
Sella menatap dua pasangan yang salah satunya merupakan sosok penting bagi sang calon bayi dan dirinya. Pengkhianatan itu kembali terjadi di dalam kehidupan pernikahannya.
"Aku selalu mengatakan untuk tidak bermabukan, Agas," desis Sella.
"Maaf, Sayang," jawab Agas lirih.
"Basi! lebih baik kalian semua mati termaksud anak haram mu itu. Kalau perlu aku yang akan membunuh kalian bertiga."
Agas mendongak tak suka dengan kalimat yang Sella ucapkan. "Bayi itu tidak salah, jadi jangan mengatakan hal itu."
"Apa, Mas tak suka? aku nggak peduli. Kalian memang pantas masuk neraka yang paling panas atas perbuatan menjijikkan kalian. Bahkan sampah lebih berharga dari benih binatang mu itu," ucap Sella tajam.
"Sayang!" pekik Agas.
"Anakku bahkan malu memiliki Ayah seperti mu, Agas."
Agas menghela nafasnya lelah. "Sayang... Mas tak harus berbuat apa agar kamu memaafkan Mas. Mas hanya bertanggungjawab atas anak itu setelah dia lahir Laras akan lepas tanggung jawab."
"Aku sudah memaafkan kalian tapi jangan harap rasa sakit ku sembuh. Silahkan kamu bertanggung jawab dengannya jangan lagi pedulikan aku. Aku bisa mengurus anak dan diriku sendiri," ucap Sella berniat meninggalkan kantor.
"Mas tidak mau, Mas akan tetap mengurus dirimu," ucap Agas tak Terima.
__ADS_1
"Kalau begitu ceraikan aku."
"Sella!!" bentak Agas mulai kehilangan kesabaran.
Sella tersenyum hampa. "Ya? aku terlau lelah menjalin pernikahan yang isinya sekedar berkhianat. Jika kamu bosan dengan ku kamu bisa mengatakannya sesaat sebelum aku hamil."
"Mas tidak pernah bosan sama kamu, Sayang. Ini hanya kesalahan Mas sudah mengatakannya."
"Hanya? begitu dengan mudahnya kamu mengatakan kata itu seakan setelah semuanya selesai bisa balik seperti semula sedangkan aku sudah muak hidup denganmu," sinis Sella membanting pintu ruangan.
Agas menatap pintu yang sudah tertutup sempurna, ia memperhatikan cincin pernikahan mereka. Sudah kedua kalinya ia mengkhianati hubungan suci ini tapi Agas tak mau berpisah dari Sella apapun itu.
"Mas," panggil Laras.
"Aku minta maaf," ucap Laras pelan.
"Benar kata Sella, maafmu tak mampu mengembalikan hubungan ku dengan Sella."
Laras merengut kesal. "Kamu juga menikmatinya, Mas."
"Aku mabuk saat itu! sedangkan kamu sadar," pekik Agas.
__ADS_1
"Udah deh, Mas. Jangan munafik kamu aja sampai minta berkali kali. Ceraikan Sella dan kembali padaku," ucap Laras serius.
"Hahahaha, bahkan mau kamu secantik Mia Khalifa aku tetap tidak akan mau menikah wanita ular sepertimu untuk kedua kalinya," kekeh Agas menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan penuturan Laras.
"Cih, ingat kamu akan memiliki anak dariku," ucap Laras mengangkat kakinya ke meja.
"Aku hanya bertanggungjawab padanya setelah itu kita selesai. Karena aku hanya ingin ada Sella dalam hidupku," tegas Agas.
"Bagaimana denganku?" ucap Laras tak Terima.
"Aku kasih dirimu 500 juta lalu kau pergi jangan lagi memunculkan batang hidungmu lagi."
"Hanya 500 juta?" tanya Laras.
"600 atau kau pergi tanpa membawa sepeser pun uang dariku." Agas mengambil kertas.
"Surat perjanjian jika kamu kembali kesini maka kembalikan uang tersebut dengan dua kali lipat, jika tak mampu ganti dengan nyawamu. Sudah lama aku tak menghabisi nyawa seseorang," ucap Agas datar.
"Mana bisa seperti itu?! ini tidak adil," pekik Laras kesal.
"Bagian mana yang tak adil? aku hanya memintamu pergi dari hidup ku atau bahkan mati sekalian."
__ADS_1
***
mecha bck jgn lupa like vote nya kritik blh pake bahasa yg baik ya