Madu

Madu
23 | Belanda


__ADS_3

Setelah penyelesaian masalah kemarin keadaan kembali seperti semula bahkan Mama Diana menyuruh dua pasangan itu untuk honeymoon yang sempat tertunda akhirnya Agas dan Sella menyetujui saran itu tak tanggung mereka akan mengelilingi Eropa selama 13 hari demi mewujudkan Sella yang ingin melihat Aurora Borealis dan Negara Swiss.


Zannse Schans wisata pertama yang mereka kunjungi di Negri kincir angin ini. Tempat ini memanjakan Sella dengan keindahan kincir angin dan rumah transisional khas Belanda.


Keduanya berdecak kagum mendengar penjelasan tour guide bahwa terdapat 6 kincir tua di pesisir sungai Zaan.


"Suka sayang?" tanya Agas mengecup pipi Sella dari belakang menikmati kincir angin yang berputar pelan.


"Suka banget sebelum lanjut foto dulu ya."


Mereka berlanjut ke wisata berikutnya menuju Volendam kota tradisional Belanda yang terkenal dengan pelabuhan yang indah, pasar ikan, dan baju tradisional Belanda. Sella sudah menyewa satu set baju tradisional untuknya dan Agas.


"Mas fotoin ya," ucap Sella berpose memeluk Agas dari samping.


Agas tersenyum senang melihat Sella tak kunjung memadamkan senyum indahnya itu.

__ADS_1


Di tempat terakhir ini mereka akan menyusuri sungai dari kanal ke kanal menggunakan canal cruise. Ponsel Sella tak pernah menganggur memotret bangunan bersejarah di sepanjang sungai.


Agas menarik wajah Sella mengecup bibir manis itu saat tour guide memberi aba-aba memotret mereka. "Mas! malu," bisik Sella memukul kecil bahu Agas.


Tour Guide bernama Agus itu terkekeh ia bahkan sudah biasa melihat lebih dari ini. Akhirnya mereka kembali ke hotel beristirahat karena malam ini adalah hari terakhir di Belanda. Negara selanjutnya adalah Jerman dan sebagai penutup Agus mengatakan akan menyiapkan meja dinner untuk Sella dan Agas di restoran terkenal disini.


"Mas bahagia kalau kamu bahagia sayang," ucap Agas mengecup pipi Sella.


"Mas! jangan di cium bibir kamu terkena skincare aku." Sella mengambil beberapa lembar tisu basah dan kering mengusap bibir lembut Agas yang terdapat bekas skincarenya.


Agas terkekeh kecil mengangkat tubuh berisi milik Istrinya. Menurunkan pelan tubuh Sella takut melukainya, tatapa kedua sejoli itu tak pernah lepas sorot cinta tak pernah putus dari mereka walaupun banyak masalah yang menghantam hubungan mereka.


"Apa kamu bahagia menjadi istri Mas?" ucap Agas dengan suara yang sangat lembut mengusap pipi gembul Sella.


"Tentu, disaat kamu ijab qabul menyebut namaku sudah aku tumpahkan seluruh cintaku untuk kamu Mas," jawab Sella mengelus lembut jambang Agas yang mulai menebal. "Cukur ya Mas?" lanjutnya.

__ADS_1


Agas mengangguk, kembali ia mengangkat Sella mendudukan nya di sebelah wastafel. Ia mengambil pencukur kumis dan foam. Sedikit menunduk agar Sella tak pegal karena terus mendongak.


"Geli sayang," ucap Agas menahan kekehnya. Ia biasa mencukur jambang secara cepat dan kini Sella mencukur jambang dengan sangat lembut dan lambat.


"Diam Mas! aku takut kamu luka nanti." Agas tertawa melihat wajah cemburut Sella.


"Muka kamu lucu sayang, Mas betah liatin wajah bidadari milik Mas." nah kan,Sella paling lemah kalau ditatap intens oleh Agas.


"Jangan tatap aku kayak gitu," ucap Sella mencolek hidung Agas.


"Salting hm?" goda Agas semakin gencar melihat rona merah di pipi Sella.


"Mama Mas Agas nakal!!"


***

__ADS_1


Mecha back jgn lupa like komen dan votenya.


__ADS_2