Madu

Madu
Episode 55


__ADS_3

"Aku melihat Siska sedang mabuk dan kemudian di papah oleh seorang laki-laki. Sepertinya dia adalah laki-laki selingkuhan nya,". Siska pergi dari rumah sesaat setelah mas Fatih juga pergi ke luar kota untuk urusan kantor.


"Siska kenapa?!,". Tanyaku panik pada laki-laki itu yang aku belum tau siapa namanya.


"Siska mabuk?!, bisakah kau bantu aku untuk membawa Siska kedalam kamarnya?!,". Laki-laki itu meminta bantuanku untuk memapah Siska menuju kamar nya. Bau alkohol sangat menyengat dari mulut Siska, bau yang membuat aku mual dan ingin mengeluarkan isi perutku.


Aku merebahkan tubuh Siska dan bergegas menuju keluar dari kamar. Siska sudah tidak sadarkan diri. Namun ketika aku ingin keluar dari kamar Siska, tangan selingkuhan Siska menahanku dan tersenyum dengan senyuman yang sangat memuakkan. Aku bergidik melihat nya, aku dengan keras langsung melepaskan tangan laki-laki itu. Berani-beraninya dia memegang tanganku begini. Aku buru-buru lari dan menuju ke dapur.


"Bi, Aisyah minta tolong yah Bi, buatkan teh manis dua untuk siska dan....,". Aku tak melanjutkan ucapanku.


"Dan siapa non?, bukankah den Fatih sedang keluar kota?,". Tanya Bi Dar bingung.


"Dan... dan selingkuhannya Siska bi,". Aku memilih untuk jujur pada three Bi.


"Astaghfirullah!!, jadi non Siska selingkuh dibelakang den Fatih non?,". Kali ini Bi Inah sangat terkejut.


"Ya Allah, kenapa ada perempuan seperti non Siska,". Ucap Bi Ijah.


"Tapi tolong ya Bi, jangan ceritakan masalah ini kepada mas Fatih, biar mas Fatih melihat nya Sendiri, bagaimana kelakuan Siska istri muda nya yang sangat di cintai nya itu,". Ucapku sambil menyeka air mata.


"Iya kami janji non,". Three Bi menjawab dengan serempak.


"Tolong teh nya kalian antar ke kamar Siska ya Bi, bawakan beberapa Snack juga,". Ucapku sambil pamit menuju kamar.

__ADS_1


Jujur saja, sikap laki-laki selingkuhan Siska padaku sudah sangat lancang. Senyumnya sangat menakutkan, dia menyeringai seperti harimau melihat mangsa nya. Aku panik dan ketakutan. Aku memilih untuk mengunci diri di kamar sampai laki-laki selingkuhan Siska itu pergi dari rumah. Aku takut bertemu dengannya lagi. Tatapan laki-laki itu sangat memuakkan. Astaghfirullah... mas Fatih maaf kan Aisyah, Aisyah tidak menduga bahwa tangan Aisyah akan di pegang dengan kencang oleh selingkuhan Siska mas. Ucapku lirih. Untung saja. Aku menggunakan gamis yang lengannya panjang hingga menutup punggung tanganku, jadi laki-laki itu tidak langsung menyentuh kulit tanganku. Astaghfirullah... lindungi Aisyah ya Allah, doaku lirih.


Tepat pukul dua siang, aku memberanikan diri untuk keluar. Aku berdoa dalam hati, semoga laki-laki itu sudah pulang dari rumah ini. Sungguh, aku benar-benar tidak tenang rasanya. Pelan-pelan aku berjalan ke arah dapur, untuk bertanya pada three Bi, tapi aku tidak mendapati mereka ada di sana. Kemana three Bi pergi?, aku semakin takut. Aku mengintip dari arah dapur, apa laki-laki itu sudah pergi, aku melihat sudah tidak ada mobil merah yang tadi mereka kenakan, Alhamdulillah laki-laki itu sudah pergi, batinku.


Tiba-tiba, tubuhku didorong hingga menabrak tembok, aku sangat kaget sekali. Ternyata selingkuhan Siska masih disini. Aku benar-benar ingin menangis.


"Hahaha!!, kau mengira aku akan pergi kan?!,". Ucapnya dengan tatapan yang sama saat tadi memegang tanganku.


"Lepaskan!!!, berani-beraninya kau memperlakukanku seperti ini?!, lepaskaaaann!!!,". Aku berusaha melepaskan diri dari cengkeraman tangannya.


"Tidak akan aku lepaskan!!, aku sudah sangat lama menunggu kau keluar dari kamar!!!. Mumpung pacarku Siska masih tidur!!!. Aku ingin bisa menikmati kamu!!!!. Hahahaha!!,". Suaranya menggelegar dan ucapannya sangat memuakkan. Aku menangis.


"Tolong....!!!, tolong....!!,". Aku berteriak sangat kencang. Namun tak ada orang yang mendengarku.


"Teriaklah Aisyah!!, ketiga pembantu tua itu sedang aku suruh pergi untuk membeli sesuatu. Aku yakin mereka akan lama sampai disini!,".


"Bruaakkkkkk.....!!!!,". Laki-laki yang tadi mencengkeramku kuat kini tergeletak dengan pelipis kepalanya yang terluka.


Ternyata three Bi yang dengan kompak memukul selingkuhan Siska. Aku langsung memeluk three Bi erat.


"Bibi...!!,". Aku memeluk mereka erat. Aku menangis sejadi-jadinya di pelukan mereka. Aku sangat pucat dan ketakutan.


"Non Aisyah, tenang ya non. Maafkan kami karena meninggalkan non Aisyah dengan orang-orang jahat, tadi kami disuruh laki-laki jahat ini non,". Ucap Bi Dar dengan nada penuh penyesalan.

__ADS_1


"Bibi... hiks.. hiks... Tolong jangan pernah tinggalkan Aisyah sendiri lagi Bi, Aisyah takut Bi,". Ucapku masih dengan tubuh yang gemetaran dan tangis yang meledak.


"Tidak non, kami tidak akan pernah meninggalkan non Aisyah lagi,". Mereka kompak berjanji padaku, dan mereka juga ikut menangis bersamaku.


Aku di antar Bi Inah menuju kamarku. Bi Inah menemaniku, sangat lama. Aku trauma, aku takut. Aku tidak mau di tinggal. Sedang Bi Dar dan Bi Ijah memanggil dokter untuk datang kerumah untuk mengobati laki-laki itu.


"Mas Deni...!!!,". Aku mendengar teriakan Siska sangat keras, terdengar dari dalam kamarku. Siska sudah sadar ternyata. Pengaruh alkohol nya begitu lama. Pasti dia sudah minum sangat banyak.


"Non gausah keluar kamar. Non di kamar saja, kunci pintu nya non. Biar Bi Inah yang ke ruang tv menemui non Siska,". Ucap Bi Inah padaku, dan aku menurut pada Bi Inah.


"Hay kalian!!!, ada apa dengan mas Deni!!!. Kenapa pacarku sampai di perban tak sadarkan diri seperti ini!!. Jawab!!!, dan dimana Aisyah!!!,". Non Siska terlihat sangat marah melihat pacar nya tergeletak tak berdaya.


"Non Siska, ingin jawaban jujur atau bohong?,". Ucap si Ijah pada non Siska.


"Iyah non ingin kami jujur atau tidak?,". Kali ini si Dar juga mengajukan pertanyaan yang sama sepertiku pada non Siska.


"Berani-beraninya kalian bertanya seperti itu pada majikan kalian sendiri!!!. Aku ingin jawaban jujur!!!, cepat jawab!!!,". Non Siska makin tidak bisa mengontrol emosi.


"Baik tenang lah non, biar Bi Inah yang menjelaskan semua apa ada nya pada non Siska. Jadi waktu non masih tak sadarkan diri, kami bertiga di suruh oleh pacar non untuk membeli sesuatu yang sangat jauh dari rumah. Awalnya kami benar-benar bingung, kenapa kami bertiga harus berangkat semua. Padahal salah satu dari kami bisa membeli nya sendirian. Dan singkat cerita kami memutuskan kembali lagi, karena ada yang ketinggalan, setelah kami masuk rumah, kami mendengar non Aisyah sedang teriak-teriak sambil menangis, dan kami melihat laki-laki ini sedang memegangi kedua tangan non Aisyah seperti ingin mencium non Aisyah, tapi non Aisyah berusaha menghindar, dan akhirnya kami pukul kepala laki-laki ini dengan kayu yang biasa kami gunakan untuk memasak. Terserah non Siska mau percaya atau tidak pada kami. Yang jelas kami sudah menceritakan apa adanya,".


"Tidak mungkin!!. Pacarku sangat mencintaiku!!. Dia sangat setia padaku!, kalian bohong!,". Non Siska seperti tidak percaya dengan apa yang sudah di jelaskan oleh Inah.


"Demi Allah non, kami tidak mengada-ada,". Ucap si Dar meyakinkan non Siska.

__ADS_1


"Mas Deni... bangun sayang. Bangun lah... Aku mencintai mu mas, kenapa kamu bisa-bisa nya menggoda Aisyah yang kampungan itu mas, padahal aku lebih cantik dan lebih seksi dari pada Aisyah!,". Non Siska masih menangisi pacarnya yang masih tak sadarkan diri.


"Non buka pintunya, ini kami three Bi,". Aku mendengar three Bi mengetuk pintu. Aku membuka kunci pintu dan mempersilahkan three Bi masuk. Aku tertidur dengan three Bi masih menemaniku. Aku tidak ingin memikirkan Siska dan laki-laki itu. Mas Fatih cepat pulang mas... Aisyah takut, ucapku lirih sebelum akhirnya tertidur.


__ADS_2