Manusia Masa Depan

Manusia Masa Depan
Bab 120. (Harapan yang Telah Musnah)


__ADS_3

 


Pertarungan antara duplikat Chin, Patung Budha Giok dan Jean Kecil terus terjadi dengan begitu hebatnya. Hingga akhirnya Biksu Berjubah Hijau jelmaan dari Patung Budha Giok membelah dirinya menjadi empat. Lalu berpencar keempat arah mata angin mengurung duplikat Chin.


 


Dari telapak tangan 4 sosok itu. Keluarlah cahaya hijau yang segera di arahkan ke arah duplikat Chin, yang tak sempat menghindarinya. 4 cahaya hijau itu menghantam tubuh duplikat Chin dengan begitu dahsyatnya. 4 cahaya hijau itu lalu berubah menjadi 4 naga hijau, yang melilit tubuh duplikat Chin dengan begitu eratnya. Seakan tak ingin melepaskan duplikat Chin begitu saja.


Setelah melepaskan jurus itu, para duplikat dari Patung Budha Giok, masuk kembali ke dalam tubuh aslinya.


"Sial! jurus macam apalagi ini?" ujar duplikat Chin berusaha melepaskan diri dari lilitan 4 naga hijau itu.


"Itu adalah jurus 4 dewa naga. Dirimu tak akan mudah melepaskan diri dari jurusku itu," jelas jelmaan Patung Budha Giok, dengan penuh kesombongannya.


"Patung Budha Giok, lebih baik kita pergi dari sini. Kita temui Mark, untuk mengabulkan permintaannya," ujar Jean Kecil.


"Aku maunnya begitu. Tapi sayangnya aku tidak bisa," sahutnya dengan suara yang lirih.


"Memang kenapa?" tanya Jean Kecil dengan penuh selidik.


"Dengan kekuatan penuh pun. Aku tidak bisa menembus perisai itu. Apalagi dengan shenku yang sudah terkuras banyak, akibat menggunakan jurus itu," jelas jelmaan Patung Budha Giok.


"Tapi kaulah satu-satunya harapan kami," kata Jean Kecil.


"Jangan berharap kepadaku. Berharaplah kepada Tuhanmu," sahut jelmaan Patung Budha Giok. Yang tiba-tiba saja tubuhnya kembali ke wujud aslinya, yaitu sebuah patung.

__ADS_1


"Kenapa kau kembali ke wujud aslimu?" tanya Jean Kecil.


"Aku sudah kehabisan shen. Tenang saja kalau aku musnah dari dunia ini. Mungkin saja aku yang ada di dunia pararel, akan datang ke masa ini," tutur Patung Budha Giok.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Jean Kecil kepada Patung Budha Giok.


"Karena kita tidak bisa keluar dari kubah ini. Lebih baik kita serang dia dengan serangan shen jarak jauh kita," sahut Patung Budha Giok.


Terlihat dari dalam tubuh Patung Budha Giok keluarlah bola-bola shen bercahaya hijau yang melesat ke arah duplikat Chin yang masih terlilit oleh 4 naga hijau, dari jurus empat dewa naga.


Duplikat dari Chin itu terlihat kesulitan untuk lepas dari jurus pamungkas milik mahakarya Syamshe itu. Jean Kecil pun tak tinggal diam, ia pun ikut menyerang duplikat Chin dengan bola-bola shen berwarna jingganya. Hingga membuat duplikat Chin semakin terdesak. Hingga ia pun berpikiran untuk mengambil kekuatan Chin. Tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Chin.


 


"Kalau begini terus. Bisa-bisa aku musnah. Lebih baik, aku ambil 10% kekuatannya. Tanpa izin kepada dirinya. Karena kalau aku meminta izin, belum tentu aku diberikannya ...," ujar duplikat Chin lalu tersenyum sendiri.


Duplikat Chin lalu mengeluarkan segenap kekuatan yang ia miliki beserta kekuatan tambahannya yang ia dapatkan dari si kepang satu Chin.


 


Terlihat duplikat Chin menghentakan kekuatannya. Hingga keempat naga hijau itu. Tercerai berai dan musnah menjadi cahaya hijau, yang akhirnya luruh bersama udara. Melihat duplikat Chin dapat lepas dari jurus empat dewa naga. Patung Budha Giok sangat terkejut. Karena ia sudah menakar, seberapa besar kekuatan dari duplikat Chin. Tanpa ia mengetahui sama sekali. Jika duplikat Chin dapat mengakses dan menggunakan kekuatan Chin sesuka hatinya, bahkan hingga 100%.


 


"Bagaimana bisa ia bisa lepas dari jurusku?" ujar Patung Budha Giok. Tanpa menyadari sama sekali. Jika duplikat Chin sudah melesat ke arahnya. Dan tiba-tiba saja dirinya sudah berada di genggaman tangan duplikat Chin. Tanpa ia menyadarinya sama sekali.

__ADS_1


"Karena aku bisa mengakses kekuatan tubuh asliku dengan bebasnya. Sekarang kau tidak mungkin bisa lepas dari diriku, mahakarya Syamshe. Dirimu akan segera kumusnahkan ...," dengan begitu cepatnya duplikat Chin lalu mengeluarkan aura shen hitamnya kepada Patung Budha Giok yang sudah terkuras shennya. Hingga ia pun sudah tak dapat melindungi tubuhnya lagi.


"Walaupun aku musnah di tanganmu pada masa ini. Tapi masih ada aku di dunia pararel ...," ucap Patung Budha Giok.


"Berisik! Peduli setan dengan dunia pararel yang kau maksud ..," sahut duplikat Chin dengan ketusnya.


 


Akhirnya Patung Budha Giok pun hancur menjadi debu, yang segera lenyap tertiup oleh angin.Tanpa sempat ditolong oleh Jean Iecil sama sekali. Karena ia sangat terkejut, dengan kekuatan yang ditunjukan oleh duplikat Chin. Akibat dari penambahan kekuatan yang ia ambil dari Chin.


"Kau, sudah kemusnahkan harapan kami!" kata Jean Kecil dengan suara yang keras.


"Memang tugasku untuk menghancurkan harapan kalian. Para manusia masa depan, yang lemah ...," timpal duplikat Chin lalu tertawa keras.


"Kau akan menerima balasannya dariku!" Jean Kecil pun mengumpulkan seluruh shennya, untuk melakukan sesuatu hal.


"Memang, kau itu bisa melakukan apa, Gadis Kecil?" ejek duplikat Chin kepada Jean Kecil.


"Aku bisa membawamu mati bersamaku!" teriak Jean Kecil.


Jean Kecil lalu melesat dengan kecepatan tinggi. Tubuhnya lalu menabrak duplikat Chin dengan begitu kerasnya. Yang goyah, lalu berputar di udara tanpa sempat ia kendalikan. Jean Kecil lalu memegang pundak duplikat Chin dengan begitu eratnya. Hingga kedua telapak tangannya serasa menyatu dengan tubuh duplikat Chin yang masih berputaran di udara.


"Jurus Ledakan Kematian!!" teriak Jean Kecil dengan sangat kerasnya sekali.


Seusai berteriak seperti itu tubuh Jean Kecil mengeluarkan cahaya jingga yang menyelubungi tubuhnya dan tubuh duplikat Chin. Sesaat kemudian terjadilah ledakan yang sangat hebat. Hingga menghancurkan kubah pelindung buat duplijat Chin. Asap hitam pekat pun segera tercipta dengan radius 2 km dari tempat itu. Yang segera menyebar ke segala arah. Seakan ingin menyampaikan pesan kematian dari Jean Kecil untuk Mark dan teman-temannya. Yang sedang melesat dengan kecepatan tinggi, untuk menghindari kejaran dari duplikat Chin. Yang begitu bernapsu, ingin menghabisi mereka.

__ADS_1


 


__ADS_2