
"Apakah aku mulai gila? Karena tidak dapat menangkap Humsha saat ini?" tanya Hoa di dalam hatinya. Sebelum menjawab pertanyaan dari Chan.
"Tentu saja aku masih mengingatmu Chan. Sosokmu hingga saat ini, masih ada di dalam hatiku ini," sahut Hoa, berusaha untuk menahan tawanya.
"Aku tahu, kau sedang menjalankan rencana kepada Lelaki Pesolek itu," kata Humsha, menatap ke arah Hoa dengan penuh selidik. Yang tak digubris sama sekali oleh panglima sekte Langit Tanpa Batas itu.
"Ternyata, kau itu seorang perayu. Aku menjadi sangat tersanjung ...," ucap Chan dengan nada genit.
"Kalau begitu, penuhilah keinginanku," ujar Hoa, merasa Chan sudah tergoda dengan dirinya.
"Memangnya, apa keinginanmu itu?" tanya Chan.
"Batalkan jurus membuka portal waktu itu ...," pinta Hoa dengan nada menggoda.
Mendengar perkataan itu. Humsha langsung ikut campur dalam perbincangan itu.
"Chan, kau jangan melakukan permintaannya itu!" teriak Humsha dengan suara yang keras.
"Kau jangan membatalkan jurus yang kita lakukan. Atau kita berdua akan mati!" sambung Chin.
"Tenang saja aku masih waras. Aku hanya melayani rayuannya itu. Bagiku, syamshe adalah segalanya," tutur Chan, yang membuat Hoa kecewa.
"Sekarang bersiaplah, Tuan Humsha Brengsek. Portal waktu akan segera terbuka ke masamu," kata Chan.
"Baiklah aku akan akan bersiap, untuk pergi ke masa depan," sahut Humsha lalu berdiri tegak, menatap matahari yang mulai terlihat sebuah titik hitam di tengahnya.
Mendengar perkataan Chan. Hoa lalu meningkatkan kekuatan perisai pelindung birunya. Untuk mencegah Humsha dapat pergi ke masa depan.
Chan dan Chin yang berada di masa depan, terlihat sudah kepayahan dan kehabisan shen mereka yang akhirnya terkuras hingga 99%. Saat hal itu terjadi, mereka berdua pun akhirnya terjatuh, meluncur ke lapisan es Kutub Utara Bumi.
Terlihat matahari pun sudah menghitam 100%. Hingga kegelapan pun terjadi di Bumi yang sedang mengalami siang.
__ADS_1
Dua bersaudara kembar itu terus meluncur dengan kecepatan tinggi. Hingga tubuh mereka pun membentur permukaaan tanpa membuat lubang sedikit pun. Akibat dari tubuh mereka yang dilindungi oleh sisa-sisa shen mereka berdua.
"Aku tak menyangka sama sekali. Kalau efek menggunakan jurus membuka portal waktu ini. Akan membuat kita separah ini. Menyerap kekuatan alam pun. Kita sudah tidak mampu melakukannya," tutur Chin, yang tergeletak terlentang 4 meter di samping Chan.
"Sudahlah, kau ini bisanya mengeluh saja. Yang bisa kita lakukan saat ini, hanyalah berharap. Agar si brengsek Humsha tak mengingkari janjinya," sahut Chan lalu terdiam dengan tatapan menatap matahari hitam di langit bersih Kutub Utara Bumi.
Berbeda dengan matahari di abad 30 yang sudah menghitam secara total. Matahari di abad 10 terlihat masih bercahaya sempurna. Walaupun hanya ada setitik cahaya hitam yang akhirnya melesat ke arah Humsha.
Cahaya hitam itu lalu menerobos Hoa yang bagai bayangan. Lalu seperti kilat, cahaya hitam itu lalu menyedot Humsa dan perisai pelindungnya ke dalamnya. Lalu melesat lagi ke arah Matahari, lalu menghilang begitu saja. Meninggalkan Hoa yang merasa kesal dengan lolosnya Humsha ke masa depan. Tanpa dirinya dapat berbuat apa pun.
"Sial! dia lolos ke masa depan. Pasti akan terjadi kekacauan besar di sana," kata Hoa dengan memandang ke arah Matahari.
"Aku harus ke tempat Dewi Waktu. Aku ingin ke masa depan, menyusul Humsha!"
Panglima Hoa lalu melesat ke arah timur dengan kecepatan tinggi. Untuk ke tempat tinggal Dewi Waktu.
***
"Jurus ini benar-benar menguras shen kita...," kata Chin lirih.
"Tenang saja, si brengsek Humsha akan segera tiba dan memulihkan diri kita," sahut Chan.
Terlihat matahari yang menghitam. Tiba-tiba saja hitamnya semakin mengecil dan terus mengecil. Hingga akhirnya menjadi setitik cahaya yang melesat ke Bumi dengan kecepatan tinggi.
"Buam ...!" cahaya hitam itu pun menghantam es di Kutub Utara Bumi. Dan membuat lubang sedalam 2 km dengan radius 1 km, dan jarak 10 km dari keberadaan Chan dan Chin.
Dari dalam lubang itu, melesatlah Humsha dengan kubah pelindung dirinya yang sudah musnah.
"Akhirnya, Si Tampan Humsha tiba di masa depan ini!!" teriak Humsha dengan begitu kerasnya. Sembari matanya mencari keberadaan Chan dan Chin.
__ADS_1
"Di mana mereka berdua. Aku tidak merasakan keberadaan mereka di tempat ini?" tanya Humsha di dalam hatinya.
Tiba-tiba saja Humsha mendapatkan telepati dari Chin yang begitu lemah, karena keterbatasannya shennya itu.
"Tuan Humsha, apakah kau sudah melupakan kami berdua. Cepatlah ke mari. Kami ada 10 km ke arah utara," kata Chin kepada Humsha di dalam telepatinya.
"Mana mungkin aku melupakan kalian berdua. Sekarang aku akan ke sana ...!" sahut Humsha dengan penuh semangatnya.
Humsha lalu melesat dengan kecepatan tinggi. Hingga hanya dalam waktu 1 menit dirinya pun sudah tiba di mana dua kepang bersaudara berada.
"Tidak aku sangka keadaan kalian separah ini. Demi si tampan Humsha ini datang ke masa depan ini ...,' ujar Humsha.
" kau ini cerewet sekali. Cepat pulihkan dan tambahkan kekuatan kami!" kata Chan dengan ketusnya.
"Baiklah. Akan kulakukan sekarang ....," ucap Humsha.
Humsha lalu menunjukan kedua jari telunjuk tangannya ke arah Chan dan Chin. Terlihat dari kedua jari telunjuknya muncullah seberkas cahaya hitam yang segera melesat ke arah Chin-Chan dengan begitu cepat. Saat kedua sinar cahaya hitam itu masuk ke dalam tubuhnya. Chan-Chin merasakan tubuhnya mendapatkan kekuatan besar yang segera memulihkan shennya, dan meningkatkan shen mereka sebesar 10%.
Kedua kepang bersaudara lalu melompat dan berdiri tegak di hadapan Humsha, setelah diri mereka benar-benar benar.
"Apa yang ingin kau lakukan sekarang, Tuan Humsha?" tanya Chin dengan penuh selidik.
"Tadinya aku ingin langsung mencari orang-orang kuat itu, untuk menjadi mainanku. Tapi aku berpikir, kalian pun dengan mudahnya dapat mengurus mereka. Sekarang aku berniat, mengunjungi tempat\-tempat penting di masa kita. Aku ingin tahu, apakah tempat-tempat itu masih ada. Setelah dua ribu tahun berlalu," sahut Humsha. Yang langsung disambung oleh Chan.
"Kalau begitu aku pamit," ucap Chan berniat untuk meninggalkan mereka berdua.
"Kau ingin ke mana?" tanya Humsha.
"Paling juga, ia ingin menemui lelaki pujaannya yang ia sembunyikan itu," sambung Chin dengan nada sinis kepada Chan.
"Semoga saja ia tidak bertemu dengan diriku. Kalau aku bertemunya dengan dirinya, pasti akan kuhabisi dirinya ...," ujar Humsha lalu tertawa lepas.
"Berani kau melakukannya. Aku bisa nekat!" sahut Chin lalu melesat terbang ke arah selatan, untuk menemui Syamshe dan Jeni yang sudah melarikan diri mencari 5 Gura-Gura Lama.
__ADS_1