Madu

Madu
24 | Sweden


__ADS_3

Agas harus mengubur impiannya dalam dalam ke Jerman karena Sella merajuk bahwa dia ingin lebih dulu ke Abisko tepatnya di Swedia Tak apa ia bisa kapanpun ke Jerman jika ada waktu luang bersama Sella nanti.


"Makanan enak porsinya dikit banget ya Mas," ucap Sella memakan sup jagung hangat.


Agas hanya tersenyum ia menggeser sup jagung miliknya. "Buat kamu kalau masih lapar."


Sella terkaget ia tak menyangka respon Agas seromantis ini. "Eh? jangan sayang. Aku kenyang cuma bingung kebanyakan makanan enak porsinya sedikit. Sini aku suapin."


Pria itu membuka mulutnya menikmati makanan yang jauh lebih enak karena di bumbui rasa cinta oleh Sella. "Terlalu enak karena kamu yang suapi Mas."


Sella tersenyum malu, "Ish, gombal. Aku nggak sabar deh lihat pemandangan indah disana." selain Swiss istrinya itu sangat mengidamkan pergi ke Cappadocia hanya belum terwujud saat ini. Lain waktu akan Agas wujudkan impian Sella satu persatu.


"Semoga kita dapat momennya sayang," jawab Agas karena Aurora Borealis kata orang-orang susah didapat.


.


.


.

__ADS_1


Agas kembali memeluk Sella dari belakangan raut wajah Sella sedikit sedih karena sampai kini cahaya itu tak kunjung menampakkan cahaya cantiknya. "Sabar sayang, kalau nggak dapat kita perpanjang waktu disini."


Alasan ia membatalkan ke Jerman karena disini tak cukup satu hari untuk melihat cahaya cantik itu butuh kesabaran yang ekstra.


"Kenapa dia nggak mau muncul ya Mas? apa mungkin dia takut kalah cantik sama aku," gumam Sella percaya diri.


Agas tertawa menyembunyikan wajahnya di lekukan leher Sella. "Tentu, kamu sangat cantik malam ini sayang. Dia belum lihat kamu udah insecure duluan."


Perlahan cahaya cantik itu menunjukkan wujudnya setelah ditunggu berjam jam. Wanita itu sudah menangis terharu menatap sinar hijau dan kuning yang menari indah di langit. Mereka kembali mengabadikan momen cantik itu. Agas menangkup wajah Sella menatapnya teduh.


Dibawah fenomena cantik itu Agas menyatukan bibirnya dengan Sella meluma*t dengan lembut penuh cinta. Di sela ciumannya Sella mengalungkan tangannya pada leher Agas saat suara jepretan kamera bersahutan.


.


.


.


"Indah sayang," puji Agas menatap kagum hamparan gunung salju sambil menunggu ikan mereka matang.

__ADS_1


Sella menyender dibahu Agas. Ia juga terharu menatap keindahan negri es ini. "Sangat, Mas ikannya sudah matang."


Pria itu segera mengangkat ikan bakar panas itu tanpa bumbu. Ia membuka daging ikan milik Sella agar cepat dingin. "Buka mulutnya sayang, Mas suapin," kata Agas mengambil sepotong daging ikan.


"Walaupun nggak ada bumbu tapi enak banget ya Mas," ungkap Sella makan dengan lahab.


"Bukan karena aku suapin?" goda Agas menaik turunkan alisnya.


Sella terkekeh, "Karena kamu juga, jauh banget lebih enak." Agas tersenyum malu mencuri satu kecupan di bibir Sella.


"Mas berharap akan ada kehidupan lagi disini," gumam Agas mengusap perut Sella.


"Sabar Mas, kita masih berusaha semoga dedeknya Florin cepet hadir," jawab Sella mengusap rahang Agas.


***


Kalian bisa cek postingan atau foto foto mereka berdua di akun instagram aku yak.


@xc.saturnus_

__ADS_1


itu akun IG aku kalau bisa sklian di follow >< biar tau keseharian mereka berdua.


jangan lupa vote komen dan like bye bye


__ADS_2