Madu

Madu
Episode 56


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Siska dan selingkuhannya pergi ke villa yang mereka sudah rencanakan, dan aku kembali lagi hanya bersama three Bi dirumah karena mas Fatih juga sedang keluar kota.


"Assalamualaikum...,". Aku mendengar ada suara yang mengetuk pintu.


"Waallaikumussalam,". Ucapku sambil membuka pintu. Mataku terbelalak ketika melihat tiga orang yang berdiri di depan pintu rumahku.


"Kak Aisyah...??!!,". Teriak anak kecil laki-laki yang kini tidak seperti anak-anak lagi karena semakin tinggi.


"Aldi.... !!,". Teriakku sambil memeluk nya erat.


"Umii.... Abii!,". Teriakku sangat bahagia hingga aku meneteskan air mata. Aku memeluk Umi dan Abi sangat erat. Aku sangat merindukan mereka.


"Ayok masuk Umi, Abi dan.....,". Aku mempersilahkan masuk Umi dan Abi serta, ah adikku Aldi sudah lebih dulu masuk rumah tanpa kakak nya suruh.


"Kak?, kemana nak Fatih?,". Tanya Abi padaku.


"Mas Fatih sedang di luar kota karena ada urusan kantor Abi. Jadi Aisyah di rumah bersama three Bi,". Jawabku dengan penuh semangat. Rasanya melihat wajah kedua orang tua dan bisa memeluk mereka secara langsung seperti memberikan kekuatan untukku.


"Tree Bi?!,". Ucap Umi dan Abi yang sangat kompak sambil saling melempar pandangan bingung. Tentu saja Umi dan Abi bingung, karena memang aku belum mengenalkan three Bi pada mereka.


"Sebentar yah Umi Abi, Aisyah panggil three Bi dulu agar berkenalan dengan Umi dan Abi,".


Aku berjalan menuju kedapur untuk memanggil ketiga personil three Bi agar berkenalan dengan Umi dan Abi. Alhamdulillah... Allah begitu baik, untung Siska sedang pergi juga saat tiba-tiba Umi dan Abi datang kerumah. Sungguh, aku tidak bisa membayangkan barang sedikitpun jika Siska bertemu dengan Umi dan Abi. Pasti akan sangat menyakitkan untukku dan tentunya untuk kedua orang tuaku.


"Bibi, kalian bertiga bisa ikut Aisyah ke ruang tamu?, orang tua Aisyah datang kesini Bi dari solo, sama adik laki-laki Aisyah satu-satunya,". Ucapku pada mereka yang sedang asyik memotong sayuran.


"MasyaAlloh, orang tua non Aisyah main kesini?. Ayuk Jah, Dar kita kesana,". Ucap Bi Inah dengan semangat nya.


"Non Aisyah, kami ganti baju dulu ya. Malu masa pakai baju dinas seperti ini?,". Kali ini Bi Dar yang berkata sambil menunjukkan seragam kebanggan mereka, alias celemek untuk menutupi baju mereka saat akan memasak.

__ADS_1


"Tidak usah Bi, kalian sudah sangat cantik. Ayuk kedepan,". Ucapku lagi.


"Yasudah, Dar sama Inah duluan sanah, nemuin orang tuanya non Aisyah. Aku tak siapin minuman sama makanan nya dulu,". Ucap Bi Ijah pada kedua teman nya.


"Bener nggak papa Jah?,". Ucap Bi Dar pada Bi Ijah.


"Iya ngga papa. Sudah Sanah. Kasian orang tua non Aisyah nunggu lama,". Ucap Bi Ijah.


Aku, bersama Bi Dar dan Bi Inah lebih dulu ke ruang tamu untuk menemui Abi dan Umi.


"Umi ... Abi... ini Bi Dar, Bi Inah, dan satu lagi Bi Ijah sedang menyiapkan minuman dulu. Mereka sudah lama kerja di sini, sejak pertama Aisyah pindah ke Jakarta Umi. Heheh... jadi Aisyah panggil mereka three Bi. Biar mudah aja gitu manggilnya,". Aku menjelaskan kepada Umi dan Abi.


"Bibi ... gimana?, apa putri kami Aisyah suka merepotkan kalian?, hehehe,". Kali ini Umi yang bertanya sambil bercanda kepada Bi Inah dan Bi Dar.


"Ngga nyonya, non Aisyah sangat baik sekali. Kami jadi betah punya majikan seperti putri nyonya,". Ucap Bi Dar pada Umi.


"Oh, hehe... Maaf Bu, kami takut tidak sopan, masa panggil orang tua majikan kami bukan nyonya,". Ucap Bi Inah menambahkan.


Tidak lama Bi Ijah datang membawa beberapa minuman dan Snack ringan untuk Umi, Abi, dan Aldi.


"Umi... ini personil three Bi satunya lagi, namanya Bi Ijah. Hehe,". Ucapku memperkenalkan Bi Ijah pada Umi dan Abi.


"Monggo nyonya, diminum,". Ucap Bi Ijah.


"Ijah... Jah... jangan panggil nyonya. Ibu nya non Aisyah ngga mau di panggil nyonya,". Bisik Bi Inah dan Bi Dar pada Bi Ijah.


"Hehehe... maaf Bu,". Ucap Bi Ijah.


"Bu Pak, kami bertiga pamit ke dapur lagi yah. Monggo di minum sama di makan Pak Bu, ayok dek diminum,". Bi Inah pamit undur diri dari ruang tamu untuk kembali kedapur bersama dua temannya.

__ADS_1


"Oh iya Monggo silahkan Bibi,". Ucap Abi dan Umi bersamaan.


Aku melihat jam dinding sekitar pukul satu siang. Mungkin lebih baik aku menyuruh Umi dan Abi untuk istirahat dulu saja. Sebelum nanti ashar bangun dan makan bersama. Mungkin mumpung disini, aku ingin ajak orang tuaku dan adikku jalan-jalan ke salah satu mall, tapi yang jelas bukan mall yang kemarin aku di permalukan oleh Siska.


"Umi, Abi, dan Aldi... Istirahat tidur siang dulu aja ayok. Pasti capek sekali perjalanan Solo-Jakarta,".


"Boleh kak.... Aldi capek nih, pengen bobo,". Adikku Aldi merengek kecapekan dan minta tidur siang. Aku tersenyum melihat nya.


Dik... semoga kelak saat kamu dewasa dan berumah tangga, kamu jadi laki-laki yang baik dan bertanggung jawab serta tidak kasar dan menyakiti hati perempuan seperti Abi yah dik, doaku lirih dalam hati.


Aku mengantar Umi, Abi, dan adikku Aldi menuju ke salah satu kamar yang kosong dan memang disediakan jika ada tamu yang menginap dirumah. Kamar nya lumayan luas dan bersih. Karena setiap hari three Bi selalu membersihkan dan membereskan kamar itu meskipun tidak di gunakan.


"Bibi... nanti kalian ikut kami yah,". Aku menghampiri three Bi yang sedang menyiapkan makanan untuk kita semua.


"Kemana non?,". Tanya mereka serempak dan bersamaan.


"Refreshing Bi, jalan-jalan. Mau yah.. Mumpung orang tua Aisyah sedang main ke Jakarta. Niatnya Aisyah pengen ajak mereka jalan-jalan bareng three Bi juga,". Ucapku pada mereka dengan penuh harap.


"Tapi non, kami malu. Masa asisten rumah tangga seperti kami pergi bersama majikan dan orang tua majikannya?,". Bi Dar mengucapkan kata yang sangat tidak ingin aku dengar. Aku tidak pernah melihat mereka itu di bawahku. Hmmm.


"Astaghfirullah Bibi, jangan bilang begitu. Aisyah tidak suka dengar kalian bicara merendahkan diri seperti itu di hadapan Aisyah atau orang lain Bi. Jika memang bibi mau merendahkan diri, maka merendah lah hanya di hadapan Allah Bi, jangan di hadapan manusia yah,". Aku berusaha memberikan pemahaman kepada three Bi, agar tidak mengulangi perkataan nya barusan.


"Maaf non, in syaaAlloh kami ikut bersama non Aisyah deh nanti malam yah,". Kali ini Bi Ijah yang berbicara.


"Alhamdulillah. Yasudah Aisyah pamit istirahat dulu yah Bi, oh iya Bi.. Aisyah minta tolong lagi yah, jangan ada yang buka atau cerita masalah Siska dan mas Fatih dan semua masalah yang ada dirumah ini sama orang tua Aisyah yah Bi. Aisyah minta tolong,". Aku mengingat kan three Bi untuk menjaga semua yang mereka ketahui di antara aku, Siska, dan mas Fatih.


"Baik non,". Jawab mereka bersamaan.


Aku berjalan dan berlalu dari dapur, kemudian menuju kamarku untuk menyusul Umi, Abi, dan Aldi yang sudah terlelap tidur siang.

__ADS_1


__ADS_2