Madu

Madu
40 | EXTRA PART


__ADS_3

Sampai di titik akhir terimakasih yg kmrin komen ga mau baca lagi aku gmsalah aku jdikan motivasi untuk kedepannya. Maaf bila bnyak ksalahan kata dan crta ini murni ketakutan aku dlm pernikahan.


stelah ini kita lanjut ke heaven yaaa


****


MPLS ... terkadang denger kata itu udah buat deg degan parah. Termaksud gadis 16 tahun dengan rambut kuncir kuda yang tengah gugup saat ini.


"Perkenalkan nama saya Sella Melivia. Bisa di panggil Sella."


"Kenapa rambutnya di kuncir gitu? kayak anak kecil tau nggak," cibir kakel.


Sella mengulum bibirnya menahan gugup. "Maaf, Kak. Ini disuruh sama Kakak yang pakai baju hitam."


"Kamu pikir kita disini pakai baju rainbow?" iya juga sih Sella jadi malu soalnya kakak kelas di depannya ini memang pakai baju hitam semua.


"Maksud saya yang itu loh, Kak," ucapnya menunjuk seorang lelaki muda yang tengah menyandarkan tubuhnya ke dinding.


"Oh, Agas. Woi sini ngumpul."


Lelaki yang dipanggil Agas itu menghampiri mereka. "Kenapa?"


"Kau nyuruh dia kuncir kuda?" Agas mengangguk.


"Kita tetanggaan. Terus saya suruh dia kuncir kuda," jawab Agas menatap Sella yang terus memunduk.


"Kalau di tanya jangan nunduk," ucap Kakel dengan suara tinggi.

__ADS_1


"I-iya, Kak."


.


.


.


Agas tersenyum sendu mengingat raut takut Sella saat masa MPLS. Selama waktu itu ia habiskan untuk mengerjain Istri tercinta.


"Papah..."


Ia menoleh. "Hai anak Papa, sini Nak."


Setelah kematian Sella, Agas memutuskan membuang jauh Laras dan membawa anaknya pergi. Hanya mereka berdua di dunia ini karena Mama Diana telah pergi menyusul Sella dan Geon yang kini sibuk mengurusi rumah tangganya.


"Sudah, Papah." putri kecil hasilnya dan Laras kini tumbuh sehat dan sangat cantik. Sampai sekarang rasa penyesalan itu selalu ada sampai kapanpun.


"Sudah siap semua kan, sekarang temani Papah makan ayam mentega." Finola membantu Agas berdiri karena usia yang sudah tua membuatnya susah berjalan.


"Papah kangen Mama ya? sampai tiap hari makan ayam mentega," kekeh Finola.


"Pasti dong, Papa nggak pernah absen kangen Mamah. Ayam mentega adalah masakan pertama Mamah waktu kami menikah," ucap Agas sedikit terkekeh.


"Mama sangat beruntung memiliki Papah," ucap Finola menuangkan air untuk Agas.


"Salah, karena yang beruntung disini Papah. Mama begitu baik Papah jadi tak sabar menemui Mamah." Finola menahan air matanya, Agas memang selalu mengatakan ingin berjumpa dengan Sella.

__ADS_1


"Nanti kita ke rumah Mama ok? Papah nggak boleh sedih."


Pagi menjemput, Agas menitikkan air mata saat ia tak bisa mewalikan Finola karena status Finola sendiri merupakan anak diluar nikah.


Sayang Sella... putri kita sudah menemukan pelabuhannya, batin Agas.


"Saya terima nikah dan kawinnya Finola Yunitiara binti Laras Gunadi dengan seperangkat alat sholat dan emas 50 gram dibayar tunai!."


"Alhamdulillah," gumam Agas.


Finola memeluk Agas erat. "Terimakasih Papah, telah menjaga Finola selama ini. Telah menjadi superhero yang hebat untuk Finola, Papah nggak boleh sedih karena sekarang Ada Mas Dino yang menemani Finola dan Papah."


"Tentu, Sayang. Selamat atas pernikahan kamu semoga sampai akhir jika ada masalah bicarakan dengan baik. Ingat! kesetiaan itu nomor satu dan jangan pedulikan omongan orang lain."


"Pah..."


"Pah... "


"Mas Dino tolong Papah," pekik Finola saat Agas melemah dalam pelukannya.


"Assalamu'alaikum Mas Agas yang tampan."


***


mecha bck jgn lupa like vote nya kritik blh pake bahasa yg baik ya


__ADS_1


__ADS_2