Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 86. (Saling Mengejar)


__ADS_3

 


Hay dan Ded yang melesat dengan kecepatan tinggi. Langsung saja menyerang Chen dengan ganasnya. Mereka menggunakan tangan dan kaki raksasa mereka sebagai serangan fisik untuk Chen yang terlihat kewalahan menghadapi mereka berdua. Karena walaupun shen yang dimilkii oleh Chen jauh lebih tinggi daripada pasangan suami-istri gendut itu. Akan tetapi tetap saja, secara fisik serangan gabungan dari mereka berdua yang sudah terlatih. Membuat Chen benar-benar tersudut. Hingga akhirnya tangan raksasa Hay, dapat memukul wajah Chen dengan kerasnya. Hingga membuat chen limbung di udara.


"Kurang ajar kau perempuan gendut!" teriak Chen dengan kerasnya. Sambil mengusap wajahnya.


Chen lalu membalas perlakuan dari perempuan gendut itu. Chen menendang wajah Hay dengan kerasnya, hingga perempuan raksasa itu sempoyongan di udara. Yang segera dipeluk oleh Ded. Agar istrinya itu tak jatuh ke Bumi.


"Kau tidak apa-apa istriku yang cantik?" tanya Ded dengan lembutnya, sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya itu.


"Aku tidak apa-apa suamiku yang tampan. Sekarang lebih baik kau lakukan hal itu. Aku rasa, kita tak akan mampu menghadapinya lagi," sahut Hay, tersenyum ke arah Ded dengan penuh makna.


"Baiklah aku akan lakukan hal itu. Perutku juga sudah begitu kembung. Kau tunggulah di ini," seusai berkata seperti itu. Ded lalu melesat dan menghampiri Chen yang melayang dengan penuh keangkuhannya.


Tanpa banyak bicara lagi. Lelaki gendut itu lalu berbalik arah dan menungging ke arah Chen, yang terlihat kebingungan dengan apa yang akan dilakukan oleh Ded.


"Brobooot...!!!" suara kentut pun keluar dari pantat Ded. Suara itu begitu keras terdengar di udara. Jauh melebihi suara kentut manusia pada umumnya.


Bukan hanya suaranya yang keras terdengar. Akan tetapi ada gas berwarna hijau yang keluar dari dalam tubuh Ded. Yang langsung meluncur ke arah Chen. Yang hanya dapat terperangah. Gas berwarna hijau yang disertai oleh bau busuk yang begitu menyengat itu akhirnya menghantam Chen dengan begitu kerasnya. Hingga dirinya pun langsung goyah dan terjatuh menuju permukaan Bumi dengan begitu cepatnya.


Setelah memastikan Chen terjatuh ke Bumi. Ded lalu menghampiri Hay, dengan senyum penuh kemenangannya.


"Walaupun kita tak mungkin dapat membunuhnya. Tapi paling tidak, aku sudah membuatnya kelimpungan dengan gas di dalam perutku itu," kata Ded sembari menunjuk ke arah perut gendutnya dengan penuh kebanggaannya.


"Lebih baik kita pergi dari tempat ini sekarang," ajak Hay lalu melesat ke arah barat dengan kecepatan tinggi. Yang diikuti oleh pasangan gendutnya itu.


Chen yang terus meluncur ke arah bumi. Benar-benar dibuat kesal oleh Ded. Bagaimana bisa, dirinya dikentuti oleh lelaki gendut. Yang memiliki bau sangat menyengat sekali. Hingga membuat dirinya hilang kendali dan terjatuh seperti itu.

__ADS_1


"Dasar Gendut!. Berani-beraninya kau menghinaku seperti ini!" teriak Chen.


Akhirnya Chen mendarat dengan tangan kanan menyentuh bumi terlebih dahulu. Terlihat area dengan radius 100 meter amblas sedalam 20 meter. Saat Chen menyentuh permukaan tanah. Dirinya masih merasakan mual yang teramat kuat. Aroma busuk yang keluar dari tubuh Ded. Akhirnya sudah membuat dirinya muntah dengan begitu hebatnya.


"Tak akan kulepaskan kalian!!" Chen lalu melesat terbang dengan kecepatan tinggi ke arah barat untuk mengejar Hay dan Ded, yang berusaha untuk melarikan diri dari Chen.


***


Sementara itu Lima Gura-Gura Lama yang bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah timur. Sudah dapat merasakan pertarungan yang dilakukan oleh Hay-Ded dan Chen pada jarak 3000 km dari tempat mereka berada saat ini, sejak daritadi. Or Well lalu menghentikan terbangnya, yang diikuti oleh keempat rekannya. Mereka berdiri melayang di angkasa setinggi 1000 meter dari permukaan Bumi.


"Apakah kalian merasakan pertarungan tingkat tinggi barusan?" tanya Or Well kepada keempat rekannya itu.


"Ya, aku merasakannya. Dua di antara mereka adalah Hay dan Ded yang pernah bertarung dengan kita dalam memperebutkan Gunung Well, 80 tahun yang lalu," sahut Pusia. Sembari mengenang pertarungan pura-pura mereka kepada Hay dan Ded. Yang seharusnya dimenangkan oleh pasangan gendut dari Sundaland itu.


"Tapi bagaimana bisa, mereka berdua jauh lebih kuat daripada kita saat ini. Padahal 80 tahun yang lalu mereka dapat kita kalahkan," kata majikan Gunung Well itu dengan penuh penasarannya.


"Dari dulu mereka memang lebih kuat dari kita. Jujur saja, aku dan Pusia telah membuat perjanjian dengan pasangan gendut itu. Jika mereka akan mengalah dan memberikan gunung milik mereka tanpa syarat apapun," tutur Kasandra, sambil membayangkan kejadian 80 tahun lalu itu.


Mendengar penuturan dari Dewi Peramal Gura-Gura itu. Or Well begitu terkejut. Ternyata Hay dan Ded memberikan gunung yang ia beri nama Gunung Well itu, secara cuma-cuma tanpa mengetahui motif apa yang ada pada pasangan gendut itu.


"Jadi selama ini kalian membohongiku?" tanya Or Well dengan nada sinis kepada Pusia dan Kasandra.


"Mau bagaimana lagi. Keinginan mereka seperti itu. Kalau mereka memberikan gunung milik mereka kepadamu secara sia-sia. Maka kau akan menolaknya secara mentah-mentah, bukan?" ucap Pusia, mengarah tajam kepada majikan Gunung Well yang sudah lenyap dari Bumi itu.


Or Well terdiam dan berpikir sejenak atas perkataan dari lelaki terindah dari Bulan itu.


"Dia benar juga, tidak sudi aku diberikan sesuatu hal secara cuma-cuma," batin Or Well atas perkataan dari Pusia.

__ADS_1


"Kau benar Pusia. Sekarang lebih baik kita lihat mereka sedang berada di mana. Dengan mata langit milik Kasandra," tutur Or Well.


Kasandra langsung saja mengaktifkan mata langitnya. Hingga ia pun dapat melihat sejauh 1000 km. Or Well dan Dran lalu memegang pundak Kasandra. Sedangkan Pusia memegang pundak Or Well. Sedangkan Clerk memegang pundak Dran. Mereka berempat lalu menyalurkan shen mereka kepada Dewi Peramal Gura-Gura. Hingga radius mata langitnya pun dapat melihat sejauh 5000 km.


Mereka berlima pun melihat di jarak 3000 km. Hay dan Ded sedang melesat dengan kecepatan tinggi ke arah barat untuk menghindari Chen. Yang ada di belakang mereka berdua, sejauh 100 km. Ternyata shen yang dirasakan oleh Pusia, Kasandra dan Or Well. Benar-benar milik pasangan gendut itu. Sedangkan sosok satunya lagi, merupakan penghancur Gunung Well dan Pulau Gura-Gura beberapa jam yang lalu. Para Gura-Gura Lama tak pernah menyangka, jadi begitu banyak orang-orang yang memiliki shen di atas mereka. Muncul begitu saja. Seakan ingin meruntuhkan diri mereka sebagai 5 orang terkuat di masa itu secara mendadak.


"Entahlah kenapa banyak orang-orang dengan kekuatan shen di atas shen kita, muncul secara tiba-tiba?" kata Dran lirih. Seakan tak mempercayai dengan kenyataan yang ada.


"Kau jangan memikirkan hal itu. Lebih baik kita bantu pasangan gendut itu, untuk menghadapi penghancur Gunung Well milikku dan Pulau Guru-Gura milikmu," sahut Or Well yang membuat Dran tersadar.


"Kau benar Or, kita harus membalaskan dendam kita. Tapi apa mungkin, kita dapat membantu mereka di waktu yang tepat?" timpal Dran dengan penuh keraguannya.


Or Well terdiam. Karena ia tak bisa memberikan solusi apapun, untuk pertanyaan dari Dran. Akan tetapi Clerk malah memberikan solusi bagi mereka.


"Gunakanlah kecepatanku. Sebagai yang tercepat di antara kalian. Walaupun aku tak mampu bergerak secepat guruku, Dewa Kilat Hijau. Tapi paling tidak aku mampu bergerak 1000 km perjam," ucap Clerk menawarkan dirinya.


"Maksudmu bagaimana, Dewa Racun?" tanya Or Well belum mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Clerk.


"Kita biasa berbagi penglihatan mata langit Kasandra. Berbagi pikiran milik Pusia. Kenapa tidak kita coba berbagi kecepatanku," jelas Clerk yang membuat semuanya mengerti.


"Baiklah, sekarang kita buat formasi. Clerk di depan, sedangkan kita di belakang. Biar kalian aku ikat dengan cambukku," kata Pusia.


Clerk lalu berdiri di depan rekan-rekannya. Sedangkan keempat rekannya berada di belakangnya. Pusia lalu menggunakan cambuk di kedua tangannya untuk mengikat ketiga rekannya. Sedangkan dirinya sendiri menyentuh pundak Clerk.


"Saatnya untuk berangkat Dewa Racun," ucap Pusia.


Clerk lalu melesat dengan kecepatan maksimal yang ia miliki ke arah timur. Bergerak dengan kecepataan 1000 km perjam.

__ADS_1


 


__ADS_2