Madu

Madu
41 | PART RAHASIA CUKUP BACA!!


__ADS_3

Sella Melivia, bunga desa yang sangat amat cantik. Wajahnya ayu serta tutur bahasanya yang lembut. Banyak anak juragan desa yang meminangnya tapi tak satupun ia teriama.


"Sella ke Jakarta ya, Yah? nanti jangan lupa nyusul Sella."


Di jenjang menengah atas akhirnya ia mampu berpindah ke sekolah dan kota yang jauh lebih baik walaupun ada rasa sedih karena harus meninggalkan sang Ayah sendiri dirumah.


...PESERTA MPLS...


08xxxxxxxxxx


Ikuti semua peraturan yang ada jangan melanggar!!


08xxxxxxxxxx


oke, Kak. Itu aja Kak? ada tambahan tidak.


08xxxxxxxxxx


nggak ada.


08xxxxxxxxxx


ada. teruntuk peserta atas nama Sella menggunakan pita di rambut dengan warna merah putih.


^^^Anda^^^


^^^saya aja, Kak?^^^


08xxxxxxxxxx


Ya.


Sella menghela nafasnya kesal tengah malam gini mana ada fotocopy yang buka.


.


.


.


"Kamu Sella? tolong pesankan saya soto sambalnya dikit banget. Jangan pakai jeruk cukup sambal. Oh ya sendok garpu." gadis muda itu hanya mengangguk nurut, mpls tiga hari tapi full di suruh suruh oleh kakak kelasnya bernama Agas.

__ADS_1


"Menyebalkan," gumamnya.


"Sel?!"


"Iya, Kak?" saut Sella sabar.


"Jangan lupa gorengan," ucap Agas.


"Uangnya mana, Kak?" tanya Sella kembali menghampiri Agas.


"Pakai uangmu dulu."


"Uang aku cuma ada dua ribu, Kak."


"Yaudah ngutang."


.


.


.


"Cek! cek! baik. Seluruh peserta MPLS silahkan berdiri di lapangan kita akan menyaksikan ananda Sella bernyanyi."


"Maaf, Kak. Saya nggak pernah mengatakan ingin nyanyi," ringisnya takut.


"Udah gapapa, ada Kak Agas tuh."


"Sella maju," ucap Agas tajam.


"Ekhm! cicak cicak di dinding."


Agas dan lainnya tertawa keras mereka kira Sella akan bernyanyi lagu romantis ternyata lagu odong odong.


"Ganti! lagu romantis dong. Yakali gue mau naik odong odong udah besar gini," kekeh Agas.


"Saya nggak bisa nyanyi."


"Nggak nanya, udah sana cepet!"


"Sudah kah kau yakin tuk mencintaiku, ku ingin satu untuk slamanya." Semua seketika terkagum saat suara halus Sella mengalun indah.

__ADS_1


"Ku tak... melihat dari sisi sempurna mu. Tak perduli kelemahanmu... yang ada aku jatuh cinta karena hatimu."


.


.


.


"Kenapa, Sayang?" tanya Agas memeluk Sella dari belakang.


"Ternyata jodoh aku itu kamu," jawab Sella terkekeh.


"Karena Mas sangat mencintai kamu dan takdir mengizinkannya," bisik Agas mulai menggerayangi tubuh Sella.


"Malam pertama, Sayang. Mas pengen."


Sella mengangguk pasrah karena ia juga menantikan hal itu. Kamar ith menjadi saksi bagaimana mereka menyatu dalam cinta dan kenikmatan, Agas mampu membuatnya bahagia luar dalam. Pria itu memperlakukan dirinya dengan sangat amat lembut dan penuh kehati harian.


"Terimakasih, Sayang. Telah menerima Mas sebagai suami kamu dan memberikan ini untuk yang pertama kepada Mas."


.


.


.


Apa yang lebih menyedihkan dari perpisahan? Lagi dan lagi Agas kembali memandikan anak lelaki nya seperti saat dirinya memandikan anak gadisnya pertamanya yang telah tiada.


"Maafkan Baba, doakan Mimo sehat. Hades kesayangan Baba," bisik Agas tersedu-sedu.


"Jangan bawa Mimo, Karena Baba tak bisa hidup tanpa Mimo."


"Hades adalah kesayangan Baba setelah Florin. Dan Mimo yang pertama," lanjut Agas mengafankan Hades.


"Tolong sampaikan pada Florin bahwa Baba sangat mencintai Florin."


***


DAH YAAA CUKUP SAMPE SINI AJA


. KU INGIN SATU UNTUK SELAMANYA

__ADS_1


DSNI AKU CMA INGIN MENGUNGKAPKAN BAHWA CINTA ADA DOA TERKUAT TAK ADA YG MAMPU MEMBOHONGI. BABAYY SAMPAI BERTEMU DI CRTA SELANJUTNYA.


JANGAN LUPA FOLLOW DAN SESAJEN


__ADS_2