
Sementara itu, di bagian lain Bumi. Nampak Mosa dan Jeni, sedang berdiri di depan sebuah gua besar, yang merupakan kediaman Mosa selama ini. Mereka nampak memperhatikan cahaya-cahaya merah dan putih. Yang sedang menuju ke Bulan. Mereka pun sepertinya tak mengetahui tentang cahaya-cahaya misterius itu.
"Tuan, apakah Anda mengetahui tentang cahaya-cahaya itu?" tanya Jeni, yang mengira Mosa mengetahui akan hal itu. Padahal Mosa pun tak mengetahui akan hal itu. Karena ia datang, saat Keneo dan Kenia telah dibuat tertidur. Oleh seseorang dari masa lalu.Hingga ksatria dari masa lalu itu tak mengetahui sama sekali tentang kembar hybrid yang merupakan teman seperguruan dari guru Gura-Gura Lama.
"Jujur saja, aku tidak mengetahui tentang hal itu. Sepertinya ini ada hubungannya dengan raja robot Mars dan Bulan, yang telah aku hancurkan itu...," ujar Mosa, sambil mengingat saat dirinya menghancurkan 2 raja robot Mars dan Bulan. Di kota Angkasa Khatulistiwa beberapa waktu yang lalu.
"Apalagi aku, yang pastinya tidak mengetahui sama sekali tentang hal itu. Aku rasa juga, 5 anggota Gura-Gura Lama pun, tidak mengetahui akan hal itu."
"Jika begitu, mungkin hanya 5 guru dari Gura-Gura Lama. Yang mengetahui akan hal itu. Sepertinya, aku harus menanyakan langsung tentang hal ini kepada mereka, dengan cara membangkitkan mereka kembali. Dengan jurus khususku...," ucap Mosa, lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam gua besar, yang ternyata terang benerang di dalamnya. Karena diterangi oleh lampu-lampu neon, dengan sumber energi nuklir.
"Apakah, aku boleh mengikuti Anda, Tuanku," ujar Jeni, sambil melangkahkan kakinya di belakang Mosa.
"Tentu saja, peramalku yang cantik," timpal Mosa.
Mereka berdua terus melangkah kakinya. Masuk ke dalam gua, yang seakan tak berujung. Hingga mereka berdua tiba, pada sebuah pintu berbelah dua.Mosa lalu menyentuh pintu ruangan itu, dengan tangan kanannya. Hingga pintu berbelah dua itu pun, terbuka secara otomatis.
Setelah pintu itu terbuka secara sempurna. Mosa lalu masuk ke dalam ruangan itu. Yang diikuti oleh Jeni dari belakang. Di dalam ruang dengan luas 20×20 meter. Nampak 5 sosok manusia yang sedang bersila, dengan warna rambut dan pakaian yang berbeda. Merah, kuning, hijau, biru dan jingga. Mereka berlima bersila, dengan posisi manusia berbaju dan berambut merah berada di tengah. 4 di antara mereka adalah lelaki, sedangkan sosok dengan rambut dan warna pakaian jingga, ia adalah seorang wanita. 5 orang itu, adalah 5 guru dari 5 legenda Gura-Gura Lama.
Mosa lalu menghentikan langkahnya, saat ia berada 1 meter di depan mereka berlima. Sedangkan Jeni berdiri di samping Mosa.
"Apakah mereka berlima, adalah para guru dari 5 legenda Gura-Gura Lama?" tanya, Jeni dengan penuh rasa penasarannya itu.
"Ya, mereka adalah guru dari 5 legenda Gura-Gura Lama. Mereka aku kalahkan 80 tahun yang lalu. Dan saatnya sekaranglah, mereka aku bangkitkan kembali...!" ucap Mosa, lalu mengarahkan kedua tangannya, ke arah mereka berlima.
Nampak dari kedua tangannya, keluarlah cahaya emas. Yang di arahkan ke arah mereka berlima. Saat sinar emas itu mengenai tubuh guru 5 legenda Gura-Gura Lama itu. Cahaya emas itu pun masuk ke dalam tubuh mereka berlima. Hingga membuat cahaya emas itu pun, perlahan-lahan menyerap ke dalam tubuh mereka berlima.
__ADS_1
Dan saat sinar emas itu pudar, karena telah terserap ke dalam tubuh mereka berlima. Terlihat mereka berlima membukakan kedua mata mereka. Lalu bangkit dari duduk bersilanya mereka. Dan berdiri sejajar, dengan lelaki berbaju dan berambut merah. Berada di tengah.
Mereka lalu menatap tajam ke arah Mosa.
"Apa yang kau lakukan, terhadap kami. Mosa?" tanya, lelaki berambut merah.
"Aku hanya menghidupkan kalian, agar kalian berlima dapat menikmati kehidupan kedua," timpal Mosa dengan entengnya.
"Kami telah damai di alam sana, beraninya kau menarik jiwa kami. Kembali ke dunia fana ini!" ucap lelaki berambut merah. Lalu maju dan menyerang Mosa dengan tangan kanannya. Tetapi dengan mudahnya, Mosa dapat menghindarinya. Ia lalu melayang dan menerobos atap gua itu. Hingga atap gua itu pun jebol dan menembus ke permukaan Bumi.
Melihat Mosa telah berada di luar gua. Lelaki berambut merah itu pun ikut memelesat keluar dari dalam gua itu. Yang diikuti oleh lelaki berambut kuning dan hijau. Sedangkan lelaki berambut biru, nampak berbicara dengan perempuan berambut jingga.
"Sebaiknya kau berikan, apa yang telah kita miliki kepada muridmu itu," ucapnya, sambil menunjuk ke arah Jeni. Yang disangka Kasandra, oleh dirinya itu.
"Baiklah, walaupun aku pun kesal. Karena telah dihidupkan kembali oleh Mosa. Tapi paling tidak, kita masih memiliki kesempatan untuk memberikan murid-murid kita warisan...."
Sepeninggalan 4 temannya itu, perempuan berambut jingga, lalu menghampiri Jeni. Yang hanya terdiam. Ia pun lalu menghentikan langkahnya itu. Saat telah berada satu langkah di hadapan Jeni.
"Aku tahu, kau bukanlah Kasa," ujar guru dari Kasandra, yang bernama Marandra.
"Ya, aku bukanlah dirinya. Aku hanyalah kloningannya," jawab Jeni.
"Pantas kau begitu payah dan tidak mengenali diriku ini. Tapi aku akan, bicara langsung ke intinya. Dengan apa yang ingin aku bicarakan, dengan dirimu," perempuan berambut jingga itu pun lalu merogoh saku celananya, dengan tangan kanannya. Dari dalam sakunya itu, ia lalu mengambil sebuah kantung berwarna jingga. Yang terbuat dari bahan, yang langsung diberikan kepada Jeni. Yang langsung diterima oleh Jeni.
"Di dalam kantung ini, ada 5 pil. Yang merupakan inti sari dari kekuatan shen kami selama ini. Yang harus ditelan oleh para murid kami. Pil berwarna merah untuk Or Well, pil berwarna kuning untuk Dran, pil berwarna hijau untuk Clerk, pil berwarna biru untuk Pusia dan pil berwarna jingga untuk muridku Kasandra," jelas Marandra, dengan penuh keseriusannya.
__ADS_1
"Lalu, setelah ini kau ingin apa?" tanya Jeni, sambil menaruh kantung berwarna jingga itu. Ke dalam saku celananya.
"Setelah ini, kami berlima akan bunuh diri bersama Mosa," ucapan itu, membuat Jeni terkejut mendengarnya.
"Apa!, kalian berlima ingin bunuh diri?. Bukannya kalian telah dihidupkan kembali dari kematian. Seharusnya, kalian menikmati hidup kalian kembali," tutur Jeni.
"Kami telah damai di alam sana, buat apa hidup di dunia fana ini. Jika kami hanya menjadi boneka Mosa," timpalnya.
"Jadi tujuan kalian hanya untuk mati, setelah dihidupkan?" tanya Jeni.
"Ya, tujuan kami hanyalah itu. Dibangkitkan untuk mati kembali. Tapi sebelum aku mati, aku akan meningkatkan kekuatan shenmu, hingga level 'S'," Marandra pun lalu mengeluarkan sebuah jarum berwarna jingga. Dari telapak tangan kanannya.
"Tapi aku tidak suka bertarung, karena aku bukanlah tipe petarung, seperti Ibuku," ucap Jeni.
"Aku tidak peduli akan hal itu, karena aku ingin kau memberikan pil itu. Kepada para murid kami berlima. Hanya mengandalkan kekuatanmu saat ini, itu saja sama. Aku menyuruhmu untuk mati, karena bukan hanya Mosa, yang datang dari masa lalu. Tapi masih ada para manusia dari masa lalu. Yang kekuatannya jauh melebihi Mosa," ujar Marandra, dengan panjang lebarnya.
"Tidak perlu, kau risaukan tentang hal itu. Orang yang kau maksud itu, pasti Syam. Kakak seperguruan dari Mosa. Ia tidak jahat, seperti Mosa," ucap Jeni.
"Tahu apa kau tentang mereka?. Mereka 5 bersaudara berkepang. Dan Mosa pun sebenarnya tidak jahat. Ia hanya terobsesi untuk menjadi yang terkuat di dunia. di masa lalu dan masa kini."
"Jika bukan Syam, berarti masih ada 5 manusia dari masa lalu?" tanya Jeni, sambil menatap ke lubang yang ada di atap gua itu.
"Ya, mereka lebih kuat dari Syam dan Mosa. Oleh karena itu, aku akan memaksa dirimu. Untuk menerima jarum jingga ini," jawab Marandra.
Dan tiba-tiba saja Marandra bergerak dengan sangat cepat sekali. Hingga belum sempat Jeni menarik napasnya. Marandra telah berada di belakang dirinya. Lalu dengan sangat cepat sekali, ia memasukan jarum jingganya. Ke arah punggung Jeni. Dan saat jarum berwarna jingga itu, masuk ke dalam tubuh Jeni. Jeni pun merasakan tubuhnya itu menggigil seperti orang yang sedang demam tinggi. Hingga Jeni pun jatuh berlutut dengan kedua tangan menyentuh lantai gua itu.
__ADS_1
"Hanya ini yang bisa aku berikan untukmu. Dari seseorang yang dibangkitkan untuk mati kembali...," ujar Marandra. Dengan tatapan ke arah Jeni, yang nampak masih menggigil kedinginan, karena efek dari peningkatan kekuatan Shennya menuju ke level S. Yang setara dengan kekuatan shen 5 legenda Guru-Gura Lama dalam mode normal.