Madu

Madu
22 | Duka dan Geon


__ADS_3

Sella sudah boleh pulang kemarin, ia langsung meminta Agas untuk membawanya ke makam Florin. Disana Sella menangis pilu meminta maaf karena tak bisa menjaga Florin dengan baik dan mengungkap betapa dirinya mencintai Florin.


"Tidak bisa begitu!!" pekik Agas marah. Pasalnya Geon ingin membawa Sella pergi darinya, berpisah sehari saja ia sudah uring-uringan apalagi bertahun-tahun.


"Tentu bisa! aku tak mau adikku kau sakiti lagi," balas Geon tegas. Agas terkekeh datang tak di undang dan sekarang seenaknya ingin memgabil Sella darinya.


"Geon tolong jangan memaksa Sella. Ini, ini bukti medis jika Agas menderita IED."


"Mah!," panggil Agas tak suka.


Mama Diana menggeleng, ia tak mau kehilangan menantu dan binar putranya. "Kamu bisa membacanya. Agas sulit mengendalikan emosinya dan selalu ada hasutan berbuat kasar, tapi anakku sedang dalam pengendalian."


Sella yang tertunduk langsung mendongak menatap Agas. "Apa aku nggak berharga buat kamu Mas? Sampai kamu lelah menyembunyikan berita besar ini," kekeh Sella hambar.

__ADS_1


Agas memegang jemari Sella, menatapnya penuh cinta. "Sayang... aku takut kamu meninggalkan ku. Kamu sangat penting di hidupku," ucap Agas sendu.


"Aku mencintai segala apapun yang ada dalam diri kamu Mas. Kalau kamu memberi tau lebih awal kita bisa berobat tanpa harus kehilangan Florin," isak Sella pilu.


Agas ikut menangis mengecup jemari Sella. "Maafkan Mas sayang. Mas mau berobat asal kamu selalu disisi Mas... "


Geon yang sedari tadi menyimak terkekeh sinis. "Kau tak bisa membawa adikku kembali brengse*k. Aku akan membawanya pergi sampai kau nangis darah sekalipun tak kan ku pedulikan."


"Ayah... aku sangat mencintai Sella. Aku juga merasakan sangat kehilangan Florin, jangan pisahkan aku denga istriku. Aku tak mau kehilangan Sella." runtuh sudah, Agas sudah tak bisa menahan tangis pilunya bahkan saat mengatakan kalimat itu tubuhnya bergetar.


"Kakak... Ayah.... aku juga sangat mencintai suamiku. Aku tau besarnya kesalahan Mas Agas tapi aku juga salah karena berbohong padanya dan aku merasa bukan istri yang baik tidak mengetahui penyakit yang dialami suamiku," isak Sella menangkup wajahnya.


Cinta yang indah, batin Geon.

__ADS_1


"Sudah Agas, Sella sudah memilih jalan hidupnya kita hanya bisa mendukung dan menasihati. Agas akan sering kontrol ditemani Sella nanti, bagaimana Agas?" ucap Ayah Sella melerai.


Agas tersenyum lebar dengan cepat mengangguk. Masalah itu akhirnya di selesaikan dengan kepala dingin dan Agas berjanji akan segera sembuh dan bisa mengontrol emosinya tentu di dampingi Sella.


Geon sudah memaafkan Agas atas kelakuannya walau tak sepenuhnya bagi Agas yang penting masalah ini selesai sudah tidak ada dendam yang tersimpan, sudah tidak ada yang akan memisahkan dirinya dengan Sella.


Kini pria itu mengusap perut Sella yang sedikit membuncit ia tak mempermasalahkan hal itu karena Agas suka bagaimana keadaan fisik Sella. Yang ia sedihka ialah kehilangan anak pertama, princessnya bahkan Agas masih mengingat betapa cantiknya Florin walau sudah sangat pucat.


"Kenapa Mas, sedih gitu mukanya?" tanya Sella mengusap rahang Agas.


Agas tersenyum ia mensejajarkan wajahnya dengan Sella, menatap lembut wanita yang selalu ia sakiti tapi tak pernah membuatnya kecewa. "Nggak ada sayang. Kamu mungkin bosen mendengar kalimat ini, Sella aku sangat mencintaimu."


***

__ADS_1


Mecha back jgn lupa like komen vote byee byee


__ADS_2