Madu

Madu
33 | Bertemu teman lama


__ADS_3

Sella menyiapkan sarapan untuk Agas walaupun saat ini hubungan mereka menjadi sangat renggang tak membuatnya hilang akan kewajibannya.


"Um, enak banget Sayang," puji Agas.


Sella hanya diam berbicara dengan Agas sama saja membuka kembali luka yang bahkan belum kering.


"Sayang," panggil Agas.


"Iya?"


"Kamu mau kemana? Mas temani ya?" ucap Agas mengambil kunci mobil.


"Nggak usah, kamu temani Laras saja dia juga lagi hamil anak kamu."


Agas menghela nafasnya. "Kamu juga lagi hamil anak, Mas sayang."


"Terserah, aku mau jalan sendiri aja."


"Yaudah hati hati, kalau uangnya kurang pakai ini aja." Agas menyodorkan kartu ATM miliknya.


"Hm."


Ia hanya bisa tersenyum getir saat Sella sudah menaiki grab online. Agas tak menyangka kesalahan satu malam yang ia perbuat membuahkan hasil, ia ingin tes DNA tapi Laras berkata sangat beresiko dan harganya mahal.


"Ada apa, Laras?" ucap Agas saat Laras menelponnya.

__ADS_1


"Mas bawakan aku sate."


"Beli sendiri aku malas," ucapnya langsung memutus sambungan.


Disisi lain, Sella tersenyum sekilas menatap Zayn yang merupakan teman lamanya. Sudah lama mereka tak jumpa, terakhir saat keduanya masih berada di SMA.


"I miss u so much, Sella," ucap Zayn memeluk Sella. Pria tampan itu semasa SMA tak ada yang mau berteman dengannya dan hanya Sella seorang yang menjadi teman saat itu.


Sell terkekeh membalas pelukan Zayn. "I miss you too, Zayn. Gimana kabarnya? makin ganteng."


"Aku sekarang mimpin perusahaan Ayah, setelah Ayah meninggal."


"Hah?! Om Jev meninggal, aku baru tau. Aku turut berdukacita Zayn," pekik Sella terkejut.


"Santai aja, Sel. Bagaimana dengan kamu? aku dengar kamu sudah menikah dan um... sedang hamil," ucap Zayn melirik perut buncit Sella.


"Pernikahan mu baik baik saja, kan?" selidik Zayn.


"Hm."


"Kau berbohong, Sel. Apa dia menyakiti mu? melakukan kekerasan?" tanya Zayn beruntun. Ia begitu kenal Sella walaupun sedang berbohong sekalipun.


Sella menghela nafasnya percuma membohongi Zayn. "Dia menghamili mantan istrinya."


"Brengsek," umpat Zayn.

__ADS_1


"Tunggu! maksudmu mantan?" lanjut Zayn bertanya.


"Awal pernikahan aku tak tau jika dia pria beristri, setelah mengarungi bahtera rumah tangga mereka berpisah sebelum kemarin aku di kejutkan kembali dengan sebuah fakta di mana dia mabuk dan menghamili mantan istrinya itu," ucap Sella getir, bahkan air matanya tak mampu keluar lagi.


Zayn menggeram marah, ia tak Terima Sella diperlukan layaknya mainan. "Kamu akan bercerai?"


"Niatnya begitu, tapi belum terealisasikan," jawab Sella.


"Tapi kamu ingin berpisah dengannya?"


"Sangat ingin."


"Aku akan membantumu berpisah dengannya," jawab Zayn tegas.


"Zayn sebelumnya... tapi ada anakku yang sedang aku pikirkan," balas Sella tersenyum.


"Dia terlalu brengse*k untukmu, Sel. Dia akan menyesal seumur hidupnya," geram Zayn.


"Hahaha, aku sudah lelah menangisi mereka. Sudah terlanjur bahkan sudah jadi. Pilunya usia kehamilan dia tak jauh dari usia kehamilan ku," lirih Sella.


"Sel, boleh aku memelukmu?" Sella mengangguk menumpahkan segala kesedihannya tanpa memperdulikan tatapan para pengunjung cafe.


"Aku ingin b-bertemu Ayah... " isak Sella.


"Stt... jangan katakan seperti itu. Ada aku dan juga ada Kakakmu," bisik Zayn. Sewaktu meninggalnya Ayah Sella ia tak mampu datang karena di tuntut kerja sama bisnis dan awalnya ia juga terkejut rekannya itu merupakan Kakak Sella.

__ADS_1


****


mecha bck jgn lupa like vote nya kritik blh pake bahasa yg baik ya


__ADS_2