
"Kenapa kamu Mbak gila?" sinis Laras melihat Sella tersenyum sendiri.
"Aku hamil Mbak."
Laras terdia sebentar. "Selamat semoga kandungan kamu nggak ada masalah."
Sella tersenyum mengusap perutnya, Agas sudah melarangnya untuk memasak bahkan menyapu pun Agas akan marah katanya nanti baby kecapean.
Sore ini mereka akan ada acara keluarga besar dirumah Agas, sekalian Sella ingin memberitahu kehamilannya.
"Sayang kamu depan ya," ucap Agas membukakan pintu untuk Sella.
"Masuk Ras."
"Nanti kalau tante ngomong aneh jangan masukin ke hati," ucap Agas.
"Iya Mas."
Sella menatap kagum bangunan besar ini seberapa kaya suaminya ini?
"Oh ini istri kedua Agas? nggak ayu kayak Laras toh," ucap Tante Mei menatap Sella kurang enak.
__ADS_1
"Mereka berbeda jangan samakan," jawab Agas tegas, alasan ia jarang sekali kumpul keluarga karena kakak dan adik ibunya sangat bermulut pedas.
"Yang bilang sama siapa lho, Gas. Maksud Tante kok kamu mau sama dia padahal suda punya Laras," lanjut Tante Mei sinis. .
Sella berusaha tersenyum padahal hatinya hancur setengah mati, ia juga kagum dengan Agas karena masih menutupi aib Laras yang berselingkuh dan hamil dengan pria lain.
"Hatiku memang untuk Sella dan setiap istriku punya tempat sendiri dihati ini. Jadi Tante jangan pernah menghina Sella karena aku sangat mencintainya."
"Sudah Mei, sini sayang duduk sebelah mama," ucap Mama Dina, ibu Agas.
"Iya Mah, sini Mbak." Sella ikut menarik Laras duduk, bagaimanapun Laras juga istri Agas dan ia juga sangat menghormati Laras.
"Sudah isi?" tanya sepupu Agas.
"Mah Laras juga hamil," ucap Laras mendekatkan posisi duduknya.
"Selamat juga Ras semoga bayimu sehat."
"Sel, Laras itu sebenarnya mantu kesayangan kami lho. Jadi kamu jangan memonopoli Agas dia kan juga istri Agas, Laras juga sedang hamil harusnya kamu jangan egois. Memang kamu nggak tau kalau ibu hamil suka ngidam atau jangan-jangan Laras tersiksa saat sama kalian?" cerocos Tante Mei.
"Aku juga kesyangan Mas Agas dan Mama Dina," balas Sella tersenyum elegan.
__ADS_1
Tante Mei menggeram marah ternyata istri ponakannya cukup membuat ia kicep. "Tidak tau sopan santun," cibirnya.
Sella capek suda kesekian ia di permalukan depan banyak orang karena statusnya sebagai istri kedua, lagipula Agas sendiri tidak memberi tau dirinya. "Maaf Tante tapi menurut saya Tante keterlaluan. Saya cukup sakit hati atas perkataan tadi jika kehadiran saya membuat mata Tante sakit saya akan memodalkan Tante Mei ke dokter mata."
Agas diam-diam menahan senyum istrinya ini memang terbaik. "Dengan kan? jadi jangan merasa paling benar bukan berarti Tante keluarga bisa seenaknya menghina istriku."
Mama Dina yang melihat raut muka Mei langsung mengalihkan pembicaraan mengajak mereka makan bersama, kalau dilanjutkan lagi maka Mei akan semakin menjadi.
"Satu piring berdua boleh?" tanya Agas meminta Sella mengambil porsi lebih banyak.
"Boleh."
Sella mengambil udang kesukaan Agas dan sayur sop. "Mau pakai ikan nggak Mas?"
"Mau sayang buat baby."
"Harusnya kamu juga berbagi pada Laras, tidak adil sekali." Tante Mei berujar sinis.
"Laras gapapa kok Tan, udah biasa," jawab Laras tersenyum prihatin.
"Haduh kamu benar-benar seorang benalu ternyata, beruntung Laras baik terhadapmu kalau tidak enyah kamu Sel."
__ADS_1
emosi jiwa sama tante Mei 😤