
"Siska, apa kamu sedang sibuk?,". Tanyaku padanya. Sudut bibir Siska masih terlihat sedikit bekas biru akibat tamparan mas Fatih tiga hari yang lalu. Mas Fatih sudah menjelaskan semuanya padaku, termasuk saat mas Fatih menampar dua kali wajah Siska.
Aku bahkan sampai tidak percaya, suamiku berani menampar perempuan. Pasti saat itu mas Fatih benar-benar sangat emosi dan tidak bisa mengontrol dirinya. Dan masalah Siska yang mempermalukanku, setelah dia dan mas Fatih sampai dirumah, esok paginya Siska di antar oleh mas Fatih menghampiriku dan meminta maaf padaku, mungkin mas Fatih memaksa Siska untuk meminta maaf padaku. Padahal aku juga sudah memaafkan Siska dan sebaliknya aku juga meminta maaf padanya, meksipun aku juga tidak salah.
"Siska, ada yang mau aku bicarakan padamu,". Siska masih tidak melihat ke arahku.
"Apa?!,". Jawabnya ketus.
"Sebelumnya aku minta maaf, aku tidak sengaja mendengar percakapan mu dengan seorang laki-laki beberapa hari yang lalu,". Suaraku tercekat.
"Apa?!, jadi kamu mendengar semua percakapanku dengan.... Maksudmu apa?!. Hah?!!,". Siska melotot padaku, dia terlihat sangat gusar. Ekspresi wajah nya terlihat tidak biasa.
"Sungguh, aku tidak sengaja mendengar nya. Dan kebetulan kamu mengeraskan pengeras suaranya. Hingga terdengar dari balik pintu kamar mu, jadi....,".
"Ya... jadi yang kau dengar beberapa hari yang lalu itu benar!, kenapa!, hah!. Kau mau mengadu pada mas Fatih?!,". Sial, ternyata Aisyah mendengar percakapanku dengan mas Deni.
"Ja... jadi benar kamu punya selingkuhan dibelakang mas Fatih?,". Tanyaku masih tidak percaya.
"Iya, jauh sebelum aku menikah dengan suamimu, aku sudah berhubungan sangat lama dengan laki-laki itu!!!. Dan ingat, kalau mas Fatih sampai tahu Masalah ini!!. Aku tidak akan segan-segan untuk melaporkan mu pada Bunda!!!, camkan!!!,".
Siska begitu sangat marah besar, pengakuan nya di depanku sangat membuat hancur hatiku. Bagaimana bisa dia menikah dengan laki-laki lain padahal cintanya hanya untuk laki-laki yang selama ini berhubungan dengannya?. Dan... Ah.. lagi-lagi Bunda. Aku harus melakukan apa jika sudah berhubungan dengan Bunda mertuaku. Ancamannya yang akan menjadikan aku seorang janda masih membekas dan membuat trauma di hidupku.
Dan beberapa hari lagi Siska akan pergi ke villa. Tapi firasatku sangat aneh. Sepertinya Siska tidak pergi dengan teman-teman perempuan nya, melainkan dengan laki-laki selingkuhan nya itu. Astaghfirullah... aku cepat-cepat beristighfar. Bukan maksudku untuk bersu'udzon (berpikiran buruk) pada Siska. Tapi ini benar-benar sangat aneh sekali dihatiku.
"Dik...,". Ucap mas Fatih padaku.
__ADS_1
"Iyah mas, ada apa?,".
"Mas kan mau pergi ke luar kota satu Minggu lebih, mas nitip Siska yah,".
"Kenapa harus di titipkan segala mas?,".
"Mas ngga mau ada apa-apa dengan istri muda mas. Jadi tolong yah jaga dia,".
Lagi-lagi mas Fatih menghancurkan hatiku. Kenapa?, aku juga istrinya, kenapa mas Fatih lebih khawatir pada Siska dari pada dengan ku?, lalu bagaimana dengan aku?, bulir air mataku berdesakan ingin keluar dari kelopak mataku. Dan lagi-lagi aku berusaha menahan nya.
"Iya mas. In syaaAlloh,". Ucapku dengan suara yang parau.
"Entahlah kenapa, setelah kejadian mas menampar dan memarahi Siska, mas jadi makin takut kehilangan Siska. Kasian dia,".
"Mas?, apa mas setiap hari bertemu dengan Alex?,". Tanyaku dengan ragu.
"Memang nya ada apa?,".
"Asiyah hanya tanya mas,".
"Masih, hampir setiap hari. Dari Alex lah mas mengerti gimana cara memperlakukan Siska dengan baik,".
Tapi kamu mengabaikan dan menyakiti aku mas. Kamu sama sekali tidak menyadari bahwa setiap hari hatiku hancur, kalau bukan karena rasa cintaku padamu sebagai seorang istri, aku tidak akan kuat mas menjalani ini semua. Ucapku dalam hati.
"Oh iya iya mas,". Jawabku datar.
__ADS_1
"Dan karena nasehat Alex lah, mas bisa menerima permintaan kamu. Dan menikahi Siska. Dan mas bersyukur punya istri muda seperti Siska. Dia pandai membuat mas bahagia, bahkan dia sangat seksi, hingga mampu menggoda mas untuk terus mencintai nya, dan pasti Siska perempuan yang sangat setia, lebih setia dari pada kamu Aisyah,". Aku melihat wajah mas Fatih terlihat bersemangat.
"Maksud nya apa mas?, siapa yang tidak setia mas?,". Aku shock mendengar ucapan mas Fatih barusan. Kenapa dia tega mengatakan itu semua padaku.
"Kamu Aisyah?!. Kamu sudah menghianati suami mu sendiri?!, kamu sudah selingkuh dibelakangku?!,". Kini nada suara mas Fatih semakin tinggi, mirip seperti orang yang sedang benar-benar dalam keadaan emosi.
Astaghfirullah ya Allah ya Rabb, apalagi ini?, kenapa mas Fatih dengan keji memfitnahku selingkuh di belakang nya?, padahal selama ini aku selalu berusaha menjaga kehormatanku hanya untuk suamiku. Aku tidak pernah sekalipun selingkuh di belakang mas Fatih. Mas Fatih salah besar...., bukan aku yang selingkuh mas, tapi Siska. Siska istri muda mas yang sedang mampu membuat mas tergila-gila dan dalam pengaruh nya. Siska mas yang mengkhianati kamu mas Fatih, bukan Aisyah.
Aku benar-benar sudah tidak mampu lagi menahan air mataku. Hatiku sangat sakit, aku rela di madu demi menjaga kehormatanku, demi menghormati Bunda mertuaku, dan demi agar aku selalu berada di samping nya walau perih, tapi orang yang begitu sangat aku cintai tiba-tiba dengan tanpa belas kasihan menuduhku berbuat serong dengan laki-laki lain, hal yang tidak pernah aku lakukan selama aku menjadi seorang istri. Entah, dari mana mas Fatih bisa menyimpulkan bahwa aku telah berselingkuh dan mengkhianati nya?.
"Hiks.... hiks... hiks...,". Tangisku pecah.
"Apa?!, buat apa kamu menangis Sagala Aisyah?!, kamu sedih iya, karena sikap busuk kamu yang selingkuh dibelakang suami mu ini terbongkar?!, hah?!, jawab?!,". Suara mas Fatih melengking membentakku dengan sangat keras.
"Ti.. tidak mas. Aisyah tidak pernah sekalipun mengkhianati mas Fatih. Tidak pernah mas... Hiikks... hiks.. hiks.,".
"Hallaahh....!!!, bulshit?!. Kamu telah selingkuh Aisyah. Aku sudah tahu sejak lama, tapi aku engga mengucapkan ini padamu?!,".
"Mas Fatih, Aisyah selalu setia dengan mas Fatih. Aisyah tidak pernah selingkuh di belakang kamu mas, hiks... hiks... hiks... Kenapa mas Fatih dengan tega menuduh Aisyah melakukan perbuatan sehina itu?!,".
"Perbuatan hina?!, hanya di lakukan oleh perempuan hina seperti mu Aisyah?!. Aku menyesal telah membela mu dan menampar wajah Siska karena mu?!. Harusnya kamu yang aku tamparrr!!!!,". Mata mas Fatih merah, dan aku hanya mampu menundukkan wajahku. Hatiku sangat hancur. Aku tidak kuat ya Allah.
"Istighfar mas, Aisyah tidak pernah selingkuh mas?!, tidak pernah?!. Hiks... hiks... hiks...?!,". Aku masih menangis, aku tidak kuat menahan semua omongan kasar mas Fatih padaku.
Aku berlalu menuju kamar, aku mengunci pintu kamar dan menangis sekeras-kerasnya. Aisyah sudah tidak kuat ya Allah. Hati Aisyah sakit. Umi.... Abi... tolong Aisyah. Ucapku lirih di tengah tangisku.
__ADS_1