Madu

Madu
Episode 51


__ADS_3

"Non Aisyah. Den Fatih pulang non..?!, den Fatih pulang?!,". Teriak Bi Inah yang tergopoh-gopoh menghampiriku yang sedang duduk di kursi gantung favoritku di teras belakang rumah.


"Serius Bi?, mas Fatihku pulang Bi?!,". Jawabku dengan sangat girang. Alhamdulillah suamiku pulang. Aku sangat rindu mas Fatih. Aku langsung bergegas menuju kamar untuk sedikit berdandan dan menggunakan parfum kesukaan mas Fatih, untuk menyambut kedatangan nya.


Ah, aku rindu Aisyah, sudah satu Minggu aku berbulan madu dengan Siska. Pasti Aisyah sangat kesepian tanpa aku dirumah. Tapi hari ini aku juga memboyong Siska kerumahku dan Aisyah. Aku ingin bisa bersanding dengan Siska tanpa jauh dari Aisyah.


"Assalamualaikum suamiku...,". Ucapku dengan bahagia pada mas Fatih.


"Waallaikumussalam dik. Maaf ya mas tinggal lama,". Ucap mas Fatih, tanpa ada ciuman hangat di kening seperti biasanya.


"Oh iya lihat siapa yang datang dik,". Ucap mas Fatih sambil menunjuk ke arah belakang. Ternyat Siska, Siska juga ikut pulang kerumahku dan mas Fatih.


"Halo kakak maduku,". Sapa Siska dengan sangat arogan.


"Ha... haloo juga Siska,". Jawabku terbata. Aku masih tidak menyangka mas Fatih akan membawa Siska kerumah, sungguh menyakitkan.


"Ayuk sayang masuk,". Ucap mas Fatih dengan lembut kepada Siska.


Sayang?, mas Fatih memanggil Siska dengan panggilan sayang?, di depanku pula?, apa mas Fatih sama sekali tidak memikirkan perasaanku?, ya Allah sakit sekali rasanya. Aku ditinggal begitu saja, sedang Siska di rangkul dengan lembut oleh suamiku.


"Mas sayang, itu kamar siapa?,". Aku melihat Siska menunjuk kamarku dan mas Fatih.


"Oh itu kamar dik Aisyah dan mas, ada apa?,".


"Mas, Siska mau dong kamar nya disitu,".


Ucap Siska dengan manja yang sangat memuakkan dimataku.


Mataku terbelalak mendengar perkataan Siska barusan. Bisa-bisa nya dia meminta kamarku dan mas Fatih untuk nya. Padahal masih banyak kamar lain yang kosong dan sama besar nya. Astaghfirullah... apa maksudnya seperti ini, padahal belum ada sehari dia ada dirumah ini. Ya Allah... jika Siska tetap disini apalagi yang akan berusaha ia rebut dariku. Mataku panas dan menahan air mata.

__ADS_1


"Loh, kan kamu bisa pilih kamar lain, sama besar nya kok,". Ucap mas Fatih pada Siska.


"Tapi Siska ingin kamar itu sayang, ayolah.. Masa ngga boleh sih. Boleh yah boleh,". Siska terus merajuk kepada mas Fatih seperti parasit.


Mas Fatih melirik ke arahku. Namun aku hanya mampu menundukkan kepalaku. Aku tidak mau air mataku terlihat setelah sedari tadi sudah aku tahan untuk tidak menetes.


"Ngga sayang, kamu pilih kamar lain saja ya. Biar itu jadi kamar kakak madu kamu,". Ucap mas Fatih pada Siska. Aku melihat Siska terlihat jengkel dan kecewa karena mas Fatih tidak mengabulkan permintaan nya. Aku bersyukur mas Fatih tidak mengabulkan permintaan Siska yang begitu serakah.


"Iiihh mas jahat... Siska sebal sama mas,". Siska teriak dan pergi menuju kamar yang sudah mas Fatih perintahkan untuknya.


"Terimakasih mas,". Ucapku lirih.


"Untuk apa dik?,".


"Terimakasih mas tidak mengijinkan Siska mengambil kamar kita,". Aku menyeka air mataku.


"Oh iya dik, kamar itu akan tetap jadi milikmu,". Ucap mas Fatih sembari meninggalkanku dan mengejar Siska menuju kamar.


"Non, itu kenapa istri muda den Fatih dibawa ke sini non?,". Tanya Bi Inah.


"Iya non, kenapa si non?, bibi ngga suka lihat Siska, apalagi dengan busana nya yang tidak punya sopan santun,". Ucap Bi Dar.


"Hussttt... panggil non Siska Dar, nanti kalau sampe non Siska denger kamu bisa kena marah,". Ucap Bi Ijah.


"Biarin, aku ndak suka sama Siska. Aku ndak Sudi punya majikan kayak dia Jah,". Kali ini Bi Dar menjawab ucapan Bi Ijah.


"Yo sama Dar, aku juga ndak sudi punya majikan kaya non Siska, liat aja baru menginjak kan kaki dirumah ini, dia sudah mau merebut kamar non Aisyah,". Ucap Bi Ijah dengan bersungut-sungut.


Three Bi, mereka langsung menghujaniku dengan banyak pertanyaan begitu aku duduk di kursi gantung favoritku di teras belakang, mereka menanyakan pertanyaan yang aku sendiri tidak bisa menjawab nya. Aku sama seperti mereka yang kebingungan mengapa mas Fatih membawa Siska tinggal satu rumah denganku.

__ADS_1


"Bibi..., tolong hormati Siska seperti kalian menghormati Aisyah ya Bi, layanin Siska seperti kalian melayani Aisyah,". Pintaku kepada three Bi.


"Tapi kenapa non?, non Siska kan sudah jahat. Bahkan sudah merebut den Fatih dari non Aisyah. Kenapa non Aisyah masih saja baik sekali dengan non Siska?,". Tanya Bi Inah.


"Bi, biar bagaimanapun Siska juga istri dari mas Fatih. Biar bagaimanapun Siska adalah adik madu Aisyah Bi. bukankah kita disuruh membalas keburukan dengan kebaikan Bi?, lalu apa bedanya kita dengan orang yang berbuat buruk kepada kita kalau kita juga membalas perbuatan buruk yang ada dengan perbuatan buruk pula?,". Ucapku sambil berusaha tersenyum kepada three Bi, meskipun sejujurnya hatiku sangat sakit dan perih.


"MasyaAlloh, non Aisyah. Kenapa perempuan sebaik non Aisyah diberikan ujian sepahit ini sama Gusti Allah,". Ucap Bi Ijah yang ternyata sudah menangisi diriku.


"Ijah, ya jelas. Karena kalau orang baik itu pasti banyak di kasih ujian sama Gusti Allah. Aku inget dulu jaman aku pengajian, kata pak ustadzku dulu bilang, intinya arti ayat nya gini


kalau hamba di ujia sama Allah itu tanda nya Allah cinta, begitu Jah, Dar. Ya kan non Aisyah?,". Ucap Bi Inah kepadaku.


"Benar Bi Inah, tapi itu sebuah hadist dari Rasulullah Shalallahu Allaaihi wassalam, bukan ayat Bi, bunyi hadist nya yang lengkap begini bi: “Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani),".


"Nah kan, sok tau jadi salah,". Ucap Bi Ijah yang mencibir Bi Inah.


"Enak aja, ga salah itu loh Jah, hanya kurang tepat saja, ya kan non Aisyah?,". Lagi-lagi Bi Inah meminta pembelaan dariku.


"Benar Bi Inah,". Jawabku sambil tersenyum. Alhamdulillah aku mampu tersenyum hanya karena ulah three Bi.


"Tuh benar, wleeee,". Ucap Bi Inah yang meledek Bi Ijah sambil menjulurkan lidah nya.


Aku dan three Bi tertawa bersama di teras belakang, melihat kekonyolan dan cekcok antara Bi jah dan Bi Inah, sedang Bi Dar hanya menyimak pertengkaran dua anggota grup nya.


"Hey kamu?!, yang pakai baju merah!!. Buatkan jus mangga untukku?!, dan kamu yang pakai ikat rambut hitam, bereskan baju-baju ku!!, dan terakhir kau yang pakai baju biru bersihin kamarku?!!. Tiba-tiba Siska datang dan menyuruh three Bi seenak nya sambil bentak-bentak. Hal yang tidak pernah sekalipun aku lakukan kepada mereka.


"Iya non,". Ucap three Bi bersamaan.


"Dasar pemalas ya kalian!, ada nyonya baru bukannya di bantuin malah asyik-asyikan ketawa-ketawa di sini!!?, kalian mau makan gaji buta hah?!!,". Teriak Siska.

__ADS_1


Aku shock melihat perilaku Siska kepada three Bi. Ucapannya kasar sekali. Sungguh tidak pantas di dengar. Biar bagaimanapun three Bi lebih tua darinya, dan Siska tetap harus menghormati three Bi. Bahkan Siska sama sekali tidak menghiraukan keberadaanku sebagai kakak madunya. Siska pergi begitu saja setelah memarahi three Bi dan menyuruh three Bi dengan kasar.


Aku harus mengingatkan Siska, agar tidak keterlaluan dan kasar kepada three Bi. Harus. Aku tidak bisa melihat orang yang lebih tua di perlakukan dengan kasar.


__ADS_2