
Pertarungan terus terjadi di udara antara Mosa dan 5 guru dari Gura-Gura Lama dengan sengitnya. Walaupun Mosa tak sekuat dengan anggota terlemah dari 5 kepang bersaudara, yang sudah mereka hadapi. Tetap saja dengan keadaan mereka yang masih terluka akibat dari pertarungan mereka di Bulan. Dan shen mereka yang terus menurun akibat pertarungan dengan Dewi Api dan Dewi Angin. Telah membuat Mosa menjadi begitu superior bagi mereka berlima saat ini.
5 orang terkuat di masa itu bagai lalat saja bagi petarung dari abad ke 10 masehi itu. Yang tak memiliki arti sama sekali di hadapan Mosa.
Merasa serangan fisik tak efektif untuk menghadapi Mosa. Mereka berlima lalu menggabungkan shen mereka dengan cara saling menyentuhkan kedua tangan mereka ke punggung rekan-rekannya. Drun menempelkan kedua tangannya ke punggung Ur Well. Clirk ke punggung Drun. Punka ke punggung Clirk, dan Marandra ke punggung Punka. Sedangkan Ur Well mengarahkan kedua tangannya ke arah Mosa. Terlihat dari kedua tanganya. Terciptlah bola shen dengan lima warna yang bersatu padu saling memutar satu sama lainnya. Yang segera ia lesatkan ke arah Mosa setelah mencapai bentuk sebesar bola basket. Dengan kecepatan tinggi, melebihi kecepatan angin.
Tak ada ketakutan sama sekali pada diri Mosa ketika bola shen 5 warna itu melesat dan akhirnya menghantam tubuhnya dengan sangat keras sekali. Getaran kejut pun tercipta dengan hebatnya. Bersamaan dengan asap hitam yang menyelubungi tubuh Mosa dengan sangat pekat sekali. Hingga wujudnya tertelan di dalam asap hitam pekat itu. Tak terlihat sama sekali oleh mata mereka berlima.
Mereka berlima terdiam, berpikir dengan pikiran mereka masing-masing. Dengan apa yang akan terjadinya nanti, dengan posisi yang tetap tak berubah sama sekali. Hingga suara Mosa terdengar dengan nyaringnya di udara.
"Katanya kalian ini para manusia terkuat di zaman ini?. Masa hanya seperti ini kekuatan kalian?" ejek Mosa bersamaan dengan memudarnya asap hitam yang menyelubungi dirinya.
Tanpa dipikir oleh siapapun. Mosa melesat dengan kecepatan tinggi. Gerakannya begitu cepat. Hingga nyaris tak dapat dilihat oleh Para Gura dari Gura-Gura Lama. Tahu-tahu saja ksatria dari masa lalu itu telah ada di hadapan Ur Well. Dan langsung menghantam mereka berlima dengan shennya. Hingga formasi mereka pun buyar seketika.
Tak puas dengan serangan seperti itu. Mosa lalu mengeluarkan bola shen kecil berwarna abu-abu dari jari telunjuk kanannya yang mengarah ke arah mereka berlima. Dengan senyum sinis yang menghiasi wajahnya
__ADS_1
Tak memiliki cukup kekuatan untuk menghadang apalagi memiliki kekuatan untuk menghancurkan bola shen itu. Mereka berlima lebih memilih untuk menghindari serangan itu. Dan membiarkannya melesat dengan kecepatan tinggi yang akhirnya menghantam gunung bersalju di arah utara yang memiliki ketinggian 5000 Mdpl. Gunung bersalju itu pun terpotong, hingga hanya memiliki ketinggian 2000 Mdpl saat ini. Daya hancur dari bola shen Mosa itu begitu mengerikan bagi mereka berlima.
Tampak raut keterkejutan di wajah mereka berlima. Ketika mengetahui efek dari serangan bola shen yang hanya sebesar kelereng itu. Mereka tak menyangka jika Mosa benar-benar berniat untuk membunuh mereka berlima.
"Lebih baik kita turun sekarang!" ucap Ur Well seakan memberi perintah kepada mereka teman-temannya.
Tak ada yang protes atas perkataan dari guru Or Well itu.
Mereka berlima lalu meluncur turun ke permukaan Bumi. Yang tak dihiraukan oleh Mosa sama sekali. Ksatria dari masa lalu itu tetap terdiam diposisinya. Seakan ia tak menganggap sama sekali 5 orang terkuat di masa itu. Sepasang matanya pun tak melihat ke arah mereka berlima sama sekali. Mosa benar-benar meremehkan 5 orang terkuat di masa itu. Tanpa mengetahui apa yang akan direncanakan oleh mereka berlima di bawah sana.
5 guru dari Gura-Gura lama mendarat dengan mulus di permukaan Bumi. Dengan tatapan mata ke arah gunung bersalju yang telah terpotong setinggi 3000 meter di utara.
"Tapi aku rasa saat kita meninggalkan tempat ini. Pasti dirinya akan langsung mengejar diri kita," sahut Marandra.
"Lalu kita harus apa?. Bukannya dia orang dari masa lalu yang akan membunuh kita?. Lebih baik kita bertarung habis-habisan saja di sini," sambut Drun dengan penuh kemarahaannya.
"Percuma ramalanku tidak seperti itu," sahut Marandra.
"Lalu ramalanmu itu sebenarnya seperti apa?" tanya Ur Well kali ini.
"Kita mati dalam keadaan bersila karena luka dalam yang disebabkan oleh pertarungan kita di Bulan dan dengan Dewi Api-Dewi Angin, serta Mosa yang akan mengabadikan tubuh kita dengan jurus yang ia miliki," tutur Marandra, tentang ramalannya itu.
__ADS_1
Bersamaan dengan berakhirnya perkataan dari Dewi Peramal Jingga. Mereka pun merasakan sakit yang luar biasa akibat dari luka dalam yang disebabkan oleh pertarungan mereka yang seakan tiada henti. Yang mereka tahan dengan shen mereka selama ini.
"Sial!. Shen kita sudah tak bisa menahan semua luka ini," ujar Pusia sambil memegang dadanya yang teramat sakit sekali.
"Lalu kita harus melakukan apa?. Orang dari masa lalu itu. Tak mungkin membiarkan kita pulang ke rumah kita," kata Drun.
"Percaya, dan serahkan semuanya kepada diriku," sahut Marandra lalu mengeluarkan 5 jarum dari jari-jari tangannya.
"Apa yang akan kau lakukan, Mara?" tanya Ur Well dengan pertanyaan besar di benaknya.
"Aku akan membuat duplikat diri kita untuk menyerang lelaki itu, sebagai pengalihan diri kita melarikan diri ke rumah. Kita akan gunakan 40% shen kita untuk memberi kekuatan duplikat kita. Agar Mosa tak curiga, kalau yang dia hadapi adalah duplikat kita," jelas Marandra yang langsung disetujui oleh teman-temannya, tanpa protes dan pikir panjang lagi.
"Terserah dirimu saja. Kalau memang itu yang terbaik. Lakukanlah sekarang. Walaupun shen yang tersisa pada diri kita hanya 10% nantinya...,," timpal Ur Well mewakili jawaban dari yang lainnya.
"Baiklah kita mulai sekarang..." Marandra lalu melepaskan kelima jarum itu ke udara. 5 Jarum itu melesat setinggi 30 meter. Lalu kembali melesat masuk ke dalam tubuh 5 orang terkuat di Bumi pada masa itu.
Ada perasaan yang begitu sakit. Ketika jarum-jarum masuk ke dalam tubuh mereka berlima. Shen mereka seakan tertarik dengan paksa dari dalam tubuh mereka. Saking sakitnya, mereka berlima pun jatuh berlutut di tanah. Untung saja hanya dalam 2 menit jarum itu berada di tubuh mereka. Jika lebih dari itu, mungkin mereka berlima tak mampu bertahan. Karena shen mereka yang semakin melemah.
5 jarum itu pun keluar dari tubuh mereka berlima, lalu melesat dengan kecepatan tinggi ke angkasa setinggi 50 meter. Jarum-jarum itu lalu berubah wujud. Ke wujud dari 5 guru dari Gura-Gura Lama.
__ADS_1