Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 111. (Sebuah Pertolongan)


__ADS_3

 


Chen yang mengetahui Or Well telah kehilangan kekuatan gabungannya. Lalu tertawa dengan lepasnya. Seakan dirinya sedang melihat sebuah lelucon yang dapat mengocok perutnya dengan hebatnya. Hingga dapat membuat dirinya muntah saat itu juga.


"Kau mentertawakan apa?" tanya Or Well dengan nada tenang. Yang membuat Chen menghentikan tawanya itu.


"Bagaimana aku tidak mentertawakanmu. Mode penggabungan kekuatanmu sudah berakhir. Dan ternyata kau tak dapat mengalahkanku, Gura-Gura...," sahut Chen dengan penuh kesombongannya.


"Dengan atau tanpa kekuatan gabungan itu. Aku akan tetap menghabisimu!" Or Well lalu melesat, dan menyerang kembali Chen dengan serangan fisiknya.


"Sayangnya, dengan kekuatan gabungan itu pun. Kau dan teman-temanmu, tetap bukan tandinganku...," sahut Chen, lalu meninju perut Or Well dengan begitu kerasnya. Hingga majikan dari Gunung Well itu terpental dengan kecepatan tinggi ke arah 4 cahaya yang keluar dari dalam tubuhnya pergi.


"Aku akan memberikan kalian sedikit waktu untuk hidup. Sebelum kalian aku bunuh...," kata Chen bicara sendiri. Lalu melesat ke arah Or Well terpental.


*****


Sementara itu, 4 cahaya yang keluar dari dalam tubuh Or Well lalu tiba di tempat teman-temannya berada. Cahaya kuning langsung masuk ke tubuh Dran. Cahaya hijau ke tubuh Clerk. Cahaya biru ke tubuh Pusia, dan cahaya jingga ke tubuh Kasandra. Walaupun 4 cahaya shen itu sudah kembali ke dalam tubuh mereka. Shen mereka berempat tetap saja tersisa 10%. Karena shen mereka sudah digunakan oleh Or Well di dalam pertarungannya melawan Chen, yang ternyata hanya duplikat Chen saja.


"Or Well telah gagal. Ia sudah tertipu, ternyata yang ia habisi hanyalah duplikat saja," jelas Kasandra yang masih mengaktifkan mata langitnya ke arah pertarungan antara Or Well dan Chen.


"Tanpa tipuan, ia pun akan kalah. Musuh kita sulit diukur kekuatannya," ucap Dran dengan penuh kekesalannya.


"Apakah kau kecewa, aku tidak memilihmu menjadi poin dalam jurus terlarang itu?" tanya Kasandra dengan penuh selidik.

__ADS_1


"Aku tidak kecewa. Lagipula, kalau kau memilih aku. Pasti hasilnya akan menjadi lebih buruk dari Or...," sahut Dran.


Mereka lalu saling terdiam. Hingga Or Well pun terjatuh di tempatnya semula, dengan luka dalam serius yang ia alami. Keempat temannya pun tak tinggal diam. Mereka lalu mengarahkan tangan mereka ke arah Or Well yang bersila di tengah di antara mereka. Mereka berempat langsung saja menyalurkan shen mereka sebesar 5% ke Or Well yang sudah kehilangan seluruh shennya akibat pertarungannya dengan Chen.


"Kenapa kalian memberikan sebagian shen kalian kepadaku? Padahal kalian sendiri hanya memiliki 10% shen?" tanya Or Well.


"Kau ini cerewet sekali. Kau itu teman kami, apa salah kami melakukan itu. Kau juga pastinya akan melakukan hal yang sama bukan? kalau keadaan kami seperti dirimu saat ini," tutur Dran.


"Pasti kalian kecewa, karena kekalahanku ini," kata Or Well kembali.


"Sudahlah jangan banyak bicara lagi. Dia akan segera tiba di tempat ini," sahut Kasandra melihat Chen dengan mata langitnya.


Chen pun akhirnya tiba. Tubuhnya melayang 20 meter di atas mereka berlima. Ia pun langsung tertawa dengan kerasnya.


"Kami sudah kalah. Kalau kau ingin membunuh, bunuhlah aku. Lepaskan teman-temanku," ujar Or Well lalu berdiri, yang diikuti oleh 4 rekannya.


"Sayangnya, aku ingin kematian kalian berlima!"


Tiba-tiba saja dengan begitu cepatnya. Chen menciptakan bola cahaya hitam sebesar bola kaki yang segera ia arahkan ke arah 5 legenda Gura-Gura Lama. Yang dipastikan dengan jarak sedekat itu. Mereka berlima akan mati menjadi debu. Tanpa berpikir panjang lagi, Chen langsung melemparkan bola shen hitam itu ke arah 5 Legenda Gura-Gura Lama yang sudah pasrah akan kematian mereka. Karena mereka berpikir, melawan Chen dengan kekuatan shen 100% pun mereka berlima tetap kalah. Apalagi dengan shen mereka yang sudah terkuras habis seperti saat ini.


Bola shen hitam itu meluncur dengan kecepatan tinggi, ke arah 5 Legenda Gura-Gura Lama. Akan tetapi tiba-tiba saja dari arah belakang 5 Legenda Gura-Gura Lama. Melesatlah bayangan merah yang langsung menendang bola shen hitam. Yang akhirnya menabrak sebuah gunung di daerah itu yang langsung hancur menjadi debu bersama bola shen hitam itu.


Chen sangat terkejut. Serangan bola shennya ada yang mampu menangkisnya. Padahal ia sudah menggunakan shen level H, untuk menciptakan bola cahaya hitam. Yang dapat membuat lubang beradius hingga 100 km. Yang membuat dirinya lebih terkejut lagi. Bayangan merah itu ternyata, Keneo yang tersenyum lepas ke arahnya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa, kau dan kakakmu bebas dari segel itu?" tanya Chen dengan nada gusar. Karena tanpa kehadiran para saudaranya, ia akan kesulitan melawan Kenia-Keneo secara bersamaan.


"Itu yang dinamakan takdir. Dan takdirmu, mati di tanganku. Kepang Tiga...," ujar Keneo yang langsung menyerang Chen dengan agresifnya.


Keneo terus menyerang Chen secara fisik di udara. Hingga mereka berdua pun menjauh 5 Legenda Gura-Gura Lama. Yang merasa tak percaya, jika diri meteka diselamatkan oleh orang yang ada di pikiran Dran. Saat Dran pergi seorang diri, untuk menyelidiki cahaya-cahaya merah-putih yang pergi ke Bulan.


"Ternyata paman seperguruan kita itu, sangat luar biasa. Bisa menandingi si kepang tiga itu," kata Dran, tersenyum penuh semangat. Dengan tatapan ke arah pertarungan Keneo dan Chen yang semakin menjauh mereka berlima. Tanpa menyadari kehadiran Kenia yang sudah ada di belakang mereka berlima.


"Adikku yang tampan itu. Bukan hanya dapat menandinginya, tapi dapat mengalahkannya," kata Kenia, yang membuat 5 anggota Gura-Gura Lama membalikan badan mereka.


Wajah Kenia yang serupa Keneo tentu saja sudah dikenal oleh mereka berlima. Lewat pikiran dari Dran. Akan tetapi Or Well, Clerk, Pusia dan Kasandra tidak pernah menyangka sama sekali. Jika saudara seperguruan dari guru mereka. Memiliki fisik yang masih begitu muda. Padahal umur si kembar Kenia dan Keneo lebih tua dari guru mereka.


"Bibi Kenia," ucap Dran dengan penuh keterkejutannya.


"Akhirnya kau mengakui, kalau aku ini. Saudara seperguruan dari guru kalian berlima," sahut Kenia.


"Bukannya Bibi Kenia dan Paman Keneo sedang berada di Bulan?. Kenapa ada di tempat ini sekarang?" tanya Dran kembali.


"Kami di sini, untuk menolong kalian berlima atas permintaan seseorang," jawab Kenia yang memancing Or Well untuk bertanya kepada Kenia.


"Permintaan seseorang? Bolehkah kami tahu siapa orang itu, Bibi Kenia?" tanya Or Well dengan penuh selidik.


"Nanti juga kalian akan tahu. Dan lebih baik kalian memanggilku dan Keneo dengan nama saja. Jangan memanggil aku dengan embel-embel bibi dan paman. Karena kami tidak suka menjadi tua. Walaupun dengan panggilan nama di depan kami," jelas Kenia. Yang membuat semuanya terdiam, dengan perkataan dari Kenia itu.

__ADS_1


 


__ADS_2