
Sella membuang nafasnya sangat lelah, semua pekerjaan rumah ia yang lakukan sedangkan Laras duduk seenaknya menikmati teh hangat.
"Kerja! Kerja! Kerja! dikira hidup seputar menikmati," cibir Sella memukul pantat panci dengan centong.
"Males."
"Ngerjain rumah males giliran buat anak sampai ngemis ngemis," balas Sella mengambil kain pel.
"Wajar lagi hamil," sinis Laras.
"Lah, dikira saya lagi kurang kerjaan? nih liat buncit juga."
"Nggak usah bawell deh, kerjain aja," Laras berdecak.
"Enak aja kamu, Nih pel! kalau nggak dikerjakan siap siap lapor Mas Agas."
"Cih." Laras mengambil kain pel dengan kasar.
"Ngepel tuh nggak gitu, niat jadi selingkuhan apa jadiiin suami orang ATM berjalan?" ucap Sella semakin menyindir Laras.
Laras membanting kain pel dengan keras. "Heh, paling sebentar lagi juga bercerai dengan Mas Agas."
"Oh ya? Silahkan ambil, tapi dia mau nggak sama Mbak?" sinis Sella menendang kursi.
__ADS_1
"Hahahah, kamu nggak tau. Dia sering minta tuh sama aku, kamu nggak pinter muasin kali," ucap Laras memanas manasi.
Sella terdiam, menyembunyikan rasa sakit hatinya. "Bahkan sofa yang Mbak duduki pernah jadi saksi aku dan Mas Agas. Dapur dan hampir semua ruangan disini pernah dicicipi kami."
"Cih, ranjang kamar mu juga sudah aku cicipi dengan Mas Agas. Rasanya sangat enak kami melakukannya bukan hanya saat mabuk tapi melebihi itu."
Sella manahan air matanya, lagi lagi Agas berbohong ia bilang mereka melakukannya karena sedang mabuk ternyata lebih dari itu. Apa benar ia tak bisa memuaskan suaminya itu atau Agas yang tak bisa cukup.
"Bagus lah, setidaknya ada alasan saat aku pergi nanti," gumam Sella melirik Laras yang tersenyum kemenangan.
.
.
.
"Baby... apa Mama nyerah aja ya? Mama nggak kuat, Baba jahat sama kita. Nanti Baby jangan tinggalin Mama sendiri," isak Sella mengusap perutnya yang mendapat respon tendangan.
dug
dug
"Tapi nanti nggak ada yang masakin Baba sarapan, kan Baba nggak bisa makan makanan luar. Disisi lain Mama capek bertahan sama Baba kamu, apa memang Mama nggak pantas jadi istrinya?"
__ADS_1
"Nanti Baby harus jadi anak yang kuat seperti superhero. Nggak boleh lemah oke? anak Mama memang yang terbaik." Sella tersenyum saat lagi mendapat tendangan dari dalam.
"Sel? disini juga kamu."
Sella menoleh mendapat Zayn dengan jas rapih. "Kamu abis meeting disini?"
"Iya, tadi ada meeting. Kenapa sendirian? dimana suami kamu," tanya Zayn sambil memesan susu jahe.
"Kerja."
"Oh, jagain wanita ular itu," sambung Zayn.
"Aku capek, pengen nyerah," lirih Sella.
"Hei, sini tatap aku. Kamu kuat dan kamu nggak sendiri karena ada aku mulai saat ini," ucap Zayn lembut menatap iba wanita hamil yang seharusnya diberi kebahagiaan malah di timpa kesedihan berkali-kali.
"Mas Agas ternyata sering melakukannya dengan Laras. Apa aku begitu kurang? pernikahan suci ini terus di bumbui pengkhianatan."
"Tunggu, Kak Geon tau?"
"Belum, aku takut Kakak mukulin Mas Agas," jawab Sella.
"Harusnya kamu kasih tau. Supaya dapat pelajaran langsung dari Geon sama aku." Zayn berkilat marah tak sabar menghajar abis Agas.
__ADS_1
***
mecha bck jgn lupa like vote nya kritik blh pake bahasa yg baik ya