
Kini kandungan Sella sudah memasuki bulan kedua. Hari ke hari suaminya itu semakin posesif yang kadang membuat Sella menangis jika dilarang ingin sesuatu.
"Mamah... Mas Agas bentak aku," isak Sella menelpon Mama Diana.
"Nggak, Mah. Agas cuma bilang nggak boleh makan pedes," bantah Agas kesal.
"Bohong! Mas Agas bentak aku, buktinya aku nangis."
Di sebrang Mama Diana tertawa keras, kehamilan ini membuat Sella sangat sensitif. "Makan pedes boleh tapi di kontrol, memang kamu mau makan apa?"
Sella mengulas senyum lebar. "Aku mau makan bakso urat yang pedes."
"Boleh, tapi jangan terlalu pedas."
Ia mematikan sambungan dengan senyum lebar. "Ayo makan bakso."
"Hah... terakhir ya? nggak boleh makan pedas lagi," titah Agas mengambil cardigan milik Sella.
"Ish! jahat," gumam Sella kesal.
"Bukan jahat sayang, tapi karena aku sayang kamu. Ayo udah malem nggak baik bumil keluar malem."
"Pelan pelan sayang," ucap Agas memegangi tangan Sella yang ingin menaiki motor.
"Masukin tangan kamu ke jaket Mas sayang." Sella hanya menuruti perkataan Agas.
"Dingin sayang?" Agas bertanya lagi.
__ADS_1
"Sedikit, tapi enak. Adem banget," jawab Sella menikmati angin malam.
"Lain kali nggak lagi, ah. Kamu lagi hamil nggak boleh keluar malam."
Keduanya telah sampai di tempat bakso kesukaan Sella. Tempat ini sangat ramai karena bakso yang dijual juga sangat enak dan minim tepung.
"Bakso urat sama bakso beranak, Bang."
Sella menatap berbinar semangkuk bakso urat dengan mie kuning. Belum sempat menyentuh sambal ultimatum yang dikeluarkan Agas membuatnya langsung cemberut.
"No."
"Sedikit aja, Mas," rengek Sella menatap harap sambal dengan textur sedikit kental itu.
"Satu sendok atau nggak sama sekali," ucap Agas tegas.
"Tuh kan! ini pedes banget loh,Yang." Agas mencicipi kuah bakso Sella yang telah di campur dengan sambal.
"Apa, Mas? ini tuh nggak pedes," geram Sella merajuk.
Agas menghela nafasnya. "Yaudah, Sayang. Makan ya nanti minum air putih yang banyak."
"Enak kan? kamu sih ngeyel," cibir Sella menatap minat bakso beranak milik Agas.
"Mau, Sayang?" Agas bertanya mengetahui arah pandang sang Istri.
"Mau... "
__ADS_1
Agas memindahkan setengah bakso miliknya ke mangkuk Sella. Ia tau saat hamil nafsu makan akan meningkat begitu juga dengan porsinya. Ia juga tak mempermasalahkan jika berat badan Sella naik, toh dia yang membuatnya seperti itu.
"Mas, berenang yuk?" ucap Sella memeluk Agas mesra.
"Kamu gapapa abis makan gitu?" tanya Agas mempercepat laju motornya.
"Gapapa, Mas. Seger."
"Nggak baik udah malam. Besok aja pagi atau nggak siang," ucap Agas memasuki motor ke garasi setelah membantu Sella turun.
"Nggak mau... maunya sekarang, Mas," rengek Sella.
"Nggak mau," tegas Agas.
"Kamu tuh ya, Mas. J-jahat banget sama aku, aku pengen itu kamu nggak turutin." Agas mengucap sabar dalam hati, ia memeluk Sella yang tengah terisak. Ia sedikit lelah menghadapi Sella yang sedikit dikit menangis bila tidak di turuti.
"Iya, Sayang. Mas minta maaf tapi berenang malam nggak baik, apalagi kamu lagi hamil," ucap Agas dengan suara yang sangat lembut.
"Tuh kan! aku mau berenang badan aku gerah," rengek Sella kembali.
"Sebentar?"
"Um, oke."
***
Mecha back jngn lupa like votenya kritik blh tpi dgn bhasa yg baik ya ...
__ADS_1
ig : xc.saturnus_