Madu

Madu
30 | Berenang


__ADS_3

Sella mematut dirinya depan kaca. Mereka akhirnya jadi berenang dimalam hari karena keinginan bumil satu ini. Ia juga sudah mengenakan bikini yang hanya mampu menutupi puncak gunung dan lembah disana.


"Mas," panggil Sella tersenyum menggoda.


Agas menoleh, meneguk ludahnya kasar. Sesuatu di bawah sana sudah mengeras dan siap bertempur. Dalam hati ia merutuki adiknya yang tak tau tempat, tapi memang Sella kini sangat sexy apalagi dengan perut yang sedikit membuncit itu.


"Sayang, kamu berniat menggoda Mas?" ucap Agas pelan.


"Nggak, aku mau turun. Tangkap ya." Sella meloncat dari atas ke pelukan Agas.


byurr


Lagi dan lagi Agas mengumpat dalam hati saya kini wajahnya tepat berada di dua bulatan padat yang seakan minta ia makan. Sella juga semakin mengeratkan pelukannya menikmati dinginnya air.


"Sayang, Mas nggak bisa nafas," ucap Agas.


"Astaga... Mas kamu ngapain," pekik Sella tertawa.


"Kamu buat Mas susah nafas. Makin hari semakin besar ya," kekeh Agas menatap dua bola yang ingin tumpah dari mangkuknya.


"Jangan mesum."


"Mas nggak mesum, Sayang. Tapi sesuai fakta semakin besar," jawab Agas membawa Sella ke tengah kolam renang.


Sella tersenyum malu, memeluk Agas erat saat kakinya sudah tak mampu menyentuh dasar kolam. "Dalem banget ya, Mas?"


"Iya, Sayang. Lumayan dalam kamu jangan lepasin tangannya dari Mas."

__ADS_1


Agas memeluk Sella dari belakang menumpu dagunya pada bahu Sella. Bulan seakan ikut menemani keromantisan mereka, sinarnya begitu cantik di tambah lampu cahayan kolam.


"Mau pakai unicorn?" tanya Agas membawa Sella kembali ke tepi.


Agas keluar kolam mengambil ban besar berbentuk unicorn. "Sini Sayang, Mas bantu."


"Sini kamu juga naik," ucap Sella setelah berhasil duduk diatas ban.


Agas perlahan menaiki ban, kembali memeluk Sella dari belakang sesekali mengusap perut sedikit buncit itu. "Kangen..."


"Tangan." Agas terkekeh kembali mengusap perut Sella. Kembali turun ke sebuah lembah privat miliknya.


"Mas... " bisik Sella.


"Hm? Mas kangen, Sayang," jawab Agas berbisik.


"Terus dimana, disini enak sensasi baru," kekeh Agas membalikkan tubuh Sella menyerangnya rakus.


"Sekali aja mau?" ucap Sella.


"Mau, tapi disini." Sell mengangguk pasrah menikmati sentuhan Agas di dalam air setelah ban unicorn miliknya di hempas ke arah lain.


.


.


.

__ADS_1


Sella merengut kesal pada Agas yang mengatakan sekali tapi ternyata berkali kali hingga kakinya keram.


"Sayang, Mas minta maaf," ucap Agas tersenyum lebar.


"Hm."


"Sayang... abisnya kamu enak."


Sella melotot memukul pelan bibir Agas. "Mas! ish ngeselin."


"Sayang sini deh, Mas ingin menatap kamu yang semakin hari semakin cantik," goda Agas membawa Sella ke pinggir kasur.


"Gombal, Mas mau bicara apa?" tanya Sella.


Agas tersenyum. Dia sangat mencintai Sella besok atau seribu tahun kemudian, dengan Sella ia merasa bahagia dan tentunya Agas tak bisa hidup tanpa Sella.


"Mas sangat mencintaimu. Jangan pernah tinggalkan Mas apapun yang terjadi."


"Kamu ada apa Mas? kok gitu ngomongnya, aku nggak mungkin tinggalin kamu," ucap Sella dengan dahi mengernyit bingung.


"Mas gapapa, Sayang. Mas cuma takut kamu ninggalin Mas. Jangan sampai ya? dunia Mas itu kamu," jawab Agas memeluk Sella.


"Tentu, Mas. Aku juga mencintai kamu. Kalau ada apa apa bilang, Mas, jangan di pendam sendiri." Agas mengangguk mengerti.


***


mecha bck jgn lupa like votenya kritik blh tpi pakai bahasa yg baik ya

__ADS_1


__ADS_2