Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 31 (Cahaya-Cahaya Merah dan Putih Yang Menuju ke Bulan)


__ADS_3

Sementara itu di Bumi, nampak di langit Bumi. Cahaya-cahaya putih dan merah. Yang merupakan jelmaan dari energi shen pasukan robot Mars dan Bulan, yang tengah ditarik dari Bulan. Terlihat berterbangan, menuju ke arah Bulan. Yang telah mengundang perhatian para penghuni Bumi. Termasuk Or Well dan Er Well. Yang berdiri di atas patung kepala Or Well, di puncak Gunung Well.


Mereka berdiri di atas patung kepala itu, dengan tatapan ke arah ke cahaya-cahaya itu. Mereka berdua nampak heran dengan fenomena itu. Sepertinya mereka berdua pun tak mengetahui tentang kebangkitan leluhur robot Mars dan Bulan.


"Itu cahaya-cahaya apa, Ayah?" tanya Er Well, dengan ketaktahuannya itu.


"Aku juga tidak tahu, Er....," jawab Or Well.


"Tapi, sepertinya cahaya-cahaya merah dan putih itu, sedang menuju ke arah Bulan....."


"Sepertinya kau benar.... Er.


"Jika begitu, aku akan menyelidikinya, Ayah," ujar Er Well.


Setelah mengucapkan akan hal itu. Er Well lalu menggunakan shennya.


 


Nampak shennya itu pun membentuk sayap di kedua punggungnya. Dengan sayapnya shennya itu. Er Well lalu memelesat dan terbang ke angkasa. Meninggalkan Or Well di puncak Well seorang diri. Untuk menyelidiki tentang cahaya merah dan putih yang menuju ke arah Bulan di langit.


"Sepertinya ini ada hubungannya dengan guruku. Karena aku benar-benar tidak mengetahui tentang cahaya-cahaya itu," ucap Or Well lirih berbicara sendiri. Masih menatap ke arah cahaya merah dan putih di langit yang sedang menuju ke Bulan.


 


★★★★★

__ADS_1


 


Cahaya-cahaya merah dan putih yang berterbangan di angkasa dan menuju ke arah Bulan. Ternyata sedang diamati pula oleh Pusia dan Kasandra. Yang sedang berada di sebuah pantai di semenanjung Sunda Land sebelah selatan. Yang berombak besar. Mereka berdua berdiri di tepi batu karang terjal. Di saat Matahari hampir tenggelam di langit barat. Dan Bulan separuh pun telah terlihat di langit. Yang membuat semakin jelas, ke mana arah tujuan dari cahaya-cahaya putih dan merah itu.


"Kasa, sepertinya cahaya-cahaya itu sedang menuju ke Bulan," ucap Pusia mengawali perbincangan di antara mereka berdua.


"Ke Bulan?, ada apalagi di Bulan sebenarnya?. Bukannya pusat komando Mars dan Bulan telah kau hancurkan?" ujar Kasandra, yang berdiri di samping Pusia.


"Coba kau lihat dengan mata langitmu...," usul Pusia.


"Mataku ini terbatas, hanya dapat melihat sejauh 1000 km, jadi tidak mungkin aku dapat melihat keadaan Bulan, sejauh ±385.000 km. Tapi aku akan mencoba, mencari dan melihat sumber dari cahaya-cahaya itu," timpal Kasandra.


Kasandra lalu membalikan tubuhnya, ke arah daratan di utara.Yang diikuti oleh Pusia. Kedua matanya lalu berubah menjadi biru menyala. Pertanda ia sedang menggunakan mata langitnya. Untuk melihat sejauh 1000 km.


Nampak di penglihatan Kasandra, tubuh robot-robot Mars dan Bulan yang berserakan di area, dengan radius 1000 km. Berubah menjadi cahaya Merah dan Putih. Yang segera melesat ke angkasa menuju ke arah Bulan.


"Sepertinya, kita harus ke Bulan kembali. Untuk memastikan akan hal itu...," usul Pusia. Sambil tersenyum ke arah Bulan.


"Jangan gegabah, Pusia. Kita pun akan sangat kerepotan, jika hanya kita berdua. Yang pergi ke Bulan. Kita tidak tahu, ada apa di Bulan saat ini. Bisa-bisa cahaya-cahaya itu, menyatu untuk membentuk robot hypersuper. Yang kekuatan shennya sulit kita ukur, karena begitu banyaknya gabungan kekuatan para robot itu...," ucap Kasandra dengan segala perhitungannya itu.


"Lalu kita harus bagaimana?" tanya Pusia dengan tatapan tajamnya, menatap ke arah Kasandra dari samping.


"Lebih baik kita ke Gunung Well. Kita temui Or di sana..., aku rasa yang lain pun. Akan ke Gunung Well, untuk membahas kejadian ini," timpal Kasandra.


"Ke tempat Kakek aneh itu ya?. Tapi aku rasa, si Kakek gila, tidak akan ke Gunung Well. Dengan alasan, masalah itu...," tutur Pusia, seakan mengungkit masa lalu mereka.

__ADS_1


"Aku rasa, jika pun dia tidak datang ke Gunung Well. Itu bukan, karena masalah itu.... Itu pasti karena ada alasan lainnya," timpal Kasandra.


Dan tiba-tiba saja dari dalam laut, muncullah sesosok lelaki berusia 45 tahunan. Dengan rambut berwarna hijau lumut. Dan berpakaian full hijau, dengan celana panjang dari bahan lumut sepanjang batas betisnya. Ia langsung keluar dari dalam laut dalam itu. Lalu melompat, hingga mendarat tepat di belakang Kasandra dan Pusia. Yang menyadari kehadirannya itu.


"Sepertinya kita kedatangan teman lama, yang dari tadi mengintai kita dari dalam laut," ujar Pusia, lalu tersenyum tanpa membalikan tubuhnya.


"Ya, ini bau si kakek racun. Alias dewa racun Clerk...," ucap Kasandra, tersenyum tanpa menoleh ke arah belakang. Sama seperti Pusia. Karena mereka berdua menyadari. Jika orang yang ada di belakang mereka, itu adalah teman lama mereka. Di dalam kelompok Gura-Gura Lama.


"Sudah 50 tahun lebih, ternyata si tampan Pusia dan Dewi peramal Kasandra. Masih saja mengingat bauku ini..., aku menjadi merasa tersanjung," ujar Clerk, yang merupakan kakek dari Clark.


Nampak ia pun lalu melangkahkan kakinya. Lalu menghentikan langkah kakinya, saat dirinya telah berada di hadapan Pusia dan Kasandra.


"Bagaimana kami bisa lupa, dengan bau amismu itu. Kakek Racun...," ucap Kasandra.


"Kasa, kau itu. Tidak pernah berubah. Sejak dari dulu, sejak kita remaja dulu.... Padahal pada kenyataannya, kita ini adalah manusia yang telah berusia 100 tahun," sahut Clerk, lalu tersenyum ke arah Kasandra. Yang nampak hanya terdiam. Tak merespon ucapan Clerk.


Keheningan pun tercipta di antara mereka bertiga. Tapi itu hanya sejenak, karena beberapa saat kemudian. Pusia pun angkat bicara, memecahkan keheningan itu.


"Lebih baik kita sekarang pergi ke Gunung Well. Untuk membahas masalah ini bersama, Kakek aneh itu...," ucap Pusia, bersiap untuk meninggalkan tempat itu.


"Ya, kau benar Pusia. Lebih baik kita berangkat sekarang," ujar Kasandra.


"Lebih baik kita berlari saja, untuk menuju ke Gunung Well," usul Clerk.


"Ya, lebih baik kita berlari sekarang...," timpal Pusia, lalu berlari dengan kecepatan tinggi. Hingga seakan ia berubah menjadi cahaya biru. Yang diikuti oleh Kasandra dan Clerk. Yang bagai berubah menjadi cahaya jingga dan hijau.

__ADS_1


 


__ADS_2