Madu

Madu
21 | Florin 3


__ADS_3


Babay baby Mo :((


***


Agas menolak orang lain memandikan jenazah putrinya ia sendiri yang akan memandikan dan mengafankan baby Mo. Saat bertemu pertama kali Agas langsung menangis pertemuan awal mereka dengan sebuah kesedihan, anaknya berjenis kelamin perempuan.


"Florin maafkan Baba... karena Baba Florin nggak bisa liat wajah Mimo secara langsung," isak Agas mengusap wajah cantik yang telah memucat itu. Wajah anaknya secantik Sella saking kagumnya Agas tak henti menatap wajah Florin ia ingin mengabadikan wajah anaknya dalam ingatan yang akan termakan usia nanti.


Selesai memandikan jenazah Florin Agas sendiri juga yang mengafankan Florin tak seorang pun yang boleh menyentuh bidadari kecilnya.


"Agas ayo segera di sholatkan," ucap Ayah Sella memakai kacamata hitam menutupi mata sembabnya.


Allahuakbar


Agas menahan tangis dalam sholat ia menahan kuat rasa sakit yang menghantam dirinya. Setelah di sholatkan mereka bergegas ke tempat pemakaman. Agas berdoa agar waktu berhenti sesaat ia baru sebentar memeluk putrinya.


"Maafkan Baba Florin..." kalimat itu selalu ia bisikkan selalu berandai-andai kalau dia tak terbawa emosi, andai dia tak menendang Sella.

__ADS_1


"Agas turunkan Florin," titah Ayah Sella usai menggali liang kubur.


Agas menggeleng semakin mengeratkan pelukannya dengan baby Mo. "Florin Baba nggak mau di tinggal sama Florin," lirih Agas.


Mama Diana yang ikut proses pemakaman mengusap bahu Agas memberi pengertian untuk mengikhlaskan Florin. Perlahan Agas mulai lulus masih dengan tangis yang kunjung reda pria itu mengadzankan Florin untuk pertama kalinya sebagai perpisahan.


"istirahat dengan tenang anak Baba yang cantik. Baba akan berusaha mengikhlaskan kamu sayang."


Agas mengambil cangkul mulai memasukkan tanah yang sempat tergali itu kembali ke tempat semula. Mama Diana ikut turut menaburkan bunga ia tadi sempat melihat wajah cucunya, sangat cantik dan wajahnya bersinar.


.


.


.


Hatinya bagai di lempar batu pijar mendengar Agas sedang memakamkan baby Mo.


"Kembalikan anakku Mas," lirih Sella tak mau menatap Agas.

__ADS_1


"Sayang... hei dengar penjelasan aku dulu," ucap Agas meraih tangan Sella.


"Nggak ada yang perlu diperjelas. Kamu membuat aku harus kehilangan anak aku sendiri," balas Sella mengusap air matanya kasar.


"Sayang... Mas tidak bisa mengontrol emosi Mas. Apa kamu menyesal menikah dengan Mas," isak Agas memeluk Sella meski istrinya itu tak membalas pelukannya.


Sella hanya diam salah diam itu ia tak pernah menyesal menikah dengan Agas. Ia begitu mencintai Agas begitupun dengan saat ini, bolehkan ia menyerah.


"Bukan yang pertama kamu menyakiti fisikku Mas," balas Sella mulai melembutkan nadanya.


Agas mengangguk membenarkan ucapan Sella. "Maafkan Mas, jangan tinggalkan Mas sendiri," racau Agas. "Cukup Florin yang pergi ninggalin Mas. Kamu jangan sayang... "


"Florin? a-anak kita?" Sella kembali merasakan air matanya menggenang.


"Iya, Mas kasih nama dia Florin dia sangat cantik. Sayangnya dia mempunyai Ayah yang buruk sepertiku," ucap Agas mencoba tersenyum.


Sella mengusap rambut Agas lembut. "Aku merasa sangat kehilangan. Disini aku juga salah tak memberi tahu siapa Geon dan berbohong kalau temanku seorang wanita."


Sella akan berusaha mencoba dewasa dalam mengatasi keadaan seperti ini. Ia dan Agas sama-sama tersakiti dengan kabar putri cantiknya yang pergi. "Mulai esok atau nanti cobalah untuk bertanya dulu dan berusaha kendalikan emosimu. Maafkan aku yang sudah berbohong."

__ADS_1


****


kejujuran dan komunikasi itu penting ygy dsni Sella berusaha dewasa dgn mlihat sisi pndng agas meskipun cara agas slh dn psti sella jga sngt kecewa 😢


__ADS_2