
Hari ini Aisyah tidak lagi mual-mual tapi dia menangis teriak-teriak kesakitan memegangi perutnya. aku panik, apa magh nya sudah sangat parah ?. aku akhirnya memutuskan untuk membawa Aisyah ke salah satu dokter langganan ku di Cirebon. Aku panik melihat wajah pucat Aisyah yang sedari tadi menahan rasa sakit, keringat dingin bercucuran di dahi nya. Aku sedikit ngebut membawa mobilnya, benar-benar sangat panik.
" dok..!!!, darurat tolong ditangani terlebih dahulu dok ". ucapku panik.
" ini harus segera di rujuk di RS terdekat ". ucap si dokter itu. Aku buru-buru membawa Aisyah dengan bantuan beberapa orang untuk menuju ke RS. Aku salah, harusnya dari awal aku membawa Aisyah langsung ke RS saja. Panik benar-benar membuat otak tidak bisa berpikir cemerlang. Aku masih melihat Aisyah yang menangis dan meronta-ronta memegangi perut nya. Setelah sampai ke RS, Aisyah langsung di bawa menggunakan tempat tidur dorong milik RS, dan masuk kedalam UGD untuk di tangani.
Aku menunggu Aisyah di depan, aku khawatir dan cemas. kenapa masalah lambung semengerikan itu ?!. Dan ini baru pertama kali aku membawa orang sakit sampai meronta-ronta seperti Aisyah. aku benar-benar resah. sudah lima belas menit belum juga ada kabar.
" Keluarga nyonya Aisyah ?". Seorang suster memanggil.
" iya saya sus keluarga dari pasien nyonya Aisyah. ada apa ya sus ?". Tanyaku panik.
" silahkan mbak masuk kedalam ruang administrasi ".
" aku membuntuti perawat perempuan itu masuk kedalam ruang administrasi ".
" Mbak, nyonya Aisyah harus di opname. Karena hasil dari pemeriksaan dokter, nona Aisyah baru saja mengalami kontraksi parah pada kandungan nya". jelas perawat itu padaku.
" A....apa ?!, kandungan sus ? teman saya hamil sus ?!". tanyaku penuh dengan semangat dan kebahagiaan. Aisyah pasti bahagia mendengar berita ini.
" Iya nona Aisyah hamil, tapi karena kontraksi yang parah dan berlangsung sangat lama, janin nona Aisyah tidak bisa diselamatkan, non Aisyah mengalami keguguran kandungan di usia menginjak empat Minggu. mohon untuk mengisi data administrasi pasien untuk segera kami urus ".
Hatiku rasanya hancur, kenapa lagi-lagi Aisyah di uji begitu berat, kehilangan suami dan sekarang kehilangan calon bayi nya. Aku yang tidak merasakan secara langsung benar-benar merasa jatuh dan menyakitkan. aku tidak bisa membayangkan bagaimana ada di posisi Aisyah saat ini. air mataku menetes menangisi malang nya nasib sahabatku yang sangat baik ini. Setelah mengisi dokumen administrasi pasien, aku sudah diijinkan untuk menjenguk Aisyah yang saat ini masih berada dalam UGD.
Langkahku berat, aku tidak sanggup melihat wajah Aisyah saat ini. Bahkan aku yang tidak merasakan nya langsung benar-benar serasa tidak memiliki semangat untuk hidup lagi. Aku membuka tirai pembatas antar pasien. Aku melihat sahabatku masih tak sadarkan diri setelah mendapatkan tindakan dari tim medis rumah sakit. Aku mengusap lembut wajah nya, Aisyah perempuan yang sangat baik, bahkan selama aku berteman dengannya, dia tidak pernah sekalipun menyakiti hatiku. Jilbab hitam ku basah menangisi sahabatku sendiri yang masih tak sadarkan diri.
Kira-kira sekitar pukul enam sore bertepatan dengan adzan Maghrib, Aisyah sudah boleh di pindahkan ke ruang opname. aku mengantar aisyah yang masih belum sadarkan diri. Aku terus mendampingi Aisyah, aku tidak ingin ketika dia sadar, dia merasakan sendirian karena tidak ada orang di samping nya. Aku memilih ruang VIP untuk Aisyah, agar dia bisa istirahat dengan nyenyak. Dan aku bisa lebih leluasa menunggu Aisyah tanpa ada pasien atau anggota keluarga pasien lainnya.
" Azizah ...?". Aku langsung terhenyak dan menuju ke tempat tidur Aisyah.
__ADS_1
" iya Syah, gue disini. Alhamdulillah elu sudah sadar. gue panik Syah, gue khawatir sama elu ".
" aku ngga papa kok, maaf ya aku merepotkan kamu lagi". Entah, ini orang terbuat dari apa hatinya, bahkan dalam kondisi masih lemah saja masih sempat-sempatnya merasa tidak enak dan meminta maaf, walau sebenarnya aku sama sekali tidak merasa direpotkan.
" Apa si, elu sama sekali ngga merepotkan gue Syah. yang penting sekarang elu harus pulih, elu harus sembuh ".
" Zah ? Apa yang di sampaikan dokter tentang kondisiku ? kenapa aku merasakan sakit yang tak terkira di bagian perut ku ? bahkan rasanya benar-benar seperti akan mati zah... ".
" Syah, elu hanya perlu banyakin istirahat. elu terlalu setress. nanti gue tanya lagi ke dokter tentang kondisi elu. sekarang elu gausah mikirin apa-apa lagi. harus istirahat dan harus sembuh !!".
Aku tidak mungkin memberikan semua informasi mengenai apa yang baru saja menimpa Aisyah. Aku harus berbohong dan berpura-pura akan menanyakan terlebih dahulu kepada dokter. Meksipun sebenarnya aku sudah mengetahui bagaimana kondisi Aisyah, dan kenapa dia sampai bisa merasakan sakit pada bagian perutnya.
" yasudah zah, tolong kalau dokter sudah memberikan informasi mengenai kondisi ku kasih tau aku ya zah, karena aku baru pertamakali merasakan sakit pada bagian perut seperti tadi ". aku melihat Aisyah masih sangat lemah dengan selang infus di tangannya.
" iya Syah, lagu pula biasanya nanti dokter akan visit, elu bisa tanyakan langsung saja pada dokter yang menangani elu syah".
Aku rasa, akan lebih enak jika dokter yang langsung menjelaskan pada Aisyah. aku benar-benar tidak mampu dan tidak sampai hati harus bercerita sejujurnya pada Aisyah. biar bagaimanapun aku juga sesama perempuan, aku tahu persis bagaimana rasanya kehilangan orang-orang yang dicintainya. Meksipun sampai sekarang aku masih sendiri dan memang aku masih memiliki misi yang harus aku selesaikan sebelum aku menikah.
" paling besok pagi Syah, makanya sekarang elu istirahat saja dulu. sambil besok kalau dokter visit elu tanyain tentang kondisi elu yang sebenarnya gimana ".
" baiklah Azizah bawel ". ucap Aisyah sambil kemudian tertidur.
#####
Cirebon, 30 Juni 2015. Hari ini aku masih menemani Aisyah di rumah sakit. .
" Selamat pagi nyonya Aisyah ". Sapa dokter dan perawat yang datang visite ke kamar Aisyah.
" pagi dok". jawabku dan Aisyah bersamaan.
__ADS_1
" bagaimana kondisi nya sekarang ? sudah baikan ?". aku mendengar dokter bertanya tentang kondisi Aisyah.
" Alhamdulillah sudah baikan dok, lebih baik dari kemarin sore. Maaf dok, kalau boleh tau saya kenapa ya dok ? saya baru pertama kali merasakan sakit di bagian perut yang teramat sangat sakit sekali dok". aku mendengar Aisyah menanyakan kondisinya pada dokter yang menangani dirinya.
" jadi gini nyonya Aisyah, kemarin rasa sakit bagian perut yang di alami oleh ibu Aisyah itu karena kontraksi kandungan yang sangat kencang dan parah. Dan kontraksi itu sudah terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama".
" sa... saya hamil dok .. ??". aku melihat sorot mata Aisyah yang berbinar-binar dan tangannya mengelus perut nya.
" iya ibu memang hamil, tapi karena kejadian kontraksi uterus parah dan stress berkepanjangan, menyebabkan ibu Aisyah kehilangan calon janin Bu Aisyah. Janin sudah tidak bisa terselamatkan ketika kontraksi itu terjadi. Usia kandungan memasuki Minggu ke empat memang ibu hamil tidak boleh sampai jatuh stress atau malah terlalu lelah fisik".
dokter menjelaskan apa yang terjadi pada Aisyah. seketika sorot mata yang berbinar-binar tadi langsung redup tergantikan dengan tetesan air mata Aisyah. aku benar-benar tidak tahan dan tidak tega melihat nya.
" baik, besok ibu Sudah boleh pulang, nanti saya resep kan obat untuk dibawa pulang ya Bu. semoga lekas sembuh. saya permisi".
Dokter itu pergi meninggalkan ruang rawat Aisyah. sedang aku langsung menghampiri Aisyah yang masih diam terbaring, hanya air matanya saja yang terus menerus mengalir. bahkan hingga jilbab yang di kenakan nya basah karena air matanya. tatapan Aisyah kosong, dia pasti sangat terpukul sekali.
" Syah... istighfar yah. elu harus kuat. gue yakin elu perempuan yang hebat. biarkan calon anak elu tadi jadi sebab elu masuk surga. elu harus sembuh". aku berusaha menenangkan Aisyah.
" Zah.... aku hancur ". tiba-tiba Aisyah melirik padaku dengan wajah yang sangat menyedihkan.
" Syah, elu harus bisa bangkit. bukannya elu pernah bilang ke gue, ujian itu tanda Allah sayang sama hamba Nya ? Allah sayang sama elu Syah, makanya berkali-kali Allah kasih ujian buat elu. Plisss yang kuat Syah ".
aku tidak mampu membendung air mataku lagi.aku memegang erat tangan Aisyah, dan mengusap air matanya.
" besok elu sudah boleh pulang, elu harus mulai nata hidup elu ya ".
" zah, bahkan suamiku belum mengetahui kabar ini. tapi calon anakku sudah lebih dulu menyerah zah. ".
" tapi elu tidak boleh nyerah Syah. elu kuat, biar anak lu jadi saksi di sana, kalau umi nya itu wanita yang solihah. gue percaya elu ".
__ADS_1
malam itu aku habiskan menangis bersama Aisyah. hingga aku sendiri tertidur dan terbangun berkali-kali, tapi Aisyah masih saja terjaga dengan air mata yang terus mengalir.