
mecha bck jgn lupa like vote nya kritik blh pake bahasa yg baik ya
***
Geon menggeram marah saat adiknya itu kembali menyembunyikan rasa sedihnya tanpa mau berbagi. Ia tau masalah yang dihadapi Sella lewat Laras yang mengirim foto dan video ia bermain dengan Agas dan video percakapan Sella dan Agas di meja makan.
"Kamu tak bisa menyembunyikan masalah besar seperti ini," ucap Geon memeluk Sella yang tengah terisak.
"A-aku takut... "
"Kakak akan melindungimu. Bersama bajingan itu kamu nggak akan pernah bahagia, dia memang tak cukup dengan satu wanita," tegas Geon.
"Kakak... aku bahagia, Kak. Aku bahagia hanya saja aku memang selalu kurang dalam hal apapun sampai Mas Agas mengkhianati ku," ucap Sella menggigil bibir bawahnya berusaha tak mengeluarkan suara isak takut Geon akan langsung membunuh Agas.
"Kamu nggak ada yang kurang. Memang dia yang selalu merasa kurang tanpa mau melihat keistimewaan yang kamu miliki. Semua yang dia ucapkan hanya omongan belaka! dia berjanji padaku untuk membuat kamu bahagia, lalu? kini janji itu bagai angin lalu," ucap Geon berkilat emosi.
"Kakak, aku tak bisa... aku sangat mencintanya," gumam Sella.
"Ingat! lelaki itu dilihat dari janjinya. Jika dia ingkar jangan sebut dia lelaki, termaksud Agas. Astaga, bagaimana bisa kamu mencintai dan menikahi bajin*gan kelas kakap seperti dia?" kekeh Geon tak percaya.
"Bahkan cincin pernikahan basi itu masih kamu pakai," lanjutnya.
"Bagiku pernikahan ini sangat istimewa karena menghadirkan dia dalam hidupku walau rasanya begitu menyakitkan." Sella mengusap perutnya lembut.
"Dia anak yang hebat kelak karena ibunya juga sangat hebat," ucap Geon. Dalam hatinya ia sudah siap menyusun rencana memukul Agas tanpa sepengetahuan Adiknya itu.
"Ya, dia hanya memiliki Ibu yang hebat dan Paman yang tampan seperti Kak Geon," kekeh Sella.
Celaka kamu Agas, selamat menikmati hari hari dibenci anakmu kelak, batin Geon.
"Tentu, dia sangat beruntung lahir dari rahim mu. Hei anak kecil! jadilah anak yang baik dan kuat agar kau nanti bisa melindungi Ibumu." Geon ikut mengusap perut Sella.
__ADS_1
"Loh? ketemu lagi."
"Zayn," pekik Sella senang.
"Halo Cantik, bareng boleh?" ucap Zayn di angguki Sella.
"Biasanya kalau nggak sengaja ketemu artinya jodoh," ucap Zayn terkekeh kecil.
"Bisa aja kadal. Aku ke kamar mandi sebentar, Zayn... tolong jaga Adikku." Geon menepuk bahu Zayn.
"Kakakmu sangat posesif seperti bodyguard," cibirnya.
"Kakak memang yang terhebat setelah Ayah, aku harap Istrinya nanti orang baik."
Zayn mengangguk. "Tentu, Adiknya saja orang baik."
bug
bug
"Mas Agas awass," pekik Sella menghampiri Zayn yang meringis kesakitan.
"Ternyata begini kelakuan mu, hah?! Ini alasan kamu selalu pulang malam. Kamu mengkhianati cintaku," teriak Agas marah bahkan matanya ikut memerah melihat perhatian Sella pada pria yang baru ia pukul tadi.
"Dia temanku! buka selingkuhan seperti kamu," balas Sella dengan nada tinggi.
Agas menggeram marah, menarik keras Sella tanpa memperdulikan Zayn yang berusaha beridiri mengejarnya.
plak
plak
__ADS_1
plak
"Sialan kamu! berani sekali kamu bermain di belakang ku," bentak Agas menampar Sella.
"Mas Agas... pelan sakit," isak Sella.
"Takut? sebegitu dendamnya kamu hingga bermain di belakangku."
"Aku bersumpah aku nggak selingkuh, dia teman Kak Geon dan ada Kakak juga disana," jawab Sella terisak takut.
"Sampah, omong kosong. Benar kata Laras kamu berselingkuh selama ini." Agas semaki menaikkan laju kecepatan.
"Mas!! pelan aja. Bahaya!!!"
"Diam Sella! aku menyesal menikah dengan mu, aku menyesal mencintai mu dengan tu—"
Brakk
kecelakaan itu tak bisa ia hindari saat ada truk pembawa beton menabraknya hingga mobil itu terpelanting jauh dari lokasi kejadian.
Para warga sekitar dan pengemudi mobil motor segera keluar menolong korban truk dan mobil yang terlempar. Warga segera menarik Agas yang terjepit dashboard.
"P-pak tolong Istri saya.. " ucap Agas terbata bata.
"Nggak bisa, Mas. Bahan bakarnya bocor dan Istri Mas terjepit hingga susah di keluarkan."
Agas tak peduli dengan rasa sakitnya berjalan mendekati mobil dengan air mata yang terus mengalir.
"Mas!! mundur." Warga menahan tubuh Agas yang ingin jatuh.
"Istri saya, Pak. Anak saya juga disana, saya nggak mau kehilangan mereka.. "
__ADS_1
Duarr
"SELLLAAA."