
Laras yang merasa terpojok mendorong tubuh Sella hingga Agas tak sempat menahan serangan itu.
"Akhh!!" pekik Sella.
Agas menatap Laras nyalang, ia mencengkram pipi tirus itu hingga Laras meringis kesakitan. "Jika terjadi apa apa dengan Istriku. Aku sendiri yang akan membunuhmu."
Laras terdiam ia tak sengaja mendorong tubuh Sella hingga terjatuh.
Agas mengemudikan mobilnya seperti orang kesetanan. Tangannya bergetar setiap Sella mengeluarkan ringisan. "Sayang.. tahan ya sebentar lagi sampai."
"Dokter!!" teriak Agas menggendong Sella, air matanya sudah mengalir melihat Sella yang sudah tak sadarkan diri.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin."
Tubuh Agas bergetar melihat brankar Sella sudah di masukan, pemikiran buruk terus menghantui dirinya.
"Ma... Sella masuk rumah sakit," isak Agas melalui telepon.
Geon juga akan kemari secepatnya karena di dunia ini pria itu hanya memiliki Sella. Agas masih menangis hingga Mama Diana datang memberinya pelukan hangat.
"Laras Mah... dia mendorong istri Agas," jawab Agas mulai tenang.
Mama Diana tersentak kaget, setelah tak muncul lama Laras kembali muncul membuat kekhawatiran untuknya. "Laras? Kamu harus hati hati sama dia."
cklek
"Tak ada yang serius, kabar gembiranya pasien saat ini sedang hamil satu bulan."
Agas yang baru tenang kembali menangis memeluk Mama Diana erat. "Mah... Agas akan jadi Baba lagi," isaknya.
__ADS_1
"Iya, Nak. Selamat Agas jadilah orang tua yang baik, kontrol emosimu." Agas mengangguk mengerti segera masuk memeluk erat Sella yang kini juga menangis terharu.
"Mas... " lirih Sella menangis bahagia.
"Iya, sayang? Mas sangat bahagia. Florin akan mempunyai seorang adik," bisik Agas mengecup kening Sella.
"Baby.... " jawab Sella mengusap hangat perutnya.
Agas menunduk ia baru sadar bahwa perut sang istri memang cukup membuncit. "Adek kenapa nggak kasih tau Baba kalau sudah ada disini."
"Adek malu, Baba," ucap Sella menirukan suara anak kecil.
"Sayang kita jaga baby sama sama oke? terimakasih Mimo sayang," bisik Agas di angguki Sella.
"Kakak udah tau?" tanya Sella mengunyah buah apel.
"Udah, tapi dia lagi rapat nanti kesini secepatnya. Kalau Mama lagi ke kantin."
"Oh my baby, selamat sayang," ucap Geon memeluk Sella erat turut merasakan kebahagiaan.
"Terimakasih, Kakak." Sella kembali memeluk Geon. Mereka baru bertemu setelah berpisah lama dan saat Geon mengatakan dia adalah Kakak Sella tentu saja ia tak percaya. Dan tiba saatnya pada Ayah sendiri yang mengatakan itu benar adanya.
"Jaga dengan baik, Gas," peringat Geon duduk di sofa ruangan.
"Hem, aku akan menjaga mereka bahkan jika nyawaku menjadi taruhan," jawab Agas tegas.
Geon terkekeh, "Santai aja, kata Dokter apa?"
"Kandungannya sehat tidak lemah seperti kandungan sebelumnya, mungkin kemarin karena stress jadi sangat berpengaruh pada kehamilan. Untuk yang ini akan aku usakan untuk tidak membuatnya stres," jelas Agas tersirat kesedihan mengingat Florin.
__ADS_1
"Ya, memang seperti itu. Florin sudah bahagia disana. Dia akan menjadi tabungan mu dan Sella di surga kelak." Geon menepuk bahu Agas memberi semangat.
"Aku dengar Laras membuat masalah lagi?" Geon bertanya dengan nada dinginnya.
"Dia mendorong Sella dan saat itu aku memang ikut terkejut belum sempat aku memegangnya. Beruntung mereka tak ada masalah."
"Ada ataupun tidak aku akan memberinya ganjaran. Bagaimana mungkin kau menikahi wanita seperti itu?" pekik Geon memandang aneh Agas.
Agas menghela nafasnya lelah. "Dipaksa, hampir saja aku mencintainya. Dia sudah lebih dulu berselingkuh dan hamil."
"Really?"
Agas mengangguk. "Ya, saat itu aku memaafkannya hanya saja hatiku sudah mati rasa sebelum kembali bertemu dengan Sella. Beberapa bulan dia kembali berselingkuh dan kau sudah bisa menebaknya."
"Benar benar tipikal murahan mantanmu. Selera mu menurun ya ternyata selama bersama dengan wanita itu," kekeh Geon geli.
"Haish! ingin muntah kalau di ingat lagi," gumam Agas lagi dan lagi membuat Geon tertawa.
"Hahaha, mungkin dia memiliki penyakit jiwa. Padahal dia bisa dapat yang lebih baik darimu."
"Itulah aku juga bingung. Dia sangat terobsesi dengan uang hingga ngangkang sana sini demi menjadi kaya raya."
****
Kritik blh tapi pakai bahasa yang baik yaa
jgn lupa like komen vote smuanya hehehe
ini crta pertama maaf kalo aga berantakan.
__ADS_1