Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 49 (Mencari Manusia-Manusia Terkuat)


__ADS_3

 


Sementara di tempat yang lain. Di mana Or Well muda dan teman-temannya masih terkurung di dalam kubah pengurung raga. Mereka berlima seakan sudah tak kerasan terkurung di dalam kubah beradius 1 km itu. Mereka sudah berusaha dengan berbagai cara. Agar bisa keluar dari dalam jurusan Marandra itu. Terutama Or Well muda dan Dran muda yang benar-benar ingin mati saja jika harus selamanya terkurung, dalam perlindungan kubah itu. Mereka berdua, sudah seperti orang gila saja.


"Kasa, apa benar kau tidak mengetahui cara agar kita dapat keluar dari dalam kubah ini?" tanya Or Well muda kepada Kasandra muda yang tersenyum terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan itu.


"Teorinya saja aku belum diberitahu. Apalagi mencari kelemahan jurus ini. Yang kata guruku merupakan jurus yang bisa digunakan oleh shen minimal S. Dan hanya bisa dilakukan oleh klan peramal kami. Jurus ini juga bisa berfungsi sebagai perlindungan. Tapi bisa juga berfungsi sebagai jurus bunuh diri," jelas Kasandra muda. Hingga membuat Dran muda penasaran mendengarnya.


"Jurus bunuh diri?. Bagaimana cara bekerjanya?" tanya Dran muda dengan menggaruk-garukan kepalanya yang tak gatal.


"Kalian ingin tahu?" tanya balik Kasandra muda kepada rekan-rekannya. Yang dijawab oleh Dran muda dan Or Well muda, dengan penuh semangat. Sedangkan Pusia muda dan Clerk muda tetap terdiam. Seakan tak ingin peduli dengan apa yang sedang mereka bicarakan.


 


Mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


"Tentu kami ingin mengetahuinya, Kasa," sahut Dran muda dan Or Well muda serentak.


"Kalau saja jurus ini digunakan untuk bunuh diri oleh penggunanya. Maka kubah perlindungan ini akan terus menyusut hingga sebesar kelereng," jelas Kasandra muda.


"Jadi tubuh kita akan hancur di dalam kubah pengurung ini?" tanya Or Well muda kembali.


"Ya, tubuh kita akan memapat dan akhirnya meledak di dalam kubah perlindung ini Menjadi butiran debu yang tak berarti sama sekali," jelas Kasandra muda, memberi gambaran betapa mengerikannya jurus terlarang milik gurunya itu.


"Mengerikan sekali ya jurus itu?" kata Dran muda dengan penuh kengeriannya. Dengan membayangkan tubuhnya akan hancur di dalam kubah pengurung raga.


"Makanya kau jangan macam-macam. Atau di masa depan aku akan menggunakan jurus ini. Kalau aku tidak dapat mengalahkan dirimu," canda Kasandra muda, lalu tertawa lepas.


"Aku ini lebih kuat dari dirimu. Aku pasti bisa keluar dari dalam kubah seperti ini di masa depan nanti dengan cara membunuh dirimu terlebih dahulu," jawab Dran muda, dengan entengnya.

__ADS_1


"Sayangnya, jika pengguna jurus itu dibunuh pun. Jurus itu akan tetap bekerja dan membunuh semua orang yang ada di dalamnya. Tanpa peduli sekuat apa orang itu. Karena jurus itu, jurus yang menggunakan jiwa sebagai taruhannya. Kecuali kalau jurus ini sebagai pelindung, maka pemiliknya mati, kubah pelindung ini pun akan musnah dengan sendirinya," tutur Kasandra muda.


Dran muda terdiam. Tetapi Pusia muda malah yang mengeluarkan suaranya kali ini. Karena ia merasakan ada seseorang yang sedang mengawasi mereka dari arah langit yang diselimuti oleh awan tebal menutupi matahari di zaman itu.


"Kalian ini berisik sekali. Apa kalian tidak sadar, kalau diri kita sedang diawasi dari balik awan itu," Pusia muda pun menunjuk ke arah langit di mana ia merasakan adanya seseorang yang sedang mengawasi mereka, yang bersembunyi di awan rendah yang berarak di siang hari itu.


"Kasa, coba kau gunakan mata langitmu untuk melihat siapa dirinya," perintah Or Well muda kepada Kasandra muda, yang segera mengaktifkan mata langitnya dan melihat ke arah yang ditunjuk oleh Pusia muda.


Saat ia melihat ke arah yang ditunjuk oleh Pusia dengan mata langitnya. Gadis peramal itu hanya melihat bayangan abu-abu samar-samar, yang tak dapat ia lihat dengan jelas. Siapa sebenarnya sosok yang sedang mengintai mereka berlima dari balik awan itu


"Ini aneh. Aku hanya melihat bayangan abu-abu...," ujar Kasandra muda berbicara sendiri. Yang langsung ditanggapi oleh Pusia. muda


"Mungkin kau kekurangan shen hingga jangkauan mata langitmu terganggu. Aku akan membantumu. Dan gunakanlah jurus berbagi penglihatan mata langitmu, agar kami bisa melihat dengan apa yang kau lihat dengan mata langitmu itu," Pusia muda lalu menyentuhkan tangan kanannya ke arah pundak Kasandra muda.


Melihat anggota bulan sabit merah itu melakukan hal itu. Dran muda, Or Well muda dan Clerk muda pun menempelkan tangan mereka ke bagian tubuh Kasandra muda yang lain. Hingga jangkauan mata langit Kasandra muda, yang saat itu baru mencapai 500 km. Akhirnya menjadi 2500 km berkat bantuan shen teman-temannya itu.


Akan tetapi tetap saja yang dilihat oleh mata langit Kasandra muda. Hanyalah bayangan abu-abu yang merupakan sosok dari Mosa. Yang sedang mengawasi 5 anak muda terkuat pada masa itu.


Dan mereka berlima pun, terjatuh ke tanah. Terkena efek cahaya yang dilihat oleh mata langit milik Kasandra muda.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi, Kasa?" tanya Or Well muda, yang segera bangkit dari jatuhnya. Yang diikuti oleh keempat rekannya.


"Orang yang tak terlihat itu. Mampu menolak bahkan menyerang mata langitku," sahut Kasandra muda, yang telah menonaktifkan mata langitnya.


"Bagaimana bisa?" tanya Clerk muda kali ini.


"Mungkin ini karena kekuataan mata langitku yang masih lemah. Kalau dibandingkan mata langit milik guruku" selesai berkata itu. Kasandra muda, dan rekan-rekannya hanya terdiam. Menunggu apa yang akan terjadi nanti.


Tampak di awan-awan rendah tempat Mosa mengawasi para Gura-Gura lama muda. Ia tersenyum dengan penuh keseriusannya.

__ADS_1


"Masih muda saja mereka sudah luar biasa. Apalagi nanti. Saat mereka berusia 100 tahun. Pasti mereka akan menjadi karya seni terhebatku," ujar Mosa di dalam hatinya.


"Sebaiknya aku coba untuk bermain-main dengan mereka sebentar saja," Mosa lalu menggenggamkan telapak tangannya.


 


Saat Mosa membuka telapak tangannya kembali. Ternyata telah tercipta bola shen berwarna abu-abu yang semakin membesar. Hingga mencapai ukuran bola kaki. Ksatria dari abad 10 Masehi itu lalu melepasnya dengan kecepatan tinggi ke arah mereka berlima yang sangat terkejut menerima serangan dengan kekuatan besar seperti itu


Mereka berlima mengira mereka akan mati di tempat itu, saat itu juga.


"Kita pasti akan mati!" seru Dran muda, sembari melihat ke arah langit di mana bola shen abu-abu melesat dengan kecepatan luar biasa sekali ke arah mereka.


Mereka berlima berpikiran akan mati saat itu juga. Mereka berlima hanya dapat pasrah dengan hal terburuk yang akan menimpa mereka.


Akan tetapi pikiran mereka meleset. Bola shen abu-abu itu terhalang oleh kubah pelindung yang diciptakan oleh Marandra. Hingga terjadilah gesekan hebat di antara 2 kekuatan itu. Area hingga radius 10 km dari tempat itu pun rusak parah. Hingga tercipta lubang dengan kedalaman 4 km dengan radius 10 km. Dengan area yang dilindungi oleh kubah pelindung penghancur raga tetap seperti semula. Tidak ada sedikitpun yang hancur akibat dari gesekan kedua kekuataan besar itu.


"Jurus terlarang guru memang benar-benar hebat. Kekuatan sebesar itu pun tak sanggup menembusnya," ujar Kasandra muda berbicara sendiri. Yang ditanggapi oleh Pusia muda.


"Andai saja tidak ada pelindung ini. Pasti kita semua akan mati. Gurumu seperti sudah memprediksi semua ini akan terjadi. Dia benar-benar seorang Dewi Peramal, Kasa..." kata Pusia mada, yang tak ditanggapi oleh siapapun.


Mereka berlima tetap terdiam. Hingga tiba-tiba dari dalam tanah. Keluarlah seberkas cahaya jingga yang melesat ke arah bola shen abu-abu milik Mosa. Dengan kecepatan begitu tinggi. Bola shen abu-abu milik Mosa itu pun terdorong dengan begitu kuatnya. Hingga terdorong ke arah pemiliknya dengan kecepatan luar biasa.


Mosa pun tak menyangka hal itu akan terjadi. Ia tak menyangka, selain melindungi 5 Gura-Gura muda yang ada di dalamnya. Ternyata jurus terlarang milik Marandra itu dapat menyerang balik. Jika serangan yang diterimanya dapat mengancamnya.


Walaupun sempat terkejut. Namun dengan sigapnya. Mosa menendang bola shen abu-abunya miliknya yang sedang menuju dirinya ke angkasa. Hingga terjadilah ledakan besar yang menyilaukan langit selama beberapa menit.


"Aku rasa, aku sudah cukup bermain-mainnya dengan mereka. Sekarang saatnya mencari guru mereka. Untuk kujadikan karya seniku...," kata Mosa berbicara sendiri.


Mosa lalu tersenyum ke arah bawa, lalu melesat ke angkasa menuju ke arah utara dengan kecepatan tinggi untuk mencari 5 orang terkuat di masa itu. Meninggalkan 5 Gura-Gura muda. Tanpa mempedulikan hal apalagi.

__ADS_1


 


__ADS_2