Kalau dik Aisyah pernah kehilangan calon janin nya. Maafkan mas ya dik, jika saat itu ucapannya and menyakiti perasaan mu,".
"Mas tidak salah. Dan puncaknya mas, saat diakad pernikahan kita. Mas lihat sendiri mantan suami Aisyah berserta Bunda nya datang. Kemudian jatuh pingsan. Jujur Aisyah juga sangat shock dan kaget. Dipertemuan tertutup itu, ketika Bunda mas Fatih telah sadar, mereka menceritakan segalanya mas. Ternyata Bunda juga korban dari suaminya. Ayah mas Fatih, yang menyuruh Bunda untuk mengirimiku sebuah pesan menyakitkan itu, Ayah mantan mertuaku pula yang menyiapkan adik madu untuk Aisyah. Bahkan Bunda juga sering menerima penyiksaan batin dan fisik. Penyiksaan batin karena suaminya selama ini memiliki istri muda tanpa sepengetahuan putra satu-satunya mas Fatih, dan juga Bunda sering dikasari fisiknya oleh Ayah mas Fatih. Mantan Ayah mertua Aisyah serakah mas. Dia tergila-gila dengan bisnisnya hingga mengorbankan segalanya. Dan alasan kenapa mas Fatih tidak ada kabar dan tidak menghubungi atau mencari Aisyah, karena saat itu mas Fatih harus stand by menjaga Bunda yang sakit keras karena penyiksaan fisik dari suaminya. Dan ketika Bunda telah membaik kondisi nya, datanglah mereka dari Jakarta ke Solo dihari pernikahan kita mas. Niat mereka tentu ingin menjelaskan segalanya, dan memperbaiki hubungan Aisyah dengan mas Fahmi. Tapi Allah memiliki rencana lain. Allah kirimkan mas Fahmi dalam hidup Aisyah, untuk menggantikan Fatih mantan suami Aisyah,".
Rasanya hatiku benar-benar sangat lega. Beban sebesar gunung yang aku telan mentah-mentah seorang diri. Kini terbagi dengan laki-laki yang kini menjadi suamiku. Tidak lagi ada hal yang aku sembunyikan dan aku tutupi dari mas Fahmi. Hari ini, detik ini semua sudah kuceritakan pada mas Fahmi. Aku melihat mas Fahmi yang terdiam, dengan mata yang berkaca-kaca. Suamiku mencoba untuk menahan bulir-bulir air matanya agar tidak jatuh didepanku.
"Lalu dik?, kenapa kamu menangis di gudang seorang diri waktu dirumah Umi?, didepan foto pernikahan Aisyah dengan Fatih mantan suami Aisyah?,". Aku bertanya kembali, tentang alasan yang membuat istriku terduduk dan menangis didalam gudang, didepan foto pernikahannya yang kini telah kandas.
"Oh iya, Astaghfirullah. Aisyah lupa menceritakan satu hal itu. Sebentar ya mas, Aisyah mau ambil sesuatu dulu,". Aku sampai kelupaan tidak menjelaskan mengenai alasan kenapa aku menangis digudang, dan tentang foto itu pula.
__ADS_1
"Mau kemana?,". Tanya mas Fahmi yang tidak aku jawab. Aku bergegas mengambil amplop surat dari Bunda, dan membawa kedepan agar mas Fahmi juga membacanya sendiri.
"Mas, bacalah isinya,". Aku memerintahkan suamiku untuk membaca sendiri surat yang aku terima dari Bunda mas Fatih.
"Apa ini dik?, dr. Layla?, siapa dia dik?,".
"Itu surat mas. dr. Layla adalah Bundanya mantan suami Aisyah mas,".
"Bunda mantan mertuamu mengirimi surat ini dik?,"..
"Iyah mas, tepatnya saat kita baru saja sampai dirumah Umi, tiba-tiba Aldi menyodorkan surah ini pada Aisyah. Coba mas baca dulu saja,". Pintaku pada mas Fahmi.
Aku memandangi bunga anggrek yang sangat indah. Pandanganku terfokus pada mas Fahmi. Mas Fahmi saat ini sedang membaca surat itu. Surat yang membuat semuanya jadi rumit.
"Dik?, apa keputusan kamu setelah membaca surat ini?,". Mas Fahmi rupanya telah selesai membaca surat dari Bunda.
"Aisyah manut mas Fahmi saja. Oh iya mas, mas salah paham. Sejujurnya Aisyah menangis digudang memang sengaja agar tidak ketahuan mas Fahmi. Aisyah tidak ingin, sampai mas melihat Aisyah yang menangis, sederhananya Aisyah tidak ingin membuat mas khawatir. Mas, Aisyah menangis bukan karena rindu dengan masa lalu Aisyah mas. Tapi Aisyah menangis karena lagi-lagi takdir memberikan situasi yang tidak enak pada Aisyah mas. Sungguh, tidak ada yang Aisyah tutupi mas. Masalah foto, jujur mas. Aisyah sendiri kaget, ketika kain penutup itu jatuh karena tertarik kaki Aisyah tanpa sengaja. Aisyah tidak pernah tahu, kalo ternyata Umi menaruhnya disana. Dulu, Aisyah pernah meminta tolong pada Umi, untuk menyingkirkan segala benda yang mengingatkan Aisyah pada masa lalu Aisyah mas. Aisyah sudah berkata sejujurnya, selebihnya terserah mas Fahmi, mau percaya atau tidak pada Aisyah,".
"Mas percaya padamu dik. Apa kamu ingin membantu Bunda mantan mertua kamu dik?,". Mas Fahmi menanyakan pertanyaan yang tidak bisa aku jawab. Aku tidak ingin terjebak lagi dengan masa laluku. Aku yakin, saat ini pasti perasaan mas Fahmi sedang mengalami fluktuasi yang sangat hebat. Tapi mas Fahmi selalu tenang menghadapi segalanya.
"Aisyah tidak tahu. Aisyah nunut manut dengan perintah mas mengenai surat ini mas,".
"Yasudah, nanti biar mas pikirkan lagi ya dik. Kamu sekarang istirahat ya sayang. Ayuk masuk kedalam. Lagian bentar lagi akan hujan besar,". Ucapku sembari merangkul pundak Aisyah.
"Jazakallahkhoyr ya mas. Sudah mau mendengarkan segala cerita Aisyah di masa lalu. Maafkan Aisyah jika ada hal yang barusan menyakiti mas tanpa sengaja,".
"Wa anti Jazakillahkhoyr istriku. Makasih juga sayang, kamu sudah mau terbuka dan berbagi dengan mas. Semoga kamu selalu bahagia di sisi mas ya sayang,".
"Aamiin,".
__ADS_1
Aku istirahat dikamar, sedangkan mas Fahmi tidak ikut tidur, dia menyuruhku untuk istirahat. Dia bilang ada hal kecil yang harus dia selesaikan secepatnya. Badanku yang kelelahan akhirnya tertidur pulas di timangan kasur.