Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 105. (Pertarungan 5 Legenda Gura-Gura Lama Vs Chen)


__ADS_3

 


Sementara itu Chen yang masih berada di Sundaland bagian barat terus melakukan penghancuran dengan menggunakan bola-bola shen hitam kecilnya yang ia jatuhkan dari ketinggian 300 meter dari permukaan tanah setempat. Si Kepang Tiga itu terus menikmati, kehancuran yang ia buat dengan sepenuh hatinya. Hingga asap-asap hitam pun membumbung tinggi ke langit. Menutupi Matahari yang sudah meredup, terselimuti oleh awan-awan di langit tanpa batas. Tanpa menyadari kehadiran 5 Gura-Gura Lama yang semakin mendekati dirinya. Untuk membuat perhitungan dengan dirinya, yang telah menghancurkan Gunung Well milik Or Well dan Pulau Gura-Gura milik Dran, yang merupakan markas dari Gura-Gura Baru.


Penjahat dari abad ke 10 Masehi itu, masih asyik dengan dunianya sendiri. Belum menyadari pancaran shen dari 5 orang terkuat dari abad ke 30 Masehi. Hingga tiba-tiba saja dari arah atas dirinya. Mendaratlah pukulan tangan dan kaki yang begitu keras. Yang merupakan pukulan tangan Or Well dan pukulan kaki milik Dran. Kedua pukulan dengan shen level S, yang dilepaskan secara bersamaan itu. Telah membuat tubuh Chen meluncur ke arah bawah dengan kecepatan tinggi. Tak mampu menahan serangan fisik, yang bisa dibilang sebagai serangan gelap itu. Serangan dari dua orang terkuat dari Gura-Gura Lama.


Belum sempat Chen menyadari siapa yang menyerangnya secara mendadak, dan tak ia mampu ia sadari sebelumnya. 5 bola shen lima warna berukuran bola kaki langsung saja menghantam tubuhnya secara bersamaan. Hingga membuat ledakan 5 cahaya. Dan membuat dirinya membentur Bumi dengan kecepatan tinggi. Hingga membuat ledakan yang begitu dahsyat. Dengan getaran gempa setara 8 skala ricter, yang segera menjalar ke segala arah, dengan membuat kerusakan yang parah.


 


Asap pekat pun mulai tercipta di tempat itu. Hingga membumbung tinggi di angkasa, di mana 5 Legenda Gura-Gura Lama berada. Mengawasi, apa yang akan terjadi selanjutnya.Dengan nasib dari Si Kepang Tiga Chen.


Mereka berlima segera menelan pil pemulih stamina milik Clerk. Akibat dari serangan yang dilepaskan untuk menghantam tubuh Chen dengan bola shen milik mereka. Karena mereka telah kehilangan separuh kekuatan mereka, dengan perjalanan jauh mereka. Untuk menuju keberadaan sang penghancur Gunung Well dan Pulau Gura-Gura.


"Kasa, apakah orang itu langsung mati terkena serangan kita?" tanya Dran dengan penuh penasarannya kepada Kasandra yang segera mengaktifkan mata langitnya. Untuk mendeteksi keberadaan si kepang tiga Chen.


Kasandra terus menyusuri area di mana jatuhnya Chen tadi. Hingga ia pun menemukan Chen yang sedang bangkit dari lubang yang tercipta atas jatuh dirinya. Lubang dengan diameter 1 km dan kedalaman 100 meter.


Lelaki berkepang tiga itu memandang ke arah mereka berlima dengan tatapan penuh kegembiraannya. Seolah elang yang menemukan buruannya. Chen lalu melesat ke arah 5 Legenda Gura-Gura Lama dengan kecepatan tinggi. Hingga dalam sekejap mata sudah hampir berada di hadapan mereka berlima.

__ADS_1


"Sebentar lagi juga, dia akan ke sini," sahut Kasandra yang kekuatannya kembali pulih setelah menelan pil pemulih stamina milik Clerk dengan begitu cepatnya. Sama dengan kekuatan teman-temannya yang sudah pulih juga.


Bersamaan dengan berakhirnya perkataan Dewi Peramal Gura-Gura Lama. Chen pun tiba, dengan wajah penuh kegembiraan. Seakan anak kecil yang menemukan mainan baru yang ingin segera ia mainkan secepat mungkin.


"Akhirnya kalian datang juga. 5 lalat Gura-Gura Lama...," ujar Chen, lalu tertawa lepas. Yang membuat Dran dan Or Well sangat kesal terhadap sosok yang menghancurkan rumah yang mereka huni selama ini. Merendahkan mereka berlima, serendah lalat yang mudah untuk dibunuh dengan tepukan tangan.


"Dasar kau penghancur Gunung Wellku dan Pulau Gura-Gura milik Dran. Masih bisa tertawa, di hadapan kami berlima. 5 orang terkuat di masa ini..," ujar Or Well dengan penuh keangkuhannya.


 


Matanya pun sangat membenci terhadap Chen. Yang hanya mengeluarkan shen level S. Level yang jauh dari mode dasarnya yang berada di level H.


 


"Lima orang terkuat yang bagiku hanya lalat...," ucap Chen merendahkan mereka berlima kembali.


"Tapi biar pun kami berlima ini lalat. Kami ini bisa membunuhmu," sahut Or Well masih dengan keangkuhannya.


"Kalau begitu buktikan kalau kalian itu hebat. Ikuti aku untuk bertarung, di tempat di mana akan menjadi kuburan bagi kalian berlima," ucap Chen lalu melesat ke arah selatan dengan kecepatan tinggi yang langsung diikuti oleh Or Well dan Dran tanpa berpikir panjang sama sekali.Yang diikuti oleh Kasandra, Pusia dan Clerk.

__ADS_1


"Kalian berdua ini. Selalu saja terburu\-buru. Orang itu bisa saja sedang menyebak kita," tutur Kasandradengan penuh kekhawatirannya terhadap dua rekannya itu.


"Kalian tidak tahu. Betapa sakitnya, rumah aku dan Dran dihancurkan begitu saja, tanpa alasan yang jelas," sahut Or Well.


"Biar kami yang menghadapi orang itu. Sebagai balasan dari Gunung Well dan Pulau Gura-Gura. Kami berdua duluan pergi," sambung Dran.


Majikan Gunung Well dan Majikan dari Pulau Gura-Gura itu. Lalu mempercepat lesatannya menyusul Chen. Hingga Pusia, Kasandra dan Clerk tertinggal jauh di belakang mereka. Yang masih melesat dengan kecepatan standar di langit tanpa batas.


"Mereka berdua selalu merasa muda saja. Tidak pernah berpikir dengan logika. Selalu fisik yang diandalkan," kata Pusia, dengan tatapan ke arah kepergian mereka berdua


"Ya, mau bagaimana lagi. Mereka berdua memang seperti itu. Kita hanya dapat mendukungnya saja," sambung Clerk masih terbang mengikuti kepergian Or Well dan Dran yang semakin menjauh dari mereka bertiga.


"Tapi mereka bertiga tidak pernah berpikir. Orang yang kita hadapi dari masa lalu itu. Shennya jauh di atas kita. Walaupun ia menampilkan shen level S. Aku rasa itu bukan mode dasarnya. Ia menyembunyikan kekuatan yang sesungguhnya," jelas Kasandra masih mengaktifkan mata langitnya.


"Apa kau yakin dengan penglihatan mata langitmu itu, Kasa?" tanya Pusia dengan penuh keseriusannya.


"Walaupun aku tidak pernah bertemu langsung dengan orang-orang dari masa lalu sebelumnya. Tapi aku pernah membaca pikiran cucuku, Jean. Orang yang bernama Mosa itu memiliki kekuatan di atas kita berlima. Ia mencuri jasad Jeni untuk ia hidupkan kembali. Kalau itu benar, paling tidak kekuatan shennya berada di level H," jelas Kasandra dengan panjang lebarnya.


"Kalau begitu, kita susul dirinya sekarang. Mereka berdua tak mungkin menang melawan dirinya," ucap Pusia lalu melesat dengan kecepatan tinggi yang diikuti oleh Clerk dan Kasandra.

__ADS_1


 


__ADS_2