Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 118. (Rahasia Jean Kecil)


__ADS_3

 


Pertarungan hebat antara naga hijau berkepala tiga jelmaan Patung Budha Giok dengan duplikat Chin terus terjadi dengan sengitnya. Kerusakan telah terjadi begitu massifnya di sekitar tempat itu. Hingga Mark dan teman-temannya harus mundur hingga 3 km. Dan menggunakan jurus berbagi penglihatan mata langit milik Jean. Agar mereka dapat melihat dengan sangat jelas pertarungan itu.


 


Terlihat naga hijau berkepala tiga berhasil menghancurkan naga shen hitam milik duplikat Chin.


Naga hijau berkepala tiga jelmaan dari Patung Budha Giok itu. Lalu melilit tubuh Chin dengan begitu kuatnya. Seakan ingin menghancurkan tubuh Chin dengan cara seperti ular yang meremukan tulang-tulang musuhnya agar tak berdaya, lalu ditelannya bulat-bulat hingga mati.


"Dengan dapat mengalahkan naga shen hitamku. Jangan pernah berpikir kau dapat mengalahkanku!" tiba-tiba saja duplikat dari Chin itu lalu meningkatkan kekuatannya, hingga naga hijau berkepala tiga itu terpental, dan duplikat si kepang satu pun terlepas dari lilitannya.


Merasa wujud naga berkepala tiga tidak dapat mengalahkan duplikat Chin. Jelmaan dari Patung Budha Giok lalu merubah dirinya kembali menjadi seorang lelaki botak berjubah hijau. Yang segera melesat dan menyerang duplikat Chin kembali. Dengan melepaskan bola-bola shen berwarna hijau ke arah duplikat Chin.


Tetapi serangan itu pun tak efektif, Chin walaupun hanya duplikatnya saja. Tetap saja bukan lawan dari jelmaan Patung Budha Giok. Yang segera melihat ke arah Mark dari kejauhan. Karena ia merasakan kehadiran para manusia yang dapat menggunakan dirinya.


 


Patung budha giok yang merupakan mahakarya dari Syamsye, berpikir untuk mengabulkan permintaan salah satu dari mereka. Agar kekuatan dirinya dapat meningkat satu tingkat lagi. Sehingga dapat mengalahkan musuhnya.


"Tidak ada jalan lain, aku harus menggunakan diriku untuk mengabulkan permintaan mereka. Agar shenku meningkat. Dan kalau ini gagal, maka tamatlah aku..:," ujarnya di dalam hatinya.


Lelaki botak berjubah hijau jelmaan dari Patung Budha Giok itu. Lalu merubah dirinya ke wujud aslinya, yaitu sebuah patung segenggaman tangan orang dewasa.


 

__ADS_1


Dari dalam tubuhnya, tiba-tiba saja keluarlah cahaya hijau yang sangat menyilaukan sepasang mata duplikat Chin. Hingga ia pun harus melindungi sepasang matanya dengan kedua tangannya.


Patung budha giok lalu melesat menuju ke arah Mark dengan kecepatan tinggi. Meninggalkan duplikat Chin seorang dirinya, yang masih merasakan silau oleh cahaya hijau yang ditinggalkan oleh Patung Budha Giok.


"Jangan pernah berpikir dapat pergi dariku, mahakarya Syamshe. Bukan kekuatanmu yang aku khawatirkan. Tapi kemampuan khususmu itu, yang bisa mengabulkan keinginan apa pun pemiliknya," ujar duplikat Chin berbicara sendiri, mulai merasakan cahaya hijau yang ditinggalkan oleh Patung Budha Giok semakin meredup.


Patung Budha Giok yang melesat menuju ke arah Mark. Akhirnya tiba 1 meter di atas kepala Marj. Kehadirannya yang secara tiba-tiba itu. Telah membuat Mark dan teman-temannya terkejut. Bagaimana patung bertuah yang mereka cari selama ini. Mendadak datang sendiri kepada mereka.


Semuanya masih terdiam. Hingga Patung Budha Giok itu pun berbicara kepada mereka.


"Cepat gunakanlah aku!" ucapnya dengan kerasnya, yang membuat semuanya terkejut.


"Maksudmu?" tanya Mark dengan penuh kebingungannya. Belum mengerti, dengan perkataan dari patung ajaib itu.


"Gunakan aku, seperti kalian menggunakan aku satu bulan yang lalu. Bentuklah segitiga di antara kalian bertiga," sahut Patung Budha Giok.


"Tak akan kubiarkan kau mengabulkan permintaan mereka. Kau akan segera kumusnahkan," kata duplikat Chin lalu tertawa lepas. Menatap tajam ke arah Patung Budha Giok yang kini ada digenggaman tangan kanannya.


"Apakah aku akan diam saja, saat kau ingin memusnahkan diriku," sahut Patung Budha Giok, lalu mengeluarkan cahaya hijau dari dalam tubuhnya. Yang terus membesar menyelubungi dirinya. Untuk menekan shen dari duplikat Chin yang berusaha untuk memusnahkan keberadaan dirinya di dunia fana.


Mark dan teman-temannya begitu terkejut, ketika mengetahui Patung Budha Giok sudah ada di genggaman tangan kana lelaki berkepang satu itu.


 


Tanpa di komando oleh siapa pun mereka pun langsung menyerang duplikat Chin dengan kekuatan penuh yang mereka miliki. Walaupun kekuatan mereka tak berarti sama sekali di hadapan duplikat Chin.

__ADS_1


 


"Lepaskan Patung Budha Giok!" teriak Mark melesat bersama yang lainnya.


 


Akan tetapi saat berada 2 meter di sekeliling duplikat Chin. Mereka pun terpental oleh shen duplikat Chin yang teramat kuat bagi mereka.


"Kalian, debu-debu tak berguna. Tunggu giliran kalian akan kumusnahkan nanti. Sekarang aku akan mengurusi, mahakarya Syamshe ini," duplikat Chin lalu melesat setinggi 20 meter dari tempat semula.


"Sial, dia begitu kuat!" kata Mark, lalu menelan pil pemulih stamina yang diikuti oleh yang lainnya. Kecuali Jean Kecil, yang memang bukan manusia sejati.Yang tidak menerlukan pil semacam itu. Tubuhnya yang merupakan gabungan kloning Jean dsn robot, bahkan mampu menyerap energi alam begitu cepat. Bahkan energi alam yang dapat ia serap dapat berlipat\-lipat melebihi kekuatan tempur sejatinya.


"Lalu bagaimana caranya kita dapat mengalahkannya?" tanya Nack entah kepada siapa.


"Bergabung menyerangnya, kita pun tidak mungkin dapat mengalahkannya," sambung Franco.


"Hanya ada 2 pilihan. Melarikan diri saat ini juga dan melupakan Patung Budha Giok. Atau mati, untuk merebut Patung Budha Giok itu," ujar Jean, yang membuat semuanya menjadi bingung.


"Lebih baik kalian pergi dari sini sekarang. Biar aku yang mengulur waktu kalian pergi dari sini," ucap Jean Kecil.


"Kau itu bisa apa Jean Kecil. Lebih baik kita pergi sekarang juga saat ini. Lupakan Patung Budha Giok. Kita harus memakai logika, kita jangan sampai mati konyol menghadapi dirinya," sahut Mark.


"Aku bisa menggunakan tubuhku ini. Untuk menyerap dan menampung energi alam hingga 10 kali lipat dari kekuatan tempur asliku. Paling tidak, orang itu akan kerepotan menghadapiku," jelas Jean Kecil, lalu mengaktifkan mode menyerap energi alamnya. Hingga tubuhnya pun memancarkan aura berwarna jingga dengan begitu terangnya.


"Benar Mark, sebenarnya Jean Kecil itu adalah senjata pemungkasku untuk menghancurkan Pulau Gura-Gura dan Gura-Gura Baru saat aku ciptakan dulu. Tapi takdir berkata lain. Semuanya berubah tidak sesuai dengan rencana yang kuharapkan. Siapa sangka, pikiranku dapat kau ubah Mark. Rasa dendamku hilang begitu saja, saat aku mendengar ocehanmu. Saat aku ingin membunuh mereka bertiga," tutur Jean, sembari menunjuk ke arah Axel, Abel dan Adel yang meripakan mantan dari anggota Gura-Gura Baru.

__ADS_1


 


__ADS_2