
mecha bck jgn lupa like vote nya kritik blh pake bahasa yg baik ya
***
Agas mengerjabkan matanya, meringis sakit saat pusing yang ia derita akiba luka tusukan kaca yang sempat menancap di keningnya.
"Sella?!"
"Dok! dimana Istri saya?!" tanya Agas tak sabaran.
"Tuan, lebih baik istirahat dulu. Kondisi anda masih sangat lemah."
"Mana bisa aku istirahat jika anak dan Istriku dalam bahaya," pekik Agas mencabut paksa selang infus.
"Aku mohon, tolong antarkan aku bertemu Istriku," ucap Agas menangkup tangannya.
Dokter menghela nafasnya lalu mengizinkan Agas asal dengan kursi roda yang ia dorong.
"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Agas.
"Lebih baik anda sendiri yang lihat nanti," ucap Dokter.
"Untuk apa kau kemari?! tidak puas menyakiti adikku?" bentak Geon bangkit dari duduknya.
Agas menunduk. "Maaf, tapi aku mohon aku ingin bertemu dengan Sella."
__ADS_1
"Silahkan jumpai adikku dan anakmu di surga."
Agas terkekeh bahkan sedikit meringis akibat kekehannya itu. "Lelucon mu sangat hambar. Cepat beri tau aku dimana Sella, aku ingin memeluknya."
"Hei jangan diam, dimana Istriku." Agas bertanya lagi. Ia bahkan telah menyiapkan kalimat untuk meminta maaf pada Sella nanti.
Geon membuang wajahnya tak sanggup menjawab pertanyaan pria yang sayangnya adik iparnya. "Masuk saja."
Pria itu tersenyum lebar saat diizinkan Geon untuk menemui pujaan hatinya. Ia menatap bingung dimana Sella? kenapa tidak ada alat yang biasa berbunyi.
Perlahan Agas mendekati brankar yang di tutupi kain putih dengan tangan gemetar. Tak mungkin Sella meninggalkan dirinya sendiri di dunia ini.
"DOKTERRR."
"Tolong, Istriku tak bisa bernafas jika kalian menutupi wajahnya dengan kain ini," bentaknya dengan tatapan kosong.
"Kenapa diam? tolong Istriku kenapa alat alatnya dilepas."
"Agas!!" pekik Geon.
"Kau sebagai Kakak bagaimana membiarkan adikmu—"
"Sella meninggal karena dirimu, dengar?! keponakan ku pun pergi karena dirimu," bentak Geon menyadarkan Agas dari linglungnya.
"Jangan bercanda! wajahnya bahkan masih sangat cantik dan bersih," gumamnya menelusuri wajah pucat dan dingin itu, kecelakaan tadi tak mampu menodai wajah cantik Sella.
__ADS_1
"Agas." Mama Diana menghamburkan pelukannya. "Sayang... sabar Nak."
"Mah... ada apa?" Agas masih linglung ia belum siap mendapatkan fakta menyakitkan seperti ini.
"Ikhlaskan Sella, Nak," ucap Mama Diana mengusap air mata Agas yang mengalir.
"Bagaimana Agas bisa hidup jika dunia Agas tiada."
Agar berbalik memeluk Sella erat. "Sayang... Jangan tinggalkan Mas sendiri disini. Maafkan Mas, kamu boleh menghukum Mas tapi jangan seperti ini. Mas nggak akan kuat, Sayang... "
"Dokter tolong! Istriku," isak Agas ia sangat terpukul kejadian beberapa jam lalu masih terngiang.
"Pasien meninggal setelah menjalankan operasi, kami sangat meminta maaf. Janin nya pun tak bisa kami selamatkan karena ledakan yang besar dan terjepit hingga maaf... perut pasien robek dengan ukuran sangat besar. Anda kecelakaan tepat di sebelah mini pombensin Tuan."
Tubuh Agas luruh, anaknya?
"Mamah, Agas menyesal!! tolong kebalikan Sella pada Agas. Dia dunia Agas, hanya dia yang selalu ada," Agas tak kuat ini terlalu sakit kehilangan dua orang tercinta sekaligus.
Geon mengusap air matanya begitu dengan Zayn yang hanya diam sedari tadi. Kini Geon sebatang kara walaupun uang banyak tak satu pun keluarga kandungnya yang merasakan kerja keras.
"Ikhlaskan Adikku, Agas. Kau memang bersalah dan ini ambillah cincin pernikahan mu dan Sella ku temukan walau sudah sedikit rusak." Geon menyerahkan cincin rusak tersebut.
Agas kembali melirik Sella, matanya kosong degan air mata yang terus mengalir. "Mas sangat mencintaimu, Sayang. Mas ikhlas meski sangat susah, Mas janji hanya akan ada nama kamu di hati Mas. Sampai bertemu di surga nanti semoga setelah Mas meninggal nanti kamu yang lebih dulu menyapa aku."
***
__ADS_1
mecha bck jgn lupa like vote nya kritik blh pake bahasa yg baik ya