Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 99. (Perintah dari Masa Lalu)


__ADS_3

 


Di Kutub Utara Bumi terlihat sosok yang serupa dengan Chen, sedang berdiri menatap hamparan es tiada batas yang mengelilinginya. Wajah dan tubuhnya sama persis dengan 4 kepang bersaudara lainnya. Yang membedakannya hanya pada kepang, yang hanya berkepang 1 pada rambut belakangnya. Ya, dialah adalah Chin. Kakak tertua dari 5 kepang bersaudara.


Dirinya merasa tak kedinginan sama sekali dengan suhu dibawah 0c. Pikirannya melayang kepada Chan dan Chen yang sulit diatur oleh dirinya untuk saat ini.


"Kenapa mereka berdua, sulit sekali di atur saat ini?" tanya Chin di dalam hatinya.


Tiba-tiba saja. Ia mendapat telepati dari majikannya yang berada di masa lalu.


"Chin kapan kau dan saudara-saudaramu. Membuka portal waktu untuk diriku masuk ke masa kalian saat ini berada?" tanya Humsha.


"Bersabarlah Tuan Hum, mereka belum berkumpul di sini," jawab Chin dengan nada tenang.


"Lalu kapan?. Aku sudah tak sabar membuat kehancuran di masa depan," tutur Humsha.  


"Entahlah..."


"Apa harus aku harus menunggu kalian mati satu persatu. Setelah Chon dan Chun mati, aku merasa, Chen akan segera menyusul mereka berdua ke alam baka," ujar Humsha.


"Jangan berkata buruk seperti itu. Nanti kalau jadi kenyataan bagaimana?. Kau akan kesulitan untuk datang ke masa ini," ujar Chin, dengan nada mengejek kepada Humsha.


"Berani kau menantangku!" teriak Humsha.


"Aku mana berani menantang Tuan Humsha yang sangat tampan sekali. Tapi sayangnya, Tuan Humsha tak mampu ke masa depan seorang diri. Jadi rasa takutku hanya sedikit," Chan lalu tertawa lepas. Seakan sedang mengejek Humsha.


Mendengar ejekan dari Chin. Tiba\-tiba dari arah langit muncullah petir hitam yang meluncur ke arah Chin yang begitu terkejut melihatnya. Si kepang satu itu langsung saja melesat ke arah utara dengan kecepatan tinggi untuk menghindari petir hitam, yang merupakan serangan Humsha dari masa lalu untuk dirinya. Petir hitam itu pun menghantam permukaan es dengan begitu kerasnya. Hingga membuat lubang sedalam 40 meter dengan diameter 100 meter.

__ADS_1


"Tuan Humsha, kau jangan marah seperti itu. Aku hanya bercanda. Aku tahu kau mampu melepaskan serangan antar waktu seperti ini," ujar Chin yang kini melayang di udara dengan menatap ke arah langit di mana petir hitam itu muncul.


"Kalau begitu, cepat hubungkan aku dengan para saudaramu yang tersisa," bentak Humsa dari masa lalu.


"Baiklah Tuan Humsha..." sahut Chin lalu melakukan telepati bersama Chan dan Chen yang segera terhubung.


"Ada apalagi, Chiun. Kau mengganggu kesenanganku saja," kata Chen yang masih terbang rendah di barat Sundaland, sembari menciptakan bola-bola kecil untuk menghancurkan daerah sekitarnya.


"Bukan aku yang ingin menghubungimu. Tapi Tuan Humsha yang ingin bicara dengan kalian berdua," tutur Chin lalu terdiam.


"Kau pikir, aku percaya dengan perkataanmu itu. Agar aku takut dan segera mengikuti keinginanmu itu," sahut Chen. Yang disambung oleh perkataan dari telepati Chan.


"Chin kau itu selain cerewet, ternyata tak sabaran sekali. Aku itu sedang menuju ke tempatmu," kata Chan yang sudah berada di atas Pegunungan Himalaya.


Si Kepang Satu Chin tetap terdiam tak perkataan dari kedua adik kandungnya itu. Hingga suara Humsha lah yang membalas semua perkatannya itu.


"Kau memang tampan Tuan Humsha. Tapi bagiku lebih tampan lelaki pujaanku, Syamshe," ujar Chan dengan nada genit.


"Tapi saat dia aku bunuh. Aku pasti akan menjadi yang tertampan," timpal Humsha, lalu tertawa keras.


"Tapi kalau kami tidak membuka portal waktu untuk dirimu. Apa mungkin kau akan dapat membunuh Syamshe yang ada di masa depan?" ejek Chan, lalu tertawa melengking. Yang membuat Humsha kesal. Dan langsung saja mengirimkan dua panah hitam shen dari masa lalu ke arah Chan yang sedang melesat terbang di atas Pegunungan Himalaya.


"Kau membuat aku kesal!" ucap Humsha dengan nada keras bersamaan dengan melesatnya dua panah shen hitam ke arah Chan.


Dua panah shen hitam milik Humsha yang datang dari masa lalu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Chan. Mengetahui dirinya diserang oleh majikannya. Bukannya menghindari serangan dari masa lalu itu, seperti yang dilakukan oleh Chin. Akan tetapi Chan malah menangkap dua panah shen hitam itu dengan kedua tangannya. Lelaki pesolek itu lalu menggunakan shennya untuk menghancurkan dua panah shen hitam yang ada di genggaman kedua tangannya itu. Dua panah shen hitam milik Humsha itu pun lalu hancur menjadi serpihan cahaya hitam yang hilang ditelan sinar Matahari di langit.


"Jangan kau pikir, aku akan takut dengan serangan seperti ini. Dan jangan kau pikir, kau akan menjadi paling kuat saat tiba di masa depan ini," ujar Chan dengan nada ketus. Dengan menghentikan terbangnya.

__ADS_1


"Maksudmu apa?" tanya Humsha dengan penuh penasarannya.


"Semua data dari catatan para petualang waktu yang kau miliki. Tidak semuanya akurat, ternyata di masa ini ada orang-orang yang lebih kuat darimu," jelas Chan


"Aku tidak percaya," kata Humsha


"Chen, coba kau kirimkan ingatmu. Tentang apa yang sudah kau alami tadi," perintah Chan kepada Chen, yang segera diikuti oleh Chen. Yang terpaksa menghentikan terbang dan serangannya kepada Bumi.


Si Kepang Tiga Chen, langsung saja mengirimkan ingatannya kepada Humsha yang masih berada di masa lalu. Ingatannya yang terfokus pada sosok gadis bertopeng emas yang telah membuat dirinya babak-belur, hanya dengan duplikat 1% nya saja.


Ingatan Chen pun langsung terkirim kepada Humsha yang masih berada di abad ke10 Masehi. Humsha sangat terkejut melihat ingatan dari anak buahnya itu. Dirinya tak menyangka sama sekali. Jika dirinya yang masuk 10 orang penjahat terkuat di masanya. Tak mungkin dapat menang, jika bertarung dengan serius sekali pun dengan gadis bertopeng emas itu. Yang ia nilai kekuataannya bisa mengalahkan 10 penjahat terkuat di masanya secara bersamaan.


"Tidak mungkin ada sosok sekuat itu di masa depan?" ujar Humsha lirih.


"Tapi itu kenyataannya, Tuan Humsha. Bahkan aku mengiranya, ia adalah Dewi Waktu, yang ada di legenda. Yang dapat mengendalikan waktu dengan begitu mudahnya," kata Chen.


"Kalau gadis itu Dewi Waktu. Dia tak mungkin ikut campur dalam utusan kita," bantah Humsa.


"Kalau dia bukan Dewi Waktu. 5 kepang bersaudara, yang merupakan pasukan khususmu pasti sudah mati. Termasuk dirimu yang akan diburunya hingga mati. Tapi kenyataannya ia tak membunuhku," jelas Chen dengan panjang lebarnya.


"Baguslah kalau ia Dewi Waktu, ia tak mungkin ikut campur secara langsung urusan kita. Sekarang kalian bertiga, cepatlah buka portal waktu untuk si tampan Humsha ini...," ucap Humsha lalu suaranya menghilang. Keluar dari telepati antar masa itu.


"Sebelum aku bertarung dengan 5 Gura-Gura Lama. Aku tak akan mengikuti keinginannya si maniak itu," kata Chen lalu keluar dari telepati itu. Si kepang tiga lalu terbang lambat sembari melepaskan bola-bola kecil untuk menghancurkan Bumi kembali.


"Kau tenang saja Chin. Walaupun aku tidak suka si brengsek itu datang ke masa ini. Aku akan tetap membantumu untuk membuka portal waktu, agar ia bisa datang ke masa ini. Untuk dihajar oleh gadis bertopeng emas misterius itu," ucap Chan lalu keluar dari telepati itu. Lalu melesat dengan kecepatan tinggi menuju utara.


"Lebih baik aku tidur saja. Untuk menunggu mereka...," ujar Chin lalu menjatuhkan dirinya dihamparan es yang seakan tak ada batasnya. Dan mengakhiri telepati di antara mereka bertiga.

__ADS_1


 


__ADS_2