Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 78. (14 Formasi Kematian Gunung Well)


__ADS_3

 


Si Kepang Tiga Chen terus bertarung dengan 8 kloningan Or Well yang terlihat semakin kewalahan menghadapi si pengacau yang mengusik ketenangan Gunung Well di hari itu. Tempat yang selama ini damai. Tak ada sama sekali orang berani mengusik Gunung Well sama sekali, karena keberadaan Or Well. Namun hari ini sangat berbeda. Orang yang mereka tak kenal sama sekali, datang secara tiba dan membuat kekacauan di rumah besar mereka. Yang membuat mereka benar-benar murka. Sebagai penghuni asli Gunung Well. Para penghuni Gunung Well, siap mati demi melindungi gunung tempat tinggal mereka selama ini.


Chen menggunakan pedang shen berwarna hitamnya di kedua tangannya untuk menghadapi 8 kloningan dari Or Well, yang memakai pedang baja, namun seringan kertas. Satu persatu kloningan dari Or Well pun mati di tangannya. Dengan cara yang begitu mengenaskan. Hingga yang tersisa hanya Well 20 yang merupakan kloningan terkuat Or Well dari 8 orang yang bertarung dengan Chen di tempat itu.


"Kau benar-benar sadis!. Membunuh para saudaraku tanpa perasaan sama sekali!" ucap Well 20 dengan penuh amarahnya. Menyaksikan mayat-mayat saudaranya berserakan di tempat itu dengan kondisi yang sangat mengenaskan sekali. Perasaannya benar-benar hancur, menyaksikan kematian para saudara kloningannya dengan kedua matanya sendiri.


"Apakah aku memerlukan perasaan untuk menghabisi kalian...?. Aku rasa, itu sangat tidak diperlukan sama sekali," ujar Chen yang tiba-tiba menghilang dan muncul kembali di belakang Well 20, tanpa disadari oleh kloningan Or Well bernomor 20 sama sekali.


 


Tanpa basa-basi sama sekali. Penjahat dari masa lalu itu langsung saja menebaskan pedang shen hitamnya ke arah leher Well 20 yang langsung putus tanpa sempat mengeluarkan sepatah kata pun. Atau menyadari sama sekali kehadiran Chen, yang ada di belakangnya.


 


Terlihat kepuasaan di wajah Chen. Karena sudah dapat membunuh mereka semua dengan mudahnya. Akan tetapi tiba-tiba saja muncul puluhan anak panah yang menyerang dirinya dari arah belakang. Yang dapat ia hindari dengan mudahnya. Karena kekuatannya yang begitu lemah, bila dibandingkan dengan kekuatan dirinya yang memiliki mode dasar shen H.

__ADS_1


Ternyata anak panah itu milik Abel. Yang sengaja di arahkan ke arah Chen. Untuk melukainya. Walaupun hal itu tidak mungkin dapat dilakukan oleh orang dengan level shen serendah Abel.


"Aku kira orang yang lebih kuat dari mereka, yang datang menyerang diriku. Ternyata hanya 3 orang yang lebih lemah dari mereka. Sungguh sangat mengecewakan diriku saja...," tutur Chen menyambut kedatangan Abel, Axel dan Adel di tempat itu. Dengan senyum sinis ke arah tiga mantan anggota dari Gura-Gura Baru.


"Walaupun kami lemah, akan tetapi kami akan membuatmu kerepotan...," sahut Abel, dengan penuh percaya dirinya.


Ketiga mantan anggota Gura-Gura Baru itu lalu mengeluarkan shen mereka yang berwarna biru dengan aroma yang sama dengan shen dari anggota Gura-Gura Baru yang sudah ia bunuh. Hingga Chen mengenali siapa mereka yang sebenarnya. Dari apa yang ia lihat dan cium itu.


"Rupanya kalian berasal dari Pulau Gura-Gura. Pulau yang sudah aku hancurkan tadi, beserta isinya," jelas Chen lalu tertawa lepas dengan kerasnya. Mengingat kejadian saat dirinya membantai 9 anggota Gura-Gura Baru yang ada di Pulau Gura-Gura, yang lalu ia hancurkan. Untuk melepaskan kekesalannnya, karena tak menemukan Dran di pulau itu.


Mendengar penjelasan dari Chen. Abel, Axel dan Adel terperangah tak mempercayai apa yang dikatakan oleh Chen. Akan tetapi mereka mempercayai, dengan sikap sadis dan kekuatan Chen yang diperhatikan oleh mereka dari kejauhan tadi.


"Aku tak memiliki dendam apa pun dengan Pulau Gura-Gura. Aku hanya ingin mencari Dran. Tetapi karena Dran tak ada di pulau itu. Maka aku hancurkan saja pulau miliknya. Ini pun berlaku bagi Gunung Well. Or Well tidak aku temukan, Gunung Well akan aku hancurkan!" tutur Chen lalu tertawa kembali.


"Tiba-tiba saja ada yang menyahuti perkataan Chen. Bersamaan dengan bola shen berwarna merah seukuran bola kaki. Yang menuju ke arah Chen dengan kecepatan tinggi. Yang langsung ditangkis oleh Chen dengan tangan kanannya. Hingga bola shen berwarna merah itu. Menghantam hutan yang ada di sekitar tempat itu. Yang segera menciptakan kebakaran hebat. Akibat dari serangan bola shen berwarna merah itu.


"Sebelum kau menghancurkan Gunung Well. Kau harus menghadapi kami!" ucap Well 5 yang datang bersama 14 saudaranya.

__ADS_1


Keempatbelas kloningan Or Well, yaitu Well 19 sampai dengan Well 6. Langsung saja mengurung Chen dari empatbelas arah. Tangan kanan mereka lalu dihentakan ke tanah. Hingga terciptalah formasi shen berbentuk kubah merah dengan radius 6 meter dan tinggi 5 meter, yang mengurung Chen di dalamnya.


"14 formasi Kematian Gunung Well!!!" teriak mereka berempatbelas secara bersamaan.


14 Formasi kematian Gunung Well dilatih oleh mereka khusus untuk mengurung orang-orang yang memiliki shen jauh di atas mereka. Selubung shen yang tercipta berfungsi seperti jurus pengurung raga milik Maranda. Bedanya jurus terlarang milik Marandra yang belum sempat diturunkan untuk Kasandra itu berfungsi secara otomatis dan tak bisa dibatalkan oleh penggunanya sekali pun. Sedangkan 14 formasi Kematian Gunung Well. Dapat dikendalikan oleh penggunanya secara bebas. Dan tentu saja kekuatan dari jurus pengurung raga milik Maranda sangatlah kuat. Hingga orang yang memiliki shen jauh lebih tinggi dari penggunanya pun tak mungkin dapat meloloskan diri. Berbeda dengan 14 formasi Kematian Gunung Well, yang dapat dihancurkan oleh orang dengan shen minimal S.


Chen sedikit terkejut dengan formasi pengurung milik 14 kloningan dari Or Well itu. Tetapi ia segera menyadari. Jika jurus yang mereka gunakan untuk mengurung dirinya. Jauh dari kekuatan jurus pengurung raga milik Marandra yang telah membunuh kedua adik kandungnya itu.


Si Kepang tiga mengetahui chon dan Chun sudah mati dalam jurus pengurung raga milik guru dari Kasandra itu. Selain merasakan shen kedua adiknya yang menghilang. Ia juga mengetahuinya dari telepati visual yang dikirim oleh kepang empat dan kepang lima. Sesaat sebelum tubuh mereka dipadatkan oleh jurus milik Marandra itu.Dan mati di dalam kubah pengurung raga bersama 5 Dewa Warna dan Mosa.


"Jadi seperti ini, kedua adik bodohku mati di dalam kubah seperti ini?" kata Chen di dalam hatinya.


Penjahat dari masa lalu itu tersenyum tak bertindak sama sekali. Menunggu para musuhnya untuk bertindak apa selanjutnya.


 


Kebakaran hutan yang disebabkan oleh bola shen merah milik Well 6 semakin menghebat. Menyebabkan asap hitam semakin membumbung tinggi di langit Gunung Well. Dan membuat udara menjadi buruk, dengan pandangan mata yang semakin kabur tertutup oleh kebakaran hutan itu.

__ADS_1


 


__ADS_2