Madu

Madu
Episode 70


__ADS_3

Aku berkeringat sangat banyak, aku bahkan sampai menangis, mataku terpejam, tapi aku tak mampu untuk membuka mata. aku hanya berteriak, dan menangis. Kondisi ku susah di jelaskan. sekitar pukul tiga malam aku baru bisa terbangun dari tidurku yang mengerikan. Aku mengusap dahiku yang berkeringat, dan air mataku yang ternyata benar-benar basah. tapi yang barusan aku alami hanya mimpi. Aku yakin itu hanya mimpi. Astaghfirullah ya Allah. Kenapa aku mimpi seburuk itu ?. Aku masih di Jakarta, karena saat sedang akan menuju solo aku harus putar balik karena Bi Ijah memberikan kabar, bahwa keberadaan bunda sudah di ketahui dan bunda saat ini sedang dirawat di rumah sakit karena infeksi yang terjadi pada luka bekas pukulan laki-laki bejat itu. Aku belum kerumah umi dan Abi. Semua itu hanya mimpi, Iyah.. aku hanya mimpi kalau Aisyah ku telah tiada. aku mengusap wajahku berkali-kali, aku masih terduduk dan mengatur nafasku yang masih tidak terkontrol, jantungku masih berdetak sangat kencang, ini adalah mimpi terburuk seumur hidupku. Hingga pagi aku tidak bisa terpejam, masih terbayang mimpi yang sangat mengerikan itu. Sedang bunda masih sering memanggil nama Aisyah persis seperti yang diceritakan oleh bi Ijah, bahkan di saat bunda masih terbaring sakit.


#####


Setelah sehari lalu aku melakukan shalat taubat. Hatiku benar-benar sudah ikhlas untuk melepaskan mas Fatih dari hidupku. biarlah rasa cintaku untuknya ku kubur dalam bersama kecewa dan luka yang ada. Aku berniat menceritakan segalanya kepada umi. menceritakan betapa hancurnya putri mereka. Aku sudah yakin untuk cerai dari mas Fatih. Setelah kehilangan calon janin ku, aku harus bisa bangkit dan menata hidup ku yang baru dengan laki-laki yang lebih tulus dari pada mas Fatih.


Rangkaian bunga yang di buatkan umi untukku, kusimpan di pojok kamarku. biarlah bunga itu sebagai tanda, bahwa Aisyah telah memulai hidup nya yang baru. Foto Pernikahan ku dengan mas Fatih yang kemarin malam kulihat sudah terpajang di kamarku entah sejak kapan, aku turunkan dari tembok kamarku. Dan gamis yang kemarin aku gunakan untuk melakukan shalat taubat di masjid, ku simpan rapih dalam kotak, semua barang yang mengingatkan ku dengan mas Fatih harus aku hilangkan dari kehidupan ku. Hari ini tepatnya pukul setengah sembilan pagi aku menceritakan segalanya kepada umi dan Abi, termasuk aku yang sempat kabur ke Cirebon dan aku yang keguguran. Tak banyak yang di keluarkan oleh mulut umi dan Abi selain kata istighfar dan air mata.


" Kak ? apa Nak Fatih pernah mentalak kamu secara lisan dan terang-terangan ?". tiba-tiba Abi menanyakan hal itu padaku.


" Tidak bi, mas Fatih belum pernah mentalak Aisyah. tapi Aisyah ingin bercerai dari mas Fatih Abi, Aisyah ingin bahagia meski bukan dengan mas Fatih. Aisyah sudah lelah bi ". aku menangis di pelukan umi.


" Jadi karena hari ini kakak mau menceritakan segalanya pada umi dan Abi ? makanya semalam kakak bertingkah aneh ? dari minta tidur seranjang berempat, hingga dibuatkan karangan bunga oleh umi ?". kali ini umi yang bertanya padaku.


" nggih umi, Aisyah butuh kekuatan, Aisyah butuh hal positif untuk berani jujur dan menceritakan segalanya, dan setelah shalat taubat kemarin, kak Aisyah mendapatkan ketenangan dan keyakinan untuk meninggalkan segala kenangan kak Aisyah dengan mas Fatih umi. Aisyah sudah lelah ".


" kak ? menurut pendapat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz salah satu penyebab terjadinya talak yaitu jeleknya akhlak suami yang suka menganiaya dan memperlakukan isteri secara tidak adil, dan kak Aisyah mendapatkan itu semua dari nak Fatih, dan Wajib bagi hakim (KUA) untuk menghilangkan sesuatu yang membahayakan istri. Ketika dipahami bahwa hakim boleh memisahkan suami istri karena suami lama menghilang, sementara tidak memberi nafkah termasuk menyakiti dan mendzlimi istri, lebih menyakitkan dari pada sebatas adanya aib pada suami, maka wewenang hakim untuk memisahkan suami istri karena tidak memberi nafkah, lebih kuat. (Fiqh Sunah, 2/288), itu pula ada pada apa yang kak Aisyah dapatkan ". abi menjelaskan tentang hukum talak padaku.


" lalu apa yang ingin kak Aisyah lakukan setelah resmi bercerai dari nak Fatih kak ?". kali ini umi yang bertanya padaku dengan air mata yang menetes. aku tau umi dan Abi sangat hancur hatinya, mereka pasti marah. tapi mereka tetap berusaha untuk sabar, itu terbukti umi dan Abi berkali-kali istighfar.


" kak Aisyah ingin memulai hidup yang baru dengan laki-laki lain umi, Aisyah ikhlas dinikahkan dengan laki-laki siapapun asalkan laki-laki itu baik, silahkan umi dan Abi yang mencarikan untuk Aisyah ". ucapku dengan tubuh yang gemetar. Aku harus bisa berani memulai hidup yang baru.


" apa kak Aisyah yakin ? kak Aisyah tidak ingin sendiri dulu setelah kejadian ini kak ?". tanya Abi padaku.


" Aisyah yakin Abi, Aisyah sudah curhat sama Allah kemarin, Aisyah yakin ingin memulai hidup baru dengan laki-laki lain. lagi pula sampai sekarang mas Fatih juga tidak ada itikad baik untuk mencari kemana Aisyah".


" yasudah kak, biar nanti Abi yang mengurus masalah perceraian nak Fatih dengan kamu. sambil kamu menunggu masa Iddah selesai. kak Aisyah tenangkan diri dulu, dan siapkan diri untuk memulai hidup yang baru. Masalah calon serahkan pada umi dan Abi ".


" terimakasih Abi umi". aku memeluk Abi dan umi sangat erat.


######

__ADS_1


Solo, 21 Oktober 2015


Hari ini dua bulan berlalu, Mas Fatih tak kunjung mencari ku. aku benar-benar sudah ikhlas. dan gugatan cerai ku dinyatakan resmi oleh pengurus KUA yang mengurus pernikahan ku dengan mas Fatih dulu dengan beberapa pertimbangan dan alasan. Sedang Azizah sekarang menetap di Australia bersama keluarga nya, terakhir Azizah hanya mengucapkan salam perpisahan dan mengucapkan selamat berbahagia. Aku masih tidak tahu, berbahagia atas apa ? mungkin Azizah hanya menyemangati ku untuk bisa bangkit dan berbahagia lagi dengan orang yang baru.


Dua hari yang lalu aku baru saja dilamar oleh salah seorang laki-laki pilihan umi dan Abi. Dia laki-laki yang tampan, bahkan lebih tampan dari mas Fatih. Dia laki-laki yang santun dan lemah lembut. Dia asli orang Jogja, Fahmi Al Farizi namanya. Dia menerima segala masa laluku. Dan Satu Minggu yang akan datang. aku akan melangsungkan pernikahan kedua dan terakhirku dengan mas Fahmi.


#####


Jakarta, 28 Oktober 2015.


Maafkan aku Aisyah, hari ini aku baru bisa menuju ke solo untuk menemui mu. Aku sudah berusaha untuk menghubungi mu, tapi nomor mu dan nomor rumah tidak ada satupun yang aktif, begitu juga dengan Azizah, aku tidak bisa menghubungi nomor nya. aku harus menunggu dan menjaga bunda yang masih tergeletak selama berbulan-bulan di rumah sakit. Tak taukah kau Aisyah, hampir setiap malam aku menangis bersama bunda memanggil namamu. Kami rindu kamu Aisyah. Aku hanya mampu berdoa agar kamu masih setia untukku. Setiap hari aku masih terngiang-ngiang mimpi yang sangat buruk itu. Hari ini aku membawa bunda yang sudah mulai pulih dari sakitnya, bunda sangat rindu padamu. Tunggu kami di solo, ucapaku dalam hati.


.


.


.


Mobil ku sampai di gang yang menuju rumah Aisyah. tapi ternyata gang kecil itu penuh dengan beberapa mobil-mobil dan kendaraan bermotor. aku dan bunda terpaksa turun dan berjalan agak jauh untuk menuju kerumah Aisyah. Aku bingung, kenapa banyak sekali mobil-mobil dan motor. Ah mungkin ada tetangga yang sedang hajatan. Aku menggandeng tangan bundaku erat dan tangan kiri ku membawa bucket bunga untuk aisyah. Aku menghentikan kaki ketika mendapati rumah Aisyah penuh dengan hiasan mirip sedang mengadakan sebuah pesta pernikahan. Tidak mungkin ?! bukan Aisyah mungkin saudaranya yang menumpang di rumah Aisyah. aku menepuk pipiku keras, kali ini aku sedang tidak bermimpi.


Aku mempercepat langkah ku dan tetap menggandeng tangan bunda menuju masjid dekat rumah yang sedang ramai beberapa orang.


" Fatih ? ada apa ? kenapa rumah Aisyah mirip sedang Mengadakan hajatan ? siapa yang menikah ? atau adik nya Aisyah yang berkhitan ?". bunda bertanya padaku. yang aku sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan bunda. aku sendiri masih menyimpan pertanyaan yang sama.


" Fatih tidak tau Bun". jawabku dengan suara yang tercekat.


Aku terus berjalan menuju kedalam masjid dan menembus beberapa gerombolan orang yang sedang duduk. Wajah mereka sangat berbahagia. tapi tidak dengan aku dan bunda. Tepat ketika aku masuk di dalam pintu masjid aku dan bundaku mendengar kata-kata yang sama saat 2 tahun yang lalu, hanya berbeda di sebuah nama saja.


" Saya Nikah, dan kawinkan. Putri pertama saya Aisyah Fatimatul Salwa binti Muhammad Soleh, dengan kamu ananda Fahmi Al Farizi bin Hanggar Prayitno, dengan emas kawin sebesar 25 gram dan seperangkat alat shalat di bayar tunai "


" Saya Terima Nikah dan Kawinnya Aisyah Fatimatul Salwa binti Muhammad Soleh dengan mas kawin tersebut di bayar tunai "

__ADS_1


" bagaimana saksi ?"


" Sah, Sah ,Sah "


" Alhamdulillah, Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fiil Khairin (”Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan”).


Aku jatuh terduduk dan menangis. meratapi hatiku yang hancur, meratapi perih nya hati. Hidupku benar-benar sudah berakhir. semuanya hancur ya Allah. Aisyah ku kini telah menjadi milik laki-laki lain. Fatih kalah. kenapa ? Kenapa seberat ini ujian untukku ya Rabb ? kenapa Engkau takdirkan Aisyah menjadi milik laki-laki lain ? tak pantaskah aku untuk memiliki Aisyah lagi ?. Mimpi itu ternyata sebuah pertanda darimu Aisyah. Aku mimpi kamu sedang melaksanakan shalat, tapi kenyataannya kamu saat ini sedang melaksanakan akad, kamu sangat cantik di mimpi itu, begitupun sekarang Aisyah. di Mimpi itu kamu telah mati, dan kenyataan nya hari ini kamu memang telah mati dari hatiku, karena kamu telah hidup bahagia di hati laki-laki yang kini telah menjadi suamimu untuk menggantikan ku, di mimpi itu aku membopong tubuhmu yang kaku pulang, dan kenyataan nya hari ini aku akan membopong segala kenangan indah bersamamu pulang bersama ku yang kini telah hancur.


Aku melihat bunda ku yang tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri setelah mendengar akad pernikahan Aisyah dengan suaminya yang baru. Sedang aku masih terduduk dan menangis menyaksikan ini semua. Aku melihat keadaan menjadi gaduh. orang-orang membantu bundaku yang masih tak sadarkan diri.


" Mas Fatih ?!!! Bunda ?!!". aku mendengar mantan istri ku berteriak memanggilku dan bunda. Dia sangat cantik, tapi sekarang dia bukan lagi milikku.


" Alhamdulillah, Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fiil Khairin Aisyah dan Fahmi ". ucapku lirih dan gemetar ketika Aisyah dan suami barunya mendekati ku yang masih terduduk dan menangis.


Mantan abi mertuaku membangunkan aku dari posisiku dan memelukku erat. aku menangis di pelukan mantan Abi mertuaku. sedang bundaku di tolong oleh mantan umi mertuaku.


Ketika acara sudah selesai. Dan bunda sudah sadarkan diri. Aku, Bunda, Mantan istriku Aisyah, Mantan umi dan Abi mertuaku duduk didalam masjid. hanya ada kami berlima. Sedang suami baru Aisyah dan keluarganya mengerti posisi kami, bahwa ada hal yang harus di selesaikan. Aku hanya mampu menangis dan menangis. aku memandangi wajah Aisyah untuk yang terakhir kali.


" Dik Aisyah... hari ini kamu sangat cantik. persis saat dua tahun yang lalu ketika mas menikahi mu di masjid yang sama, hari ini di masjid yang sama kamu resmi menjadi istri Fahmi, dan resmi pula menjadi mantan istri Fatih ". hanya itu yang keluar dari mulutku. Sedang Aisyah hanya bisa menangis.


Aku menceritakan semuanya kepada umi dan Abi mantan mertuaku dan Aisyah yang sekarang menjadi mantan istriku tentang apa yang terjadi sebenarnya, tentang bagaimana usahaku yang mencari Aisyah hingga aku yang tak ada kabar karena merawat bundaku seorang diri. Aku mendengar tangisan Aisyah yang menggebu dan semakin keras, hingga akhirnya Aisyah jatuh pingsan tak sadarkan diri. Jangan ditanya bagaimana keadaan ku dan bundaku saat itu. Aku hanya menangis, hanya itu. Aku sudah hancur. Saat ini aku hanya memiliki satu wanita yang harus benar-benar aku jaga dialah bunda, setelah aku kehilangan satu wanita yang sangat aku cintai Aisyah Fatimatul Salwa. Selamat jalan Aisyah, terimakasih telah menjadi bidadariku. Aku akan tetap mencintaimu, meskipun sekarang cintamu sudah bukan lagi untuk Fatih tapi untuk Fahmi. Aku akan mencintaimu, meskipun cintaku takkan pernah terbalaskan. Biarkan segala kenangan tentangmu kubawa pulang bersama hancurnya hidupku.


TAMAT


⏬⏬⏬⏬⏬⏬⏬⏬⏬⏬⏬⏬⏬⏬⏬⏬


**Terimakasih buat temen-temen yang sudah mau baca Novel ku dengan Judul MADU. Jangan lupa baca karyaku yang lainnya yah.


Novel Bertemu, Bertamu, Bersatu (B3)


__ADS_1


Follow Akun Instagram Author @citrabahtiarr_


__ADS_2