Madu

Madu
31 | Kantor


__ADS_3

Sella mengelus perutnya yang kini sudah berusia lima bulan, sudah sangat terlihat walau masih kecil. Ia sedang menunggu Agas yeng sedang mengambil tas kerja. Suaminya itu akan ke kantor karena ada rapat penting


"Nanti aku ke kantor, Mas," ucap Sella mengecup punggung tangan Agas.


"Iya, Sayang. Mas berangkat dulu, Bye bidadari Mas."


Ia menggelengkan kepela tersenyum kecil. Ia akan memasak terlebih dulu, mandi, dan bersiap ke kantor Agas. Menu kali ini ia buat dengan penuh cinta karena ikan asam peda merupakan makanan kesukaan Agas.


"Bibi, tolong ambilkan cabai," ucap Sella pada Bi imah.


Bi Imah, merupakan orang yang membersihkan rumah dan akan pulang jika pekerjaannya telah selesai. Ia juga menyuruh Bi Imah untuk memanggilnya Sella, tapi Bi Imah tak mau jadilah dengan Non Sel.


"Bi Imah ini tinggal nunggu mateng aja, aku mau mandi dulu," ucap Sella di angguki Bi Imah.


.


.


.


Sella mematut dirinya menatap dress miliknya. Ia sudah memoles sedikit wajahnya dan memakai baju dress tanpa lengan di yang ditutupi dengan cardigan.


"Mang, ke kantor Mas ya," ucap Sella.

__ADS_1


Suaminya itu memang paket komplit. Berpendidikan tinggi dan mempunyai pekerjaan yang tak semua orang bisa menduduki jabatan itu.


Semua orang menyapanya mereka tau siapa Sella. Beberapa juga banyak yang mengangumi sosok Agas yang berwibawa dan tegas dalam dunia perkantoran.


"Mas Agas dimana, Kak?" tanya Sella pada sekretaris Agas.


"Di dalam, Bu. Masuk aja."


Sella mengangguk sambil tersenyum. Tak sabar ingin melihat Agas melahab makanan yang dibuatnya tadi apa lagi ini makanan kesukaan Agas.


Brak


"MASSS," teriak Sella menjatuhkan rantang makannya.


"Sayang, ini tidak seperti yang kamu lihat," ucap Agas menghampiri Sella.


"Kamu mengkhianati cinta kita," lirih Sella menatap benci Laras yang menunduk malu.


Agas menggeleng keras. "Nggak, Sayang. Ini semua hanya kesalahan tidak ada unsur lainnya. Percaya sama Mas."


"Kesalahan apa maksud mu?!" bentak Sella bahkan tak mampu lagi memanggil Agas dengan sebutan Mas lagi.


"Sayang, Mas sangat minta maaf... " lirih Agas menjatuhkan tubuhnya memeluk kaki Sella.

__ADS_1


Sella terisak pilu. "Maksud kamu apa hah? kesalahan apa yang kamu perbuat," isaknya.


"Mbak... " lirih Laras.


"Diam kamu, Ras! apa nggak cukup kamu menghancurkan kehidupanku?" pekik Sella.


"M-maaf, ini semua hanya kesalahan. Mas Agas hanya mempertanggungjawabkan kesalahan yang dia perbuat," ucap Laras.


"Kamu ngelakuin apa, Mas," lirih Sella tak kuat lagi menahan rasa sakit di hatinya.


"Sayang... Mas waktu itu mabuk. Dan kami melakukannya, sekarang Laras sedang hamil anak Mas," jawab Agas menunduk takut. Ia begitu takut kehilangan Sella.


Sella memejamkan matanya menikmati setiap rasa sakit yang menghantam dirinya. Ia kembali menatap dua pasangan itu lalu turun ke arah perut Laras yang sudah membuncit.


"Ternyata pengkhianat tetap pengkhianat," gumam Sella tersenyum sinis.


"Mas minta maaf... "


"Apa maaf kamu itu mampu mengembalikan hati aku yang sudah hancur? tidak! jadi jangan meminta maaf jika kamu akan mengulanginya lagi. Apa selama ini aku tidak ada artinya dalam hidupmu, Agas? Apa semua yang kamu ucapkan hanya omong kosong belaka?" pekik Sella kembali terisak.


***


Mecha back jgn lupa like vote blh kritik pakai bahasa yg baik ya

__ADS_1


__ADS_2