Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 73. (Tapak Pongkha dan Pongkhi)


__ADS_3

 


Sementara itu Chen yang sudah membelah diri tanpa diketahui oleh Pongkha dan Pongkhi yang sedang mengejar dirinya. Tampak tersenyum dengan penuh kepuasaannya. Karena dapat mengelabui pasangan kembar Pongkha-Pongkhi. Jika dirinya sudah membelah dirinya, tanpa diketahui oleh mereka berdua.


Dirinya yang asli sedang menuju Gunung Well dengan kekuatan 50%. Sedangkan duplikat dirinya dengan kekuatan 50% terlihat terus meluncur ke arah sebuah pulau yang lebih besar dari Pulau Gura-Gura, dengan sebuah gunung yang memiliki ketinggian 1000 mdpl. 


"Dasar dirinya. Seharusnya langsung bunuh pasangan kembar itu. Daripada harus bermain-main dengan mereka. Dengan membelah diri ini," tutur duplikat Chen di dalam hatinya. Mengungkapkan rasa kesalnya.


Akhirnya tubuhnya itu jatuh di pantai pulau itu dengan kerasnya. Hingga menciptakan lubang sedalam 12 meter. Walaupun jatuh dari ketinggian seperti itu. Nyatanya tubuh duplikat Chen itu tak mengalami luka sedikit pun. Berkat shen level tinggi yang ia miliki. Walaupun hanya separuhnya saja.


Tak menunggu waktu lama, duplikat Chen melompat ke luar dari dalam lubang yang langsung terisi oleh air laut dengan begitu cepatnya.


"Mereka lama sekali...," tutur duplikat Chen berbicara sendiri. Tak sabar menunggu kehadiran musuhnya.


Dua menit berlalu. Hingga pada akhirnya si kembar Pongkha-Pongkhi tiba di tempat itu. Pasangan kembar yang sudah berusia 130 tahun itu. Lalu mendarat 5 meter di hadapan Chen. Dengan penuh kebencian, mereka berdua menatap Chen yang telah menghancurkan pulau peninggalan guru mereka tanpa perasaan sama sekali. Walaupun pulau itu sudah berubah nama menjadi Pulau Gura-Gura, dan menjadi milik Dran. Akan tetapi ikatan mereka dengan pulau itu masih sangatlah kuat. Seperti ikatan antara anak dan ibunya.


"Kau itu sebenarnya siapa?" tanya Pongkha dengan nada yang keras kepada duplikat Chen.


"Apakah aku perlu menjawabnya?" sahut Chen dengan penuh keangkuhannya. Tak mempedulikan pertanyaan dari Pongkha.


"Tentu saja, karena sebentar lagi kau akan mati!" kata Pongkha lebih keras dari yang tadi.


"Dengan kekuatan shen kalian yang hanya mencapai level S. Kalian terlalu bermimpi tinggi untuk bisa membunuh diriku. Tapi baiklah, aku akan menjawab pertanyaanmu itu..." Duplikat Chen menghentikan perkataannya itu.

__ADS_1


 


Terlihat dari jari telunjuk kanannya keluarlah seberkas cahaya hitam yang segera menghantam gunung di pulau itu. 


Ledakan besar pun terjadi. Hingga gunung yang ada di hadapannya hancur dan musnah dari pandangan mata. Ada rasa keterkejutan di wajah Pongkha dan Pongkha dengan sikap duplikat Chen itu. Mereka berdua tak menyangka jika musuh mereka tanpa perasaan sama sekali. Mudah sekali menghancurkan, apa yang ingin ia hancurkan, saat itu juga.


 


Pasangan kembar itu. Sudah bertekad untuk bertarung mati-matian melawan duplikat Chen. Karena bagi mereka berdua, orang seperti itu dibiarkan hidup lebih lama. Akan semakin membuat kerusakan di bumi dengan kekuataannya itu.


"Kau itu main menghancurkan saja!. Sekarang ceritakan siapa sebenarnya dirimu. Sebelum kami membunuhmu!" ujar Pongkhi, sembari menunjuk ke arah duplikat Chen yang tertawa lepas. Sebelum merespon perkataan dari Pongkhi itu.


"Kalian ini penasaran sekali dengan diriku ini. Aku Chen, kepang tiga dari 5 kepang bersaudara yang berasal dari abad ke 10 Masehi," sahut Duplikat Chen apa adanya.


"hm..., jadi kau petualang waktu ya?" tanya Pongkha.


"Jadi apa tujuanmu ke masa kami?" cecer Pongkhi.


"Tentu saja membuat kekacauan di masa depan bersama saudara-saudaraku...," duplikat Chen lalu tertawa kembali dengan suara yang lebih keras dari yang tadi. Seakan ia sedang mendengar sebuah lelucon yang begitu lucu dari Pongkhi.


"Jadi tak ada alasan bagi kami untuk tak membunuh dirimu!" ujar Pongkha.


"Kalian ini hanya bicara saja. Buktikan kalau kalian bisa membunuh diriku dengan shen level S kalian itu!."

__ADS_1


Mendengar perkataan dari duplikat Chen yang seolah sedang mengejek mereka berdua. Sepasang kembar itu. Lalu mengeluarkan shen tertinggi mereka yang telah mencapai level S. Hingga tubuh mereka berdua pun diselubungi oleh aura shen berwarna putih. Sedangkan duplikat Chen mengeluarkan shen level S nya. Agar kekuatan mereka bertiga setara. Padahal ia bisa mengeluarkan shennya hingga level H. Walaupun tubuh duplikat Chen itu hanya memiliki kekuatan 50% dari kekuatan asli milik si kepang tiga Chen.


"Baiklah akan kami buktikan itu sekarang!" sahut Pongkha lalu melesat ke arah duplikat Chen. Yang disusul oleh Pongkhi.


Pongkha dan Pongkhi menyerang duplikat Chen dengan kekuatan fisiknya. Baku hantam pun terjadi dengan sengitnya di antara mereka bertiga. Hingga duplikat Chen yang hanya menggunakan shen level S terdesak dengan hebatnya. Melawan dua orang dengan shen level S yang sama dengan dirinya.


"Tapak Pongkha" dari telapak tangan Pongkha keluar huruf 'P' berwarna putih yang menyerang ke arah kanan duplikat Chen.


Huruf 'P' itu lalu membesar seukuran tubuh manusia. Mau tak mau duplikat Chen pun menggunakan kekuatan shennya untuk menahan jurus Pongkha itu dengan aura shen hitam yang keluar dari telapak tangan kanannya dengan susah payah. Dikarenakan masih menggunakan shen level S nya.


Belum sempat duplikat dari si kepang tiga itu dapat menahan sempurna jurus khusus milik Pongkha itu. Pongkhi pun menyerang dengan jurus yang sama.


"Tapak Pongkhi!" Huruf 'P' pun ke luar dari telapak tangan kiri Pongkhi yang segera membesar seukuran manusia dewasa dan menyerang ke arah duplikat Chen dari arah kiri.


Mau tak mau duplikat Chen menggunakan tangan kirinya untuk menahan serangan Pongkhi yang datang dari arah kiri. Yang membuat duplikat dari penjahat dari abad ke 10 itu tergenjet di antara jurus Pongkha dan Pongkhi. Yang siap menghancurkan tubuhnya itu.


"Aku harus meningkatkan kekuatanku ke level S++. Kalau tidak tubuhku ini akan hancur...," ucap duplikat Chen di dalam hatinya.


Pongkha dan Pongkhi tersenyum dengan penuh kepuasaannya. Mengira musuh mereka akan segera hancur oleh serangan shen mereka berdua. Akan tetapi tiba-tiba saja duplikat Chen meningkatkan kekuatan shennya ke level S++. Hingga serangan shen mereka berdua pun dapat dihempaskan kekedua arah. Yang menghantam dua gunung di pulau itu menjadi lebur tak tersisa sama sekali. Akibat dari serangan Pongkha-Pongkhi yang dihempaskan oleh Chen dengan kekuataan shen hitamnya.


"Apa-apaan!. Dia masih bisa meningkatkan kekuatannya hingga level S++?" ujar Pongkhi dengan rasa keterkejutan yang sangat tinggi sekali.


"Ternyata dia menyembunyikan kekuataan aslinya. Aku tak mengira, ada orang yang lebih kuat dari 5 Gura-Gura Lama," sambung Pongkha sembari memandang ke arah duplikat Chen yang semakin pekat diselubungi oleh aura hitam shennya.

__ADS_1


Kehancuran pun begitu parah akibat dari hempasan serangan shen si kembar Pongkha dan Pongkhi. Yang masih memperhatikan duplikat Chen yang tertawa dengan penuh kemenangannya. Karena sudah dapat mengalahkan jurus tapak Pongkha dan Pongkhi dengan begitu mudahnya.


 


__ADS_2