
"Lebih baik kita lakuian sekarang. Aku rasa Chin, tidak akan lebih baik dari diriku. Saat ia menghadapi Humsha seorang diri," kata Keneo.
"Ya, kau benar adikku yang tampan. Mari kita lakukan sekarang...," sahut Kenia, dengan nada yang datar.
Kenia lalu menggigit jempol tangan kirinya, hingga keluarlah darah segar. Yang segera ia tempelkan pada kipas kayu berrwarna ungu yang sudah ia buka. Keneo dan 5 Gura-Gura Lama lalu melakukan hal yang sama secara bersamaan.
Pemberian darah pada kipas pusaka berwarna ungu itu pun selesai. Bersamaan dengan terlemparnya Chin ke arah mereka. Syam lalu menangkap tubuh Chin dengan cambuknya, dan mendaratkannya dengan mulus di tanah, dengan begitu lembutnya.
"Terimakasih, Syam," kata Chin.
"Tidak perlu sungkan Chin," sahut Chin.
"Daripada kalian kubunuh secara sia-sia. Lebih baik kugunakan jurus penyerap raga. Agar kekuatan kalian menjadi milikku!" ucap Humsha, lalu melesat turun ke arah mereka bersembilan.
"Dewi Kipas Ungu. Kabulkan permintaan kami. Lenyapkan Humsha dari dunia fana ini!" teriak Kenia, lalu melempar kipas pusaka berwarna ungu ke arah Humsha. Yang menabrak Humsha, hingga ia pun terpental 10 meter padahal ia sudah menahannya dengan shen berwarna hitamnya itu. Yang membuat Humsha benar-benar kesal dengan apa yang telah dilakukan oleh perempuan hybrid itu.
Terlihat dari tubuh kipas pusaka berwarna ungu itu. Keluarlah cahaya ungu yang begitu menyilaukan mata. Hingga kipas kayu berwarna ungu itu pun berubah menjadi gadis cantik bergaun ungu. Dengan wajah yang begitu dingin dengan rambut panjang sepunggung berponi di atas mata.
"Siapa kau!?" tanya Humsha dengan penuh keterkejutannya. Karena ia merasakan. Gadis yang dihadapannya memiliki shen, yang jauh di atas dirinya. Bahkan di atas 7 Ketua Sekte Langit.
"Siapa aku itu tidak penting. Tugasku hanyalah, melenyapkanmu dari dunia fana ini ...," sahut benda pusaka kipas ungu. Yang bernama Dewi Kipas Ungu.
Dewi Kipas Ungu lalu menyentilkan jari telunjuknya ke arah Humsha. Yang membuat Humsha terpental 2 meter dari tempat semula. Yang membuat Humsha sadar kesenjangan kekuatan di antara mereka berdua.
__ADS_1
"Aku akan menggunakan 100% kekuatanku. Untuk menjajal keberuntungan melawan dirinya. Kalau aku kalah, aku akan pergi ke Bulan," ujar Humsha di dalam hatinya. Lalu meningkatkan kekuatannya, hingga 100%.
Terlihat aura hitam membesar hingga 3 meter menyelubungi dirinya.
"Sepertinya kau ingin bermain-main dengan diriku. Baiklah, akan kulayani kau. Sebentar saja ...."
Dewi Kipas Ungu lalu menghilang. Dan muncul kembali di hadaoan Humsha sejauh 1 meter, masuk ke dalam shen hitamnya. Dengan menggunakan jari telunjuk kanannya. Ia pun menunjuk ke arah Humsha yang membuat dirinya terjatuh dengan begitu kerasnya ke Bumi. Hingga menciptakan lubang sedalam 200 meter.
"Apa-apa'an ini! kekuatan penuhku, tidak berguna sama sekali. Lebih baik aku pergi ke Bulan," kata Humsha di dalam hatinya. Lalu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah langit untuk menuju Bulan.
"Apakah kau pikir. Kau dapat lepas dari aku?" ujar gadis itu berbicara sendiri.
Dewi Kipas Ungu lalu menghilang begitu saja dari tempat itu. Untuk menyelesaikan permintaan yang dipinta oleh Kenia.
"Lebih baik kalian ikuti aku. Aku berpikir, lebih baik kita memberikan kekuatan kita kepada para penerus kits. Daripada kekuatan kita tak berguna, saat diri kita berada di dalam kipas ungu itu," kata Kenia, melangkahkan kakinya yang diikuti oleh Keneo dan yang lainnya. Yang belum mengerti dengan perkataan dari Kenia itu.
"Aku, dan Keneo. Akan memberikan kekuatan kami berdua kepada Er Well. Sedangkan kalian bisa memilih, memberikan kekuatan kalian kepada siapa. Kau juga pasti bisa melihat dengan mata langitmu, di mana mereka," sahut Kenia lalu melesat bersama Keneo yang diikuti oleh yang lainnya, dengan kecepatan tinggi.
Hanya dalam sekejap. Si kembar hybrid itu tiba di depan kubah pelindung yang mereka buat. Kenia-Keneo langsung saja menyentuh kubah pelindung. Yang mendadak hancur begitu saja. Secepat angin, kembar hybrid itu pun menyentuh tangan Er Well. Kenia tangan kanannya, sedangkan Keneo tangan kirinya.
Mereka berdua langsung saja menyalurkan shen mereka kepada Er Well, sebagai pewaris kekuatan mereka.
Er Well merasakan kekuatan shennya melonjak tajam saat tubuhnya menerima pemberian shen itu.
__ADS_1
"Sebenarmya apa yang kalian lakukan?" tanya Er Well, dengan penuh selidik.
"Kami memberikan shen kami. Untuk kau gunakan menjaga masa depan," sahut Kenia.
"Lalu kalian bagaimana, ini shen murni kalian. Kalian tidak akan memiliki shen lagi," kata Er Well.
"Kami melakukan ini, karena kami tidak akan tinggal di dunia fana ini lagi," jawab Keneo.
Mereka berdua pun melepaskan genggaman tangan mereka pada tangan Er Well, saat shen murni mereka hilang dalam tubuh mereka. Bersamaan dengan datangnya Or Well dan yang lainnya.
"Sepertinya, kalian sudah melakukannya. Baiklah sekarang giliran kami yang melakukannya. 5 Gura-Gura Lama," kata Or Well lalu melesat dan memegang tangan kan Mark, untuk memberikan shen murninya.
Dran lalu melesat memegang tangan kanan Nack. Clerk memegang tangan Clark. Pusia memegang tangan kanan Franco. Sedangkan Kasandra memegang tangan kanan Jean.
Hanya beberapa menit mereka melakukannya.
"Sebenarnya kalian kenapa? Memberikan shen kalian kepada kami?" tanya Mark. Yang langsung dijawab oleh Or Well, dengan lugasnya.
"Dijelaskan akan panjang. Intinya kami akan segera mati. Dan kami mempercayakan kekuatan kami kepada kalian," sahut Or Well.
"Jangan banyak bertanya. Nanti kalian akan tahu sendiri, apa yang akan terjadi," ucap Kenia lalu menghampiri Jean yang diikuti oleh Keneo.
"Mata langit super ini milik Suku Peramal dari Bulan. Kami akan mengembalikannya kepadamu, gadis cantik," ujar Kenia, lalu memegang mata kanan Jean. Sedangkan Keneo mata kiri Jean.
__ADS_1
Saat hal itu terjadi, mata langit super milik Kenia dan Keneo sudah berpindah kepada Jean. Sedangkan mata Kenia-Keneo sudah berubah menjadi mata biasa.
"Sekarang kita tinggal menunggu Dewi Kipas Ungu meminta bayarannya kepada kita...," ucap Kenia. Lalu tersenyum tipis, dengan penuh arti.